Komentar Buku Tamu ke 400

Sumber foto: koleksi pribadi di FB

Ajaib! Buku Tamu Sulang Online sore ini telah dikomentari sebanyak 400 comments. Terima kasih untuk Anda semua. Dan komentar yang ke-400 itu diberikan oleh Mbak Damai.

Katanya,

“wah ini blog ndesa yang bikin kita belajar tentang desa, nulis dong tentang situasi perempuan, anak2, kaum marjinal di sulang, manula, diffable, dongeng2, mitos, jadi kita benar2 belajar etnografi sulang. Selamat ya mas shola sukses deh.”

Terima kasih untuk Mbak Damai atas kunjungannya dan gagasannya. Sebuah gagasan menarik untuk kita tindaklanjuti. Rasanya memang kita belum banyak mengulas tentang isu perempuan dan sekitarnya, ya? Semoga di antara kita ada yang segera merespon gagasan ini.

Sekedar informasi, Mbak Damai ini adalah tokoh penting dalam gerakan perempuan di Indonesia. Jadi, tentu saja kunjungan ini membanggakan bagi kami warga Sulang.

44 thoughts on “Komentar Buku Tamu ke 400

  1. Teman-teman yang di Rembang, …. Mbok diinformasikan HASIL PEMILU LEGISLATIF 2009 Ya… lengkap dengan perolehan suara masing2 CALEg dan Partaine, Siapa2 Saja yg DPt kursi DPRD Kab.Rembang.

    Trus foto-foto Perempuan Sulang yang memiliki Peran terhadap Kemajuan Desa Sulang…baik dibidang pembangunan maupun lainnya, sosok Ibu rumah tangga ideal, sosok Gadis Ds. Sulang yang cocok menjadi Panutan para awewek Ds. Sulang.

  2. Pengen juga gabung mbahas masalah wanita…nih.. setelah beberapa hari puyeng menghadapi PILEG (Pemilihan Anggota Legislatif) yang terkesan semakin brantakan sistemnya…
    Biar gak Stress. emang membicarakan wanita merupakan Obatnya, baik bagi para jejaka, Misua maupun Duda…
    Bahkan coba anda amati,..setiap ada gerombolan cangkrukan dimana aja pasti yg dibicarakan setidaknya ada 1 tema ttg wanita.
    Gimana ya… emang wanita tuh punya kelebihan yang tidak bisa dikatakan dibanding mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya, Tapi ingat… salah satu yang dapat menyebabkan kita tidak bisa mencapai surga langit adalah wanita… Kalau surga dunia,… Jelas Wanita lah penyebabnya.
    Omong-omong masalah Wanita (khususnya warga Ds. Sulang) hingga saat ini sudah mengalami perubahan yang sangat pesat… Gaya hidupnya hampir menyaingi wanita-wanita yang tinggal di kota metropolitan. Hampir 60 % wanita/ gadis Ds. Sulang sudah memiliki Kebanggaan menunjukkan kelebihannya dan tidak ada sungkan untuk mempublikasikan PUSER nya yang Bodong maupun Lekukan BOKONGnya yang …. waw… (tidak bisa diungkapkan). Bahkan sekarang tuh…. Warung-warung kopi… yang jualan Gadis-gadis yang cantik-cantik dan bau parfum (tidak bau kencur lagi). inilah perubahan sikap dan sifat para gadis Ds. Sulang yang bertolak belakang dengan background daerahnya yang hampir dikatakan 1/3 kota santri.
    Gimana nich….

  3. wah………sya sbgai kaum adam gak setuju dgn adnya gerakan perempuan
    bknnya gak menghargai kaum hawa tp dlm kodratny laki-laki masih diatas seorang perempuan

    pa kita kaum laki-laki mau bernasib sama seperti dalam SitKOm SSTI(suami-suami takut istri)
    ki dalang setuju nopo mboten????????????

  4. @ Mas Didik Salambanu: Okai, Mas, sejak Anda provokasi (he he he) lewat blog pribadi Anda, saya bersama rekan2 (tuwo2nan) setidaknya dah dua kali nyicipi gurami dan kakap bakar a’la Tempuran. Wah nikmat banget. Dan postingan Anda ttg “dunline” (dunia gaib) juga sdh saya cermati koq, tapi komen baru saya angen2. Sebaliknya silahkan Anda mampir ke kelir saya, ada pesan dari Gus Mus loh! Ho ho ho…..
    @Gus Gobang: sudah ngambil cuti apa belum, boss? Xi xi xi xi xixxxs…

  5. @Pak Kid,
    many tengs for compliments nya Pak.

    Saya optimis, tidak lama lagi akan bermunculan jawara-jawara blog dari warga SO Pak Kid. Banyak talenta-talenta kuli tinta yang berbobot, cerdas dan buah pikirannya brilian. Tinggal sedikit sentuhan usaha, ikut kompetisi2 penulisan yang sesuai kompetensinya, jalan lapang bakal terbentang luas.

    Aniwe, sudah nyicip ikan bakar Tempuran Pak Kid? hehehehe…

  6. Hmm…. lupa lagi….
    @Mbak Ika di Sby, Mbak PQ di Jogja, Mbak Fifi di Japara, dan women blogger’s SO yang lain, silahkan curah ungkap tentang emansipasi wanita (khususnya Sulang), ngiras-ngirus untuk mengenang RA Kartini (Aprilan) gitu loh. Mumpung di sini sudah siap para penyanggah cerdas loh. Biar makin gayenglah blognya, gayenglah desanya, gayenglah Indonesia Raya….*halah*

  7. Wiiih! Putraku si Andeandelumut baru turun. Selamat buat “Oscar AKAP”nya ya, men. Satu lagi torehan prestasi Cah Ndeso di cyberspace. Semoga dapet nambah spirit, support, dan sportivitas kita semua. Salam buat semuanya.

  8. Ayo hawa-ers SO, ditantang Mbak Damai tuh untuk mengupas tuntas tentang isu perempuan di Sulang.

    Kata pujangga cinta, dalamnya samudra bisa diukur, dalamnya hati wanita tak bisa diduga.

    Nah, kalau ngga dipublish lewat tulisan, gimana kaum maskulin bisa tau opini, gagasan dan harapan apa yang sebenarnya ada di hati seorang wanita dalam gerakan pemberdayaan perempuan?

  9. Ini Hmm… -nya sambil manggut-manggut (seperti yg biasa dilakukan mas gobang & mas dusone) he…
    mas kunto ndak usah kuatir, tidak semua “gerakan-gerakan perempuan” bikin repot suami kok. Kalo yang di Sulang insyaalloh banyak yang positip(kira-kira).Contohnya ibu-ibu yg rutin pengajian rutin di masjid Gde Sulang, belum lagi yg di tiap RW, kumpulan PKK dll. Itu bukan sekedar kumpul-kumpul, tapi ada transfer informasi bahkan transfer of knowledge (ciehhh he he he).
    Aduh maaf jadi terlalu banyak komen, mana tidak nyambung lagi

  10. mbak ika hanya hmm pertanda masih pilih kata untuk berkomentar tapi tidak jadi akhirnya hmm saja ya khan ya khan

  11. no one perfect…tapi kalo lagi pacaran ae kita berusaha terlihat sempurna,sampai mau kentut aja ditahan2 ya tho bang…

  12. wanita dan pria sama sama penghuni dunia ada sisi gelap dan sisi terang tinggal pilih mana disukai dalam arti ada yang bergelimpangan di siang hari dan ada yang berpose dimalam hari hayo siapa harus ikut memilih asal jangan sampai salah pilih kalu salah pilih itu hanya pendapat orang perorang padahal itu sudah terlanjur pilihan sendiri atau terpilih

  13. jang lupakan kodrat wanita

    boleh berkarya tapi tetap harus sadar masing2 hak dan kewajibannya

    janga salah arah tentang emansipasi wanita

  14. Wi’ih! PTotok menawarkan ruang etimologi rupanya. Silakan disambut prend. Halo Laskar Kalinyamat, pendekar Cimahi, arek Singosari, de el el. How are you keeping?

  15. wanita dan perempuan beda atau sama kalau beda dimana kalau sama dimana dan plus istri hayooo ketahuan

  16. He he he…. Maung Bandung apa kabar? Capas Junior dah tambah gedhe dan gemuk ya…. Gus Gobang mungkin baru menghitung hari…. sedangkan Dusone sedang merangkai poetry … xi xi xi xi xix

  17. wah sepi ing komen tenan ini,gobang raja komen ae ndak muncul,apa dia sudah masuk babak pingitan ya..?

  18. Wuahahahha…Pak Kidhal ini loh…saya kin cuma pengangguran yang sok sibuk..

    insya allah sumbangan untaikan katanya bisa terwujud..sik sik nunggu saya diundang ke Sulang dulu hahahahhahaha

  19. Oh ya ada yang kelupaan…. Sugeng rawuh buat tamu SO yang ke 400 (Mbak Damai). Sembah nuwun atas masukan2nya. Semoga rekan2 komunitas SO segera meresponnya. Salam kenal dan salam hormat dari saya.
    @Juragan kata (Mbak Icha) di ibu kota: Tamu SO yang kesekianratussekian. Makasih nggih sentilan sayangnya buat SO. Gimana nggih, kalok sekali2 paring sumbangan untaian kata untuk SO? seperti Papuma, Kaos Cak Cuk, Gapura Bajang Ratu, atau Rokok Cerutu Tarumartani, etc. (he he he …. Mesti gak sempat rek, sibuk di GF tentunya)

  20. Bagus…. bagus…. inilah satu dari sekian tujuan dibangunnya blog model ndeso ini. Dapat dijadikan media curah ungkap, curah opini, dan curah rasa kangen antar warga dan sahabat di mana pun, dan dari mana pun. Dengan demikian kita orang-orang desa (khususnya saya) bisa belajar lebih banyak tentang seluk beluk kehidupan yang memang sangat seluk beluk (maksud saya kadang rumit dipahami). Dengan demikian setapak demi setapak kita saat sekarang akan lebih bijak dari kemarin, dan hari besok akan lebih bijak dari sekarang. Terus dan terus tak ada henti. Terima kasih sahabat semua. Bravo kaum perempuan… Bravo kaum lelaki… Bravo semuanya…. Dan bravo SO…. (hi hi hiks… jok tegang rek… ini cuman omong iseng aja kok… Sepurane nggih).

  21. boleh perempuan bergerak tapi jangan lupa kodratnya sebagai seorang pendamping pemimpin saja tidak bisa lebih, jika berlebihan nanti akan menyalahi kodrat yaitu berjalan dengan kepala dibawah. ingat jaman sekarang banyak wanita yang ngelawan sama laki2. karena tanggung jawab untuk di akheratnya nanti adalah seorang pemimpin keluarga yaitu kaum laki2.

  22. Hehehe….tiap orang punya pendapat tentang gerakan perempuan, dan itu sah-sah saja. tapi yang dimaksud Mbak Damai di atas saya rasa bukan melulu soal feminisme.. Mbak Damai sudah dengan jelas mengatakan “etnografi”..bukan hanya soal perempuan Sulang, tapi banyak warna-warna lain dari Sulang yang belum disebut di sini…

    Hmmm…terus terang saya juga masih memendam penasaran, seperti apa budaya di Sulang..Jika kita bicara Surabaya, tentu sudah terbayang misuhnya…Nah di Sulang..seperti apa ya? Hmmmm….

  23. perempuan itu kalau diceritakan seperti kita mengikuti sungai dari hilir sampai muara ada yang dalam ada yang dangkal, ada yang lurus ada yang belok, ada yang lebar ada yang sempit, tinggal kita memandang dari sudut mana. asal jangan melihat dari sudut kerling mata ….. ah

  24. Pernah mengamati, perempuan 3 kali lebih banyak daftar pekerjaan sehari harinya dibanding laki laki. Bayangkan saja apakah bapak bapak menyapu ‘jogan’ setiap pagi ? saya pikir tidak semuanya.

  25. Perempuan…. perempuan…. perempuan….
    (maaf sahabat2ku) saya sebut tiga kali, dengan makna bahwa pertama: ’emakku’ perempuan sebagai ‘jimat pepundhen’ saya, kedua: istri saya adalah perempuan yang merupakan ‘sahabat’ paling karib di dunia. Ketiga: ‘sumber inspirasi’ semangat hidup bagi lelaki adalah perempuan.
    Terimalah hormat saya kepadamu wahai perempuan. Okai, men…. *halah*

  26. perempuan memang tidak sepantasnya hanya dijadikan suatu objek,karena pun juga mempunyai peranan yang saling mengisi dan melengkapi dengan pria.”pensejajaran” perempuan dengan pria memang sudah selayaknya.tapi bukan untuk dieksploitasi hanya karena keindahannya,yang harus disadari perempuan itu sendiri.
    hehe…apa maksudnya???aku yo ora dong…

  27. sabar mas kun,ini mungkin gerakan yang menuntut perempuan untuk maju dan tahu haknya,bukan gerakan perempuan yang nuntut suami minta ini itu..he..he.bisa pusing kita..

  28. Maaf saya tidak suka gerakan-gerakan perempuan. Kasihan suami mereka punya istri banyak nuntut.. Untuk yang satu ini saya serius boleh kan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s