Objek Wisata Baru di Sulang

Teks : Dwiyoga Nugroho

Sebagian orang menganggap desa kita, Sulang, tidak mempunyai sarana hiburan alam yang menarik. Gak ada sumber mata air yang melimpah, gak ada hutan lebat yang dipenuhi fauna, ataupun pegunungan yang berhawa sejuk.

Lantas apa yang bisa dinikmati dari alam Sulang yang tandus (di waktu kemarau) ini? Sebagian orang memang akan kesulitan mencari solusi masalah itu.

Beberapa waktu lalu saya sengaja klinong-klinong ke beberapa pinggiran desa walau tidak semuanya. Ah Sulang ternyata menyimpan beberapa spot yang menarik untuk dijadikan sarana olahraga lintas alam. Ternyata ada nama unik dari lokasi petegalan yang masing masing ada legendanya. Beberapa daerah pinggiran wilayah Sulang antara lain:

  1. RO CIUT dari kata oro oro ciut atau padang yang sempit berada di utara desa. Tepatnya berada di belakang SD Sulang 4.
  2. SAWAH OMBO atau sawah yang luas adalah bengkok sang Kepala Desa yang ada di dekat makam Mbah Rega aslinya Mbah Argoipura pelarian dari Majapahit yang terdampar di Sulang. Kalo sekarang tepatnya di kawasan sebelah utara pemakaman umum Banyurowo.
  3. GEGER SAPI atau punggung lembu yakni tanah yang konturnya seperti punggung sapi (tinggi di tengah seperti punuk sapi). Sekarang kawasan ini digunakan sarana jualan legen. Perlu diketahui ada sekitar 4 areal jualan Legen di desa Sulang. Yaitu, Gegersapi, Tanjung, Seren, dan Sepethi Kerep.
  4. GALMAYIT dari kata tegal mayit yang konon di situ pernah ditemukan sesosok mayat manusia . Terletak di sebelah selatan kawasan Gegersapi.
  5. SEGONG terletak di pedukuhan Sumberejo, kontur agak berceruk terletak di sebelah barat Gegersapi.
  6. JOMBLANG, Pategalan yang posisi tanahnya agak tinggi, terletak di sebalah selatan dukuh Sumberejo, konon di tempat ini bila cuaca sedang cerah kita bisa melihat laut jawa.
  7. GALIMBUK, Karena tempatnya agak tinggi dahulu pernah dijadikan tempat pengintaian pasukan Jepang, terletak di sebelah tenggara Puskesmas lama di dukuh Karanganyar.
  8. TEGALGENENG, Kawasan pategalan yang posisinya juga agak tinggi ( genengan ) di sebelah selatan Puskesmas lama, sekarang sudah dijadikan komplek perkampungan RT 3 RW 7. Di bagian selatan area ini pernah dilakukan survey tentang kandungan minyak bumi ( sekitar tahun 1990 ) . Bahkan sudah dilakukan peledakan di beberapa titik dg menggunakan TNT kekuatan ledak rendah. Kesimpulannya, ada tapi hanya terkandung minyak untuk kebutuhan beberapa tahun saja. Secara ekonomi memang kurang mathuk kalau dilakukan eksplorasi.
  9. SAWAH SAMBONG, Persawahan yang konon dulu airnya seperti rawa dan terdapat sumur yang tidak pernah habis airnya, digunakan untuk Bengkok Kamituwo terletak di sebelah selatan lapangan sepakbola Kridanggo.
  10. SAWAH CARIKAN, persawahan yang terletak di belakanag SD Sulang 2 digunakan untuk sawah Bengkok Sekretaris Desa (Carik). Di tempat ini dahulu sering digunakan anak anak dukuh Tegalsari untuk bermain layangan dan mencari Jangkerik di waktu kemarau.
  11. TEGALTENGKLIK, Pategalan yang berseberangan dengan balai desa Sulang. Tengklik berarti tinggi. Sekarang sudah dijadikan perkampungan yang biasa di sebut Karangtengklik, kawasan ini termasuk wilayah Tegalsari bagian barat.
  12. RO GATI, Sebelah barat Tegaltengklik, daerah selatan Sinderan. Dahulu banyak ditanami Gembili.
  13. NGGLANGSING, Pategalan di kawasan Sinderan berbatasan dengan wilayah berang kulon.
  14. PENDING, persawahan di selingi pategalan di sebelah utara Ngglangsing, termasuk wilayah dukuh Berangkulon Sulang.
  15. MBALONG, Persawahan di sebelah barat kawasana Pending berbatasan dengan desa Tanjung Kecamatan Sulang.
  16. GANDHU, pategalan di sebelah barat pemakaman umum Sulang.
  17. TEGALGEDHE, sesuai namanya kawasan ini mempunyai luas yang lumayan, terbentang dari pojok dukuh Sulang tengah sampai dengan Banyurowo. Sekarang pategalan ini berubah menjadi Pedukuhan Nggalgedhe atau Tegalgedhe.

Sebagian kawasan di atas adalah pategalan, hanya beberapa bagian saja yang di sebut area persawahan. Hal ini dikarenakan kandungan air dimasing masing areal berbeda beda.

Memasuki musim penghujan, pategalan cocok untuk ditanami Jagung, sedang palawija kacang kacangan lebih cocok ditanam di musim kemarau. Namun karena sulitnya budaya bercocok tanam akhir akhir ini, para petani lebih memilih menanam tebu di tegal mereka, selain perawatannya mudah bila harga tebu sedang bagus petani bisa memetik keuntungan lebih.

Sekedar mengabarkan saja, karena musim penghujan di awal 2009 lumayan panjang, beberapa kawasan persawahan yang ditanami padi bisa tumbuh sangat subur bahkan ada yang panen lebih dari satu kali. Mengingatkan Sulang yang subur waktu dulu, ya dulu sekali, waktu saya belum lahir he he he.

Menyusuri pategalan yang mengelilingi Sulang ini bisa dijadikan saranan wisata olahraga lintas alam. Anda bisa berjalan kaki atau bersepeda gunung, panjang trek yang dilalui sekitar 3-4 Km, sambil berolahraga anda bisa menemukan beberapa tanaman liar yang buahnya bisa dimakan seperti Duet, Ciplukan, Kalak, Uyah-uyahan, Kersen, Mindhik, dan Sawo.

“Wisata” saya kali ini bukan karena saya mau menginventarisasi daerah kekuasaan Sulang, lantas saya kelak mau jadi Lurah, ini karna iseng semata. Akhirnya, karena lelah berkeliling saya mampir di warung Es Degan di depan SMP Sulang, sruputttt….. ahhhhhh.

17 thoughts on “Objek Wisata Baru di Sulang

  1. ada yang kurang pak duitor….dalan kebo yang melingkar mengepung bumi sulang. Tu cocok banget buat lintas alam.

  2. ndar…kandar…
    weh…nek gojek ro gobang ati2 loh, wonge wis arep rabi soale. wis tuo saiki deknen…undang2 ngane pak agus dilit meneh!!!hehe

  3. kalo sulang deket dengan ibu kota mungkin tempat persawahan itu tidak lagi ditanami padi atau tebu tapi ditanami beton semen bertulang besi..(apaan tu ya)..

  4. wisata alam yang sekarang ada di sambongan sambil mancing dan jemur badan sekali gus sambil menhitung kandang sapi dengan aroma jenang kandang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s