Cerita Super Pendek: “Di Lembah Cinta Himatsu”

Oleh: Ki Dhalang Sulang |

Kornea mata Koyamato nan merah menyala, menatap nanar ke bawah lembah Himatsu sana. Jauh ke bawah, tapi tak mampu menembus ke dasar jurang.Terhalang salju dan kabut yang kian menebal. Di dasar lembah sana pasti teronggok beribu-ribu tulang. Remaja di desa Hugito menyebut lembah ini sebagai “Lembah Cinta Himatsu”.

Untuk kesekian kalinya Koyamato menarik nafas panjang. Memejam.Kedua tangannya direntangkan, bak sayap-sayap burung nogano. Sebentar lagi ia mau terjun melayang ke lembah sana, untuk mempraktekkan teori harakiri modern hasil karya Profesor Nagirata.

Ia menghitung dalam benaknya,” …. lima…empat…tiga…dua…” Dan “grek! grek! grek!”. Sebelum benak Koyamato menyebut angka satu, tiba-tiba ia mendengar suara gumpalan salju sangat dekat dengannya. Ia menoleh. Terkejut. Di sampingnya telah berdiri seorang gadis yang juga tengah mengembangkan kedua tangannya.

“He? Jangan!” sergah Koyamato. Gadis itu terkejut. Hampir saja ia terpeleset di bibir tebing bersalju itu.

“Mengapa, tuan?” sahut gadis itu dengan muka tak senang.

“Kenalkan, aku Koyamato!” sambung Koyamato sambil mendekat cepat di samping gadis itu. Entahlah, ia tiba-tiba merasa khawatir kalau gadis itu jadi terjun ke lembah Himatsu.

“Haik! saya Hasuta, siswa Profesor Nagirata angkatan ke 127!”

“Hasuta-san, haik. Saya angkatan ke 238. Kita satu alumni”.

“Jadi?”

“Kita tunda sejenak tugas kita!”

“Mungkinkah?”

Secepat kilat Koyamato menyaut tubuh Hasuta, dan ia panggul di pundak, sambil menuruni tebing Himatsu yang bersalju. Meluncur cepat meski tanpa peralatan ski. Selamat tinggal Himatsu. Selamat tinggal Profesor Nagirata.

11 thoughts on “Cerita Super Pendek: “Di Lembah Cinta Himatsu”

  1. @ CaPas Maung Bandung: Hateur seuweun. Ini cuman eksperimen kecil-kecilan. Sokur bisa menginspirasi para sahabat yang lain, sambil nunggu munculnya episode sejarah/legenda kapung Sampeureun… eh Seulangeun… He he he he he

  2. @ walikota-san: nyadhonk pangapura… izaku niki…
    @ Cam@tjamur-san: dusone pernah ngemail saya, katanya karya sastra itu ngandung multi tafsir dan multi dimensi, please…
    @ Dui-san: watashiwa? Haik haik… wathathitha badalashiwa… Shix shix shix

  3. kenapa ya cerita super duper pendek ini harus terekspose H-1 dari tanggal 6 juni? Ada Apa Dengan Cinta teman kita? Apa ini kado pernikahan pak Kid?

  4. Wah . .. Pak Kid udah nyampe negeri sakura, bentar lagi ada cerita di lautan Atlantik. benar-benar go international, kapan kita juga kayak pak Kid ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s