Sulang Online, mau ke mana?

graphic1

“…bahwa langkah kecil yang sedang kita upayakan bersama (dengan meramaikan Sulang di Web) ini adalah upaya untuk merekonstruksi kembali apa saja kekayaan kita (baca: Sulang). Karena itu, Bung, saya sengaja berusaha merangsang teman-teman agar mau merintis penyusunan sejarah Sulang. Dalam rangka apa? Bukan semata-mata untuk nostalgia semata. Tetapi untuk makin mengenal siapa kita sebenarnya. Begitu pentingnya sejarah Sulang menjadikan ia layak untuk dipelajari. Namun di sisi lain, kebutuhan orang pada sejarah dicemarkan oleh pengaburan penulisan sejarah dan penulisan sejarah yang diboncengi oleh kepentingan tertentu dengan mengabaikan nilai-nilai objektivitas. Hal ini membuat orang menangkap informasi yang salah dan berakibat pada pemahaman yang keliru. Nah kalau kita sejak awal sudah keliru memahami Sulang, yang sialnya berasal dari informasi yang salah, maka itu sama dengan mundur 2 langkah ke belakang. Padahal dengan mampu memahami persoalan dengan baik, maka itu sudah separo langkah ke depan…”

Kenapa saya mengutip kembali ungkapan yang pernah diutarakan oleh Pemangku Sulang Editor Sulang Online, ketika saya bertanya kepadanya -mau dibawa kemana sulang olnline-? ini sekedar me-refresh ingatan kita saja, supaya kita tidak menjadi makhluk yang mudah lupa, amnesia.

Perkembangan blog ini (=baca SO) beberapa waktu terakhir ini sangatlah cepat, ditandai dengan banyaknya artikel yang di upload juga semakin banyaknya blogger yang berkunjung, baik itu yang termasuk dalam kategori warga sulang, maupun bloger-bloger yang bahkan sebelumnya tidak pernah mendengar nama sulang. Hal ini bisa dicapai setelah dalam event Bugiakso Blog Competition 2009, SO memenangkan kompetisi tersebut sebagai juara pertama.

Dengan menjadi pemenang, tak pelak lagi nama Sulang akan cepat dikenal dalam komunitas dunia maya.

Selanjutnya, saya tidak akan berpanjang lebar tentang kompetisi blog tersebut. Yang menjadi fokus perhatian saya, dan juga beberapa teman adalah kelangsungan blog ini ke depan.

Beberapa hari ini, saya berbincang-bincang dengan beberapa teman yang (=diam-diam, ternyata) memperhatikan SO. Dari perbincangan tersebut akhirnya sampai pada sebuah pertanyaan (=yang sebelumnya sudah pernah saya tanyakan, dan di awal tulisan ini tadi sudah sempat saya singgung) yaitu, “Mau dibawa ke mana SO ke depan?” seorang teman bertanya.

“Apa target selanjutnya SO? apakah sekedar euforia (=untuk tidak menyebut sebagai, “Hore! ada swalayan baru!, Hore! ada camat baru!”) belaka?

Apakah akan menggali sejarah periwayatan sulang di masa lalu?

Apakah sebagai wujud pendokumentasian perjalanan sulang di era 70-80-90-sekarang?”

Dengan tagline yang berbunyi “Mengenang tidak berarti membeku dimasa lalu, namun bertindak dan berjuang untuknya”, apakah tujuan yang hendak dicapai?

Dalam kutipan di awal tadi sempat disebut, bahwa SO bukan sekedar ajang nostalgia belaka, juga disebut sebagai rangsangan agar dapat merintis penyusunan sejarah sulang. Sudahkah?

Apakah sudah berada di jalur yang benar?

Apakah benar seperti kata teman saya tadi, bahwa SO semakin berjalan ke arah “euforia” belaka?

Sekarang mari kita renungkan kembali tagline “Mengenang tidak berarti membeku di masa lalu, namun bertindak dan berjuang untuknya” dengan kutipan di awal tulisan ini. Semoga bermanfaat.

15:28 wib | jepara | Dusone

44 thoughts on “Sulang Online, mau ke mana?

  1. menggaris bawahi pa yang ditulis duzone, cam@t jmr dan pren2 yang laen.. pa yang dicapai SO sekarang ini sudah sangat membanggakan wong Sulang, dengan segala ide n pemikirannya, dengan bloger2 yang menuangkan inspirasinya untuk Sulang, membuat kita2 lebih peduli dgn Sulang.
    tentang bagaimana SO kedepan, pa yang mo dicapai? (pun saya orang baru disini tapi dr dulu selalu mengikuti perkembangane) saya rasa tu dah menjadi PR kita bersama lah..kembali lgi kepada pelaku2nya, mau dibawa kemana SO ini.. hooks spndapat dgn “pemikiran sederhana tapi nyata pelaksanaanya” Cam@tjmr, sehingga ke depan kita tidak terjebak hanya dlam sebuah “wacana”, palagi “euforia”… workshop jurnalism bulan depan merupakn salah satu langkah nyata SO..salut boz!

  2. @ semua: sebelum kita membangun desa tercinta nan penuh cerita ini, kita harus mengawalinya dengan membangun keinginan dalam diri ini untuk sesegera mungkin handarbeni blog ini dengan mengejawantahkan mimpi kita dalam dunia nyata. Dengan demikian desa kita terbangun lewat pemikiran sederhana tapi nyata pelaksanaannya demi terwujutnya Indonesia Raya. Rak mekaten nggih Pak Kid? Apa perlu ada rembug blog, untuk mengganti rembug desa? Tapi orientasinya harus terwujud dengan semangkin majunya desa ini!!! Wah ini mungkin Pak Kid yang mandegani.

  3. Bangunlah blognya, bangunlah desanya, bangunlah desa sekitarnya, bangunlah kecamatannya, bangunlah kabupatennya, bangunlah, bangunlah, bangunlah, bangunlah, bangunlah………… Indonesia Raya (*halah kepriwe mangsute Ki?*)

  4. saya juga lagi macet dulu ini,nyari tema ide tulisan yang cocok untuk kalangan SO memang rada gampang2 susah,soalnya sudah lama nggak disulang jadi kehilangan link suasana sulang terkini,menulis masa lalu sudah nggak banyak yang diingat…pripun? apa bisa ya nulis fiksi tentang sulang..?

  5. Dus habis ketiban untung tuh. Bagi bagi duz.

    Kayaknya SO lagi cooling down nih, aku dewe juga lama gak uplod tulisan buat SO.
    @ DIdik salambanu : Ide sangat bagus, lingkup SO di perluas dengan merangkul pegiat blogger muda yang mau sumbang pikir dan rulisan buat SO. Maka dari itu kemarin SO sudah merencanakan mau ngadain workshop jurnalism di SMA Sulang, pesertanya anak SMA se kabupaten Rbg. Berhubung tuan rumah nya lagi sibuk ngurusun mid test, acara ya hendak di gelar akhir maret di tunda awal mei. Mungkin akan ada istilah “SEMANGAT OBONG BLARAK” atau “ANGET ANGET WEDANG RONDE” bagi SO,mari kita buktikan bahwa itu kuang tepat bagi SO.

  6. Mumpung hangat membahas platform “SO, akan dibawa kemana?”, saya ingin menjelentrehkan “grey area” dalam otak saya.

    Jujur, awal pertama kenal SO, saya langsung bingung.

    Sebenarnya SO ini komunitas warga Desa Sulang apa Kecamatan Sulang keseluruhan? Dengan visi penggalian sejarah, sejarah mana yang hendak digali, sejarah Desa Sulang thok apa 13 Desa lainnya?

    Yang saya rasakan, sejauh ini SO kok lebih menciut ke Desa Sulang, kalaupun sedikit melebar hanya sampe ke sudut Sambongan, yang notabene bukan dipangku Desa Sulang.

    Nah, ini yang mesti diperjelas dahulu.

    Andai orientasi kita adalah lingkup Kecamatan Sulang, marilah kita perluas reportaire kita, kita rambah, explore dan jelajahi setiap desa. Kita promosikan blog kita ke desa-desa, kita gandeng tokoh2 masyarakat desa, syukur2 kita bisa menemukan penggiat-giat blog yang lahir atau pernah besar di wilayah Kec. Sulang.

    Kita rangkul untuk membuat liputan (baik sebagai penulis maupun narasumber) tentang keunikan dan sisi kehidupan masing-masing desa berikut masyarakatnya. Saya yakin, banyak bahan yang bisa dijadikan sumber ide dan inspirasi untuk dituangkan lewat tulisan, untuk kita bagikan kepada khalayak virtual lewat blog SO.

    Alangkah indahnya, bila kecamatan kecil Sulang, moncer juga di dunia maya.

  7. wkwkwkwk pak kidal jaman moderen ping etan di gugurkan yang ada pinkyboy wahahahahahahahahaha

    wahhhhhhhhhhh di selit dosone rekkkkk monggoooooooooooooooo

  8. Komentar Pak Kid lagi lagi seperti bisa menegakkan benang basah dari semangat kita yang kadang nglokro. Tambah semangat dadine. Tengkyu Pak Kidz.

  9. He he he, halo sang master dari singoedan…. Apa kabar? ini time schedule-nya sdh ngancik tahapan apa ya? Kata Cah Pasar sdh masuk dalam fase “pink-eat-an”…. Good good good.

  10. Sekali lagi saya sangat setuju dengan argumen Anda semua. Rintisan sejarah kampung tercinta dpt segera diwujudkan. Dan menurut kacamata minus saya, kerja besar ini sudah dimulai di sini, meski kurun waktunya masih tumpang tindih. Tapi tak mengapa. SO menampung dulu apapun dan dlm kurun waktu kapanpun peristiwa (monumental) itu terjadi dan dicatatkan di sini. Kelak pasti ada rewalan yang mau meneliti, menganalisis, menyusun, dan melaporkannya di sini. Tentang konten yang lain tentu saja tetap diapresiasi di sini juga. Hal ini selain sebagai selingan agar tak terjadi kejenuhan, juga mengandung nilai silaturahim yang tinggi. Dan perlu diingat juga bahwa kerja besar membutuh waktu yg relatif cukup serta konsistensi tinggi. Okai, men. Salam optimisme dari saya. Bravo.

  11. salam kenal disik y! aku dudu cah sulang (kelahiranku ndologan/jatimudo) tapi kecamatan sulang juga to hehe…pissss
    sing jelas ini adalah awal menuju yang lebih baek, ok.
    aku pengen berbagi pengalaman (apapun) itu sama temen2 sulang. meski jauh (saiki aku domisili ne malang), paling tidak aku ngerti kabare sulang terCINTA. cieeee. hehhe…..

  12. hmmmm,,,adakah yang berpikir bahwa SO ini bisa menjadi embrio bagi wadah untuk pemberdayaan anak muda sulang? sebenarnya ada banyak SDM sulang yang memiliki ilmu yang saya kira tidak keberatan untuk berbagi dengan sesamanya…..

  13. Yo’ik, Duz, aku juga ngikut “ilining banyu”. Bagus artikel you punya. Setidak-tidaknya untuk me-refresh obsesi sang Pemangku SO gitu loh. Silakan yang muda terus berpacu dalam blog kita. Dan yang tua (khususnya saya) cuman “tut wuri hangakali” eh! sorry men…. Maksud gua “handayani”. Majulah blognya, majulah desanya, untuk Indonesia Raya *maap, mlagiat komennya si peladang kata …ha ha ha*

  14. Kemanapun Sulang menuju, aku ngikut dehhh hahahahaha…

    Kalau boleh kasih masukan, saya justru berharap, SO bukan hanya ajang mengenang..tapi menjadi makin bermanfaat nyata bagi penduduk Sulang..bangunlah blognya, bangunlah desanya..untuk indonesia raya, bukan?

    Sukses untuk Sulang Online..:)

  15. Menurut saya apa yang sudah dilakukan SO adalah setapak demi setapak berjalan, memang untuk sebuah tujuan yang satu ini ( mengemas sejarah sulang) sampai kini kok belum ada titik benderang. Ada sih semangat yang sempat saya dengar dari seorang senior di sulang hendak memapar penggalan sejarah sulang tapi samapi kini juga belum di rampung. Apakah memang harus ada panitia khusus untuk mencapai harapan itu? ataukah hanya melu ilening karep? Apa perlu diadakan lomba tulis ilmiah tentang sejarah Sulang, weleh weleh nanti kita malah jadi event organizer, sedikit sedikit lomba, lomba kok sedikit sedikit. Mari kita buktikan konkret !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s