Kang Empet, Tekun, Gigih dan Apa Adanya

Teks dan foto foto : Duitor

Kang Empet

Setelah menunggu beberapa bulan akhirnya hujan turun juga membasahi tanah Sulang, menimbulkan aroma Ampo ( tanah basah karena hujan diawal musim) yang menenangkan, seolah menjadi terapi aroma bagi yang menghirupnya. Ah Sulang sudah hujan rupanya, walau belum bisa dibilang saban hari rasanya air langit yang turun beberapa waktu lalu sudah cukup untuk membuat hijau sekujur tubuh Sulang. Daun daun baru mulai muncul, lapangan sepakbola juga mulai nyaman untuk ditapak lagi.

Namun ini tidak seperti biasanya, seharusnya Sulang sudah memasuki musim sering hujan, seperti di daerah lainnya yang hujan sudah turun hampir tiap hari, beda dengan di Sulang.What Going On ? I Dont Know !

Keadaan seperti ini tentu membuat resah para petani, disaat mereka sudah mempersiapkan pupuk, benih dan lahan mereka unutk ditanami padi eh ladhalah hujan kok masih malu malu kayak kucing. Ya semoga hujan lekas datang membawa teman yang lebih banyak asal jangan kebanyakan nani bisa banjir, Madinah aja Banjirr……..kamsute yipe, oar hor, oar munged..

Kang Empet dalam gelap
Membelah Malam

Lain halnya dengan Kang Empet, kahanan kurang banyu seperti ini justru menjadi peluang bagus buat dia, bagaimana tidak, duda tanpa anak kelahiran 37 tahun lalu ini salah satu wirausahawan bidang jasa pengadaan air bersih untuk rumah tangga ( bahasa kerennya Water Distribution Agent ). Bermodal jerigen, songkro dan timbo kang Empet sepertinya tidak pernah kenal sama yang namanya lelah dan letih. Disetiap kesempatan saya sering bertemu dengannya sedang menarik gerobak kecil yang berisi 5 atau 6 jerigen volume 30 Lt penuh dengan air, bisa ngebayangin dong betapa beratnya menarik gerobak kecil itu jarak yang ditempuh dari sumur air di dekat SMA Sulang ke pelanggannya kurang lebih 2 km. Hampir setiap hari Kang Empet beroperasi memenuhi perminataan air bersih, beberapa orang bahkan telah menjadi pelanggan setianya, salah satunya adalah Bakso Solo Sulang, kadang ia juga menerima orderan dari non-langganan juga, itulah yang membuatnya harus bekerja ekstra hingga larut malam bahkan sampai dini hari ( saya pernah ketemu dia jam 01.00 WIB sedang menarik songkrongnya dari arah SMA Sulang, di sepanjang jalan Kang Empet batuk batuk, terdengar menggema, sunyi dan mengharukan )

Siluet Kang Empet Membuka Hari

Sadiman, nama asli Kang Empet secara tidak saya sadari mempunyai ilmu bisnis yang brillian dan penuh spekulasi. Kita main itung itungan saja, dengan berjualan air seperti selama bertahun-tahun Kang Sadiman Empet ini mampu menabung uang, kemudian uang itu ia pinjamakan pada seseorang yang hendak mempunyai kerja, entah itu mantenan maupun sunatan, dengan penawaran seperti itu Kang Empet tentu tidak ingin hanya uangnya balik lagi setelah dipinjam namun Kang Empet harus dijadikan Official Water Distributor dalam hajatan tersebut, ini berarti ada pemasukan tambahan dari jasa air bersih yang ia sediakan, lumayan jeli juga Kang Empet ini melihat peluang bisnis.

Kang Empet meniti jalanan Sulang

Sadiman kecil hidup di lingkungan sederhana di RW 2 Desa Sulang, mungkin dengan badan agak bungkuk ( sangkuk ) dan tinggi diatas rata-rata itulah dia mendapat julukan “Empet”, Kang Empet hanya mengenyam pendidikan SD saja itupun tidak dengan prestasi yang bagus, membaca mungkin sesuatu yang sulit bagi Kang Sadiman Empet namun jajaran angka yang membentuk suatu jumlah uang adalah sesuatu yang tidak asing baginya dan mungkin karna itulah Kang Sadiman giat sekali dalam mengumpulkan keping demi keping rupiah. Memang jiwa enterpreneur tidak bisa didapat langsung dari sekolahan, wirausaha muncul dari jiwa masing masing setiap orang, kadang itupun harus menunggu kepepet he he he. Kita optimis aja deh Allah pasti menyirami setiap tanaman yang Ia Hidupkan di muka bumi ini ( Kecuali Manusia Merusakanya …). Itulah kisah Kang Empet, Tangguh, Ulet dan Apa Adanya.

PROFIL KANG EMPET, TEKUN, GIGIH DAN APA ADANYA

Setelah menunggu beberapa bulan akhirnya hunan turun juga membasahi tanah Sulang, menimbulkan aroma Ampo ( tanah basah karena hujan diawal musim) yang menenangkan, seolah menjadi terapi aroma bagi yang menghirupnya. Ah Sulang sudah hujan rupanya, walau belum bisa dibilang saban hari rasanya air langit yang turun beberapa waktu lalu sudah cukup untuk membuat hijau sekujur tubuh Sulang. Daun daun baru mulai muncul, lapangan sepakbola juga mulai nyaman untuk ditapak lagi.

Namun ini tidak seperti biasanya, seharusnya Sulang sudah memasuki musim sering hujan, seperti di daerah lainnya yang hujan sudah turun hampir tiap hari, beda dengan di Sulang.What Going On ? I Dont Know !

Keadaan seperti ini tentu membuat resah para petani, disaat mereka sudah mempersiapkan pupuk, benih dan lahan mereka unutk ditanami padi eh ladhalah hujan kok masih malu malu kayak kucing. Ya semoga hujan lekas datang membawa teman yang lebih banyak asal jangan kebanyakan nani bisa banjir, Madinah aja Banjirr,,, kamsute yipe, oar hor, oar munged..

Lain halnya dengan Kang Empet, kahanan kurang banyu seperti ini justru menjadi peluang bagus buat dia, bagaimana tidak, duda tanpa anak kelahiran 37 tahun lalu ini salah satu wirausahawan bidang jasa pengadaan air bersih untuk rumah tangga ( bahasa kerennya Water Distribution Agent ). Bermodal jerigen, songkro dan timbo kang Empet sepertinya tidak pernah kenal sama yang namanya lelah dan letih. Disetiap kesempatan saya sering bertemu dengannya sedang menarik gerobak kecil yang berisi 5 atau 6 jerigen volume 30 Lt penuh dengan air, bisa ngebayangin dong betapa beratnya menarik gerobak kecil itu jarak yang ditempuh dari sumur air di dekat SMA Sulang ke pelanggannya kurang lebih 2 km. Hampir setiap hari Kang Empet beroperasi memenuhi perminataan air bersih, beberapa orang bahkan telah menjadi pelanggan setianya, salah satunya adalah Bakso Solo Sulang, kadang ia juga menerima orderan dari non-langganan juga, itulah yang membuatnya harus bekerja ekstra hingga larut malam bahkan sampai dini hari ( saya pernah ketemu dia jam 01.00 WIB sedang menarik songkrongnya dari arah SMA Sulang, di sepanjang jalan Kang Empet batuk batuk, terdengar menggema, sunyi dan mengharukan )

Sadiman, nama asli Kang Empet secara tidak saya sadari mempunyai ilmu bisnis yang brillian dan penuh spekulasi. Kita main itung itungan saja, dengan berjualan air seperti selama bertahun-tahun Kang Sadiman Empet ini mampu menabung uang, kemudian uang itu ia pinjamakan pada seseorang yang hendak mempunyai kerja, entah itu mantenan maupun sunatan, dengan penawaran seperti itu Kang Empet tentu tidak ingin hanya uangnya balik lagi setelah dipinjam namun Kang Empet harus dijadikan Official Water Distributor dalam hajatan tersebut, ini berarti ada pemasukan tambahan dari jasa air bersih yang ia sediakan, lumayan cerdas juga Kang Empet ini.

Sadiman kecil hidup di lingkungan sederhana di RW 2 Desa Sulang, mungkin dengan badan agak bungkuk ( sangkuk ) dan tinggi diatas rata-rata itulah dia mendapat julukan “Empet”, Kang Empet hanya mengenyam pendidikan SD saja itupun tidak dengan prestasi yang bagus, membaca mungkin sesuatu yang sulit bagi Kang Sadiman Empet namun jajaran angka yang membentuk suatu jumlah uang adalah sesuatu yang tidak asing baginya dan mungkin karna itulah Kang Sadiman giat sekali dalam mengumpulkan keping demi keping rupiah. Memang jiwa enterpreneur tidak bisa didapat langsung dari sekolahan, wirausaha muncul dari jiwa masing masing setiap orang, kadang itupun harus menunggu kepepet he he he. Kita optimis aja deh Allah pasti menyirami setiap tanaman yang Ia Hidupkan di muka bumi ini ( Kecuali Manusia Merusakanya …). Itulah kisah Kang Empet, Tangguh, Ulet dan Apa Adanya.

12 thoughts on “Kang Empet, Tekun, Gigih dan Apa Adanya

  1. Subhaanalloh…..itulah salah satu bukti kekuasaan Alloh….walaupun Kang Empet memiliki (maaf) kekurangan fisik….tapi kemampuan bisnisx lumayan hebat…sehingga beliau tidak kekurangan rezeki…..Saya jadi ingat sebuah nasehat dari mubaligh yang menyebutkan bahwa Alloh telah menyediakan rezeki bagi tiap2 makhlukNya.Subhaanalloh……….

  2. Waktoe ESDEH, akoe sempat satoe meja dg dia di ESDEH I, tapi kemoedian ia moving ke ESDEH 3…nek bal2n, garese woattoss..akoe pernah ngrasakno

  3. sewaktu aku dulu masih kecil (sekarang y g besar2 hehehe…) aku pernah bahkan sering ketemu sama kang “empet”. seingatku dulu dia pernah juga jualan es thong-thong (es cream) pake gerobak dorong. sampe ne kampungku (ndologan). wuiih adohe. kang “empaet” siiip pokoke. jiwa yang tak pernah menyerah…..salut kanggo kang “empet”.

  4. iyo ek mang, waktu itu saya baru pulang dari warnetnya Mas Yudi, jam 1 lewat deh kayaknya. Kang empet mungkin lagi sakit, lewat jalan depan rumahku, sempat tak sapa sih dia bilang “Iyo iyo!” setelah itu batuk batuk lagi. Bahkan dia rela lho beliin air buat pelanggannya kalo pas dia gak bisa narik.

  5. saya cuma merenung pada kalimat ” kang empet batuk-batuk,terdengar menggema,sunyi dan mengharukan”…roda2 kehidupan memang harus terus berputar…

  6. Betul Payangk Dhalang, Empet adalah salah satu icon desa sulang yang menarik. Menurut saya Kang Empet semenjak saya SD hingga dewasa raut wajah dan penampilan dia tidak banyak berubah, tetap segar memancarkan semangat berjuang menjalani hidup ini dengan ikhlas dan apa adanya

  7. iya..ya ..jadi inget taon 87an kalo enggak salah kang empet dulu jualan es keliling trus biasane nongkrong ning ngarep SD 1…
    salut tukmu kang….

    Best Regards
    NANUK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s