Tlatah Bocah, Hajat Budaya Anak-anak Lereng Merapi

Ini undangan dari Mas Gunawan, Rumah Pelangi Muntilan.

Erupsi Merapi Oktober–November 2010 merupakan fenomena luar biasa dibandingkan tahun–tahun sebelumnya. Erupsi tidak hanya menyebabkan ratusan ribu masyarakat dalam radius 20 km mengungsi selama hampir satu bulan, namun juga mengakibatkan ratusan orang dan ribuan ternak mati. Berkenaan dengan dampak erupsi yang masih berlangsung, masyarakat harus menata kehidupan dan lingkungannya. Hal ini diangkat TLATAH BOCAH 5 menjadi kebangkitan dari keterpurukan / GUMREGAH, dengan agenda:

1. MERTI JIWO

Tanggal / Hari : 4 – 5 Juni 2011 / Sabtu – Minggu

Waktu : 15.00 – 10.00 WIB

Peserta : Partisipan

Partner Lokal : Topeng Ireng – Stabelan

Lokasi : Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo,

Kab. Boyolali

Hajat budaya TLATAH BOCAH diawali dengan pembersihan hati para penggiatnya melalui doa antar iman, ritual perjalanan naik ke sebuah situs Merapi, dan ekplorasi tari di atas. Para penggiat dan simpatisan yang terlibat diajak memahami tujuan hajat budaya bukanlah sebuah pesta melainkan menyuarakan eksistensi anak. Merti Jiwo dilakukan di Stabelan di Kabupaten Boyolali, sebuah dusun terdekat Merapi.

2. LAKU LAMPAH

Selain Boyolali, gunung Merapi juga dilingkupi 3 kabupaten lainnya, yakni: Magelang, Sleman, dan Klaten. Banyak warga di wilayah tersebut masih mengungsi di hunian sementara sampai saat ini. Laku lampah merupakan sebuah perjalanan spiritual meresapi psikologi penyintas ini dengan eksplorasi tari dan juga mengusung spirit hidup melalui seni tradisi yang disajikan anak–anak.

1. Jumoyo

Tanggal / Hari : 11 Juni 2011 / Sabtu

Waktu : 15.00 – 18.00 WIB

Peserta : Komunitas seni

Partner Lokal : Jaringan Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB)

Lokasi : Huntara Jumoyo, Kecamatan Salam, Kab. Magelang

Lahar hujan sebagai salah satu dampak erupsi Merapi telah menghilangkan ribuan sawah dan menenggelamkan banyak rumah. Warga banyak menghuni hunian sementara yang dibangun lembaga maupun pemerintah. Salah satu area yang digunakan untuk menampung warga ini adalah Jumoyo.

2. Cangkringan

Tanggal / Hari : 19 Juni 2011 / Minggu

Waktu : 15.00 – 18.00 WIB

Peserta : Komunitas seni

Partner Lokal : Jaringan Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB)

Lokasi : Huntara Cangkringan, Kecamatan Cangkringan, Kab. Sleman

Wilayah Cangkringan, Kabupaten Sleman bagian atas merupakan area yang terkena dampak Merapi sangat parah tersapu awan panas sehingga tidak dapat dihuni lagi. Warga yang selama ini tinggal disana sekarang menempati hunian sementara di sebelah bawahnya dan belum dapat mengolah tanahnya lagi.

3. Deles

Tanggal / Hari : 26 Juni 2011 / Minggu

Waktu : 15.00 – 18.00 WIB

Peserta : Komunitas seni

Partner Lokal : Jaringan Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB)

Lokasi : Dusun Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kab. Klaten

Deles di Kabupaten Klaten merupakan daerah yang setiap saat terancam bahaya erupsi Merapi. Masyarakat tetap tinggal disana karena Merapi telah menghidupi mereka generasi ke generasi.

3. SRAWUNG GUNUNG

Tanggal / Hari : 1 – 10 Juli 2011 / Jumat – Minggu

Waktu : 08.00 – 21.00 WIB

Peserta : Anak–anak live in dari penjuru Nusantara

Partner Lokal : Dayak Grasak – Sumber

Lokasi : Dusun Sumber, Desa Sumber, Kecamatan Dukun,

Kab. Magelang

Warga yang tinggal di Merapi berprofesi sebagai petani dan peternak. Pekerjaan ini berpengaruh pada kesederhanaan pola hidup dan secara tidak disadari merupakan faktor penting dalam keseimbangan lingkungan. Srawung Gunung adalah program pengenalan kehidupan lereng Merapi untuk anak–anak dari luar daerah. Difasilitasi oleh anak–anak seusianya, mereka diajak tinggal beberapa hari untuk bermain ala gunung, mengelola kebun sayur kelompok, beternak, dan belajar seni tradisi.

4. NGUNDUH MANTU

Tanggal / Hari : 3 Juli 2011 / Minggu

Waktu : 15.00 – 18.00 WIB

Peserta : Komunitas seni

Partner Lokal : Kridha Budaya – Kadirojo

Lokasi : Dusun Kadirojo, Kelurahan Muntilan, Kec. Dukun,

Kab. Magelang

Membentuk keluarga baru tentu saja harus menyiapkan lembaran layaknya warga Merapi yang berjuang menata kehidupan baru. TLATAH BOCAH ke 5 kali ini juga

mengantarkan salah satu penggiatnya pada sebuah jenjang pernikahan dengan nuansa yang TLATAH BOCAH, dirayakan bukan untuk sebuah pesta melainkan upaya pemahaman terhadap suatu keputusan.

5. WAYAH GUMREGAH

Tanggal / Hari : 9 – 10 Juli 2011 / Sabtu – Minggu

Waktu : 09.00 – 24.00 WIB

Partner Lokal : Gagak Ngampar – Sengi

Peserta : Komunitas seni

Lokasi : Dusun Sengi, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kab. Magelang

Masyarakat Merapi dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi tradisi leluhur dan mempunyai toleransi atas perbedaan. Salah satu warisan yang menggambarkan nilai ini adalah keberagaman seni tradisi yang masih ada. Puluhan jenis kesenian dari ratusan kelompok kesenian terdapat di Merapi. Meskipun demikian, kelompok ini belum banyak memberikan kesempatan pada anak untuk terlibat kecuali sebagai penonton / pendukung. TLATAH BOCAH menjembataninya dengan menggelar hajat seni tradisi yang pelakunya anak–anak. Tahun ke tahun kesertaan anak dalam kelompok kesenian bertambah. WAYAH GUMREGAH dapat digunakan sebagai modal awal membangun komunitas ramah anak.

6. LARUNG SUKERTA

Tanggal / Hari : 17 Juli 2011 / Minggu

Waktu : 15.00 – 18.00 WIB

Peserta : Partisipan

Partner Lokal : Sekolah Mbrosot – Lendah

Lokasi : Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Kab. Kulon Progo

Pengaruh Merapi tidak hanya dirasakan pada 4 kabupaten yang mengitarinya, namun juga melampaui area yang lebih jauh. Sungai Progo yang merupakan salah satu sungai pembawa material Merapi yang berakhir di Pantai Trisik. Larung Sukerta merupakan suatu tradisi menghilangkan unsur negatif dalam kehidupan disimbolkan dengan melarung benda sebagai gambaran unsur tersebut. Identik dengan muara sungai yang berakhir di laut, prosesi ini mengakhiri hajat budaya TLATAH BOCAH 5 untuk berpikir positif atas segala yang terjadi dan bangkit memulai kehidupan baru.

2 thoughts on “Tlatah Bocah, Hajat Budaya Anak-anak Lereng Merapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s