Martono, Robinho yang Sering Cedera

www.devianart.com
http://www.devianart.com

Gayanya berlari ringan dengan kaki yang seolah melayang sehingga selalu sulit untuk dijaga pemain lawan

Teks: Sabdopalon

Musuh terbesar pesepakbola adalah cedera. Kondisi ini pasti diamini semua pesepakbola. Ketika didera cedera, seorang pesepakbola tidak bisa berbuat apa-apa selain melakukan terapi penyembuhan, melakukan latihan ringan, dan yang lebih menyakitkan mungkin adalah hanya mampu melihat kawan-kawanya berjuang mati-matian di lapangan tanpa mampu untuk memberikan bantuan tenaga.

Martono atau Mar adalah salah satu bintang lapangan hijau Sulang yang sering dilanda cedera ankle. Baik dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan, decker di pergelangan kakinya hampir-hampir tidak pernah lupa dililitkan; entah sekedar untuk menahan rasa sakit ataupun untuk menghindari kambuhnya cedera lama.

Skill individu pemain satu ini tidak usah diragukan lagi, karenanya pada masa keemasannya PSIR maupun Asebo pun pernah merasakan sumbangan tenaga dan skillnya. Gaya yang dimilikinya dalam men-driblle bola sebenarnya mirip gaya Robinho; berlari ringan dengan kaki yang seolah melayang sehingga selalu sulit untuk dijaga pemain lawan. Dengan gaya ini justru merugikan dan membahayakan dirinya, karena pemain lawan akan semakin bernafsu untuk melakukan tackling-tackling yang lebih berbahaya. Dalam kasus yang hampir sama, Robinho bahkan dihimbau untuk menghentikan gaya tersebut karena dapat mengancam karier sepakbolanya.

Mar adalah tipikal second striker. Dengan kemampuannya itu sebenarnya posisi yang pas bagi Mar adalah gelandang serang, namun dengan pergerakannya Mar mampu menjadi striker murni. Kemampuan driblling yang dimilikinya menjadi ciri khas, dan mungkin hanya ada satu pesepakbola Sulang yang memiliki kemampuan tersebut : menari ringan bak kupu-kupu. Mar.

Saat ini, perhatikanlah gaya driblle¬-nya Robinho, kira-kira begitulah gaya Mar dalam menggiring bola. Ataupun ketika menciptakan gol : sambil berlari melakukan tendangan ringan yang terarah pada gawang yang tidak terjaga. Satu lagi ciri khasnya adalah ketika melakukan sundulan dengan melakukan lompatan yang cukup tinggi diikuti dengan badan yang ditekuk dan kepala diarahkan ke bola, sementara kedua kaki di angkat ke depan meski tidak terlalu tinggi seperti seorang peloncat jauh yang sedang melakukan loncatannya. Anehnya, sundulannya tetap bertenaga dan terarah. Gaya ini tidak lazim dilakukan oleh pesepakbola; namun Mar tetap melakukannya dan sering menghasilkan gol bagi Sulang. Aneh memang.

Gaya menari itulah, mungkin yang menamatkan karier sepakbola Mar. Pada satu pertandingan, Mar pernah terkapar kesakitan di lapangan akibat sapuan pemain lawan yang mengharuskan ditandu keluar lapangan dan istirahat total dari sepakbola. Insiden tersebut sempat memicu kemarahan pemain Sulang terutama The Pitbull Bayan Puji sehingga pertandingan dihentikan untuk beberapa saat.

Mungkin pelanggaran yang dilakukan sudah keterlaluan, sampai-sampai Bayan Puji yang terkenal tidak temperamental pun bereaksi keras mengejar pemain lawan yang melakukan tackle pada Martono. (Atau ada sebab lain yan? :-)) Sejak pertandingan itulah, performa Mar mulai terganggu cedera kaki; namun kondisi tersebut tidak membuat pudar kebintangan Mar di lapangan hijau.

Setelah tidak aktif di sepakbola, Martono masih bergiat di dunia olahraga yang lain : bulutangkis.

Andai jarum jam bisa diputar mundur, mas Mar. Sayangnya, himbauan itu baru dilakukan pada masa Robinho.

6 thoughts on “Martono, Robinho yang Sering Cedera

  1. Betul apa yang telah ditulis Mas Sabdopalon. Agak jarang Sulang’s Soccerer yang berprototipe petarung seperti Martono. Hampir sama dengan adiknya (Puji Pitbul) yang juga tipe pemain petarung. Cuma beda zona saja. Satu di depan, yang lain di tengah. Andaikata ada “Single Soccer” gitu, Martono versus Puji Pitbul pasti rame dan heboh. Saya mau jadi sponsor tunggalnya kok.Ha ha ha ha ha……
    What will you comment, Mr. Sabdopalon?

  2. pak mar ternyata hebat,,ak baru tahu klo dulu beliau seperti itu..
    oh iya mas dwik,kabar PS SULANG gmn ya?masih eksis g?
    kasih liputannya dunk…

  3. dulu pernah tanding badminton klub sambongan vs klub sulang, dan lawan tandingku Pak Martono.
    Pantes kl mantan pemain bola, soale badannya atletis dan kakinya kekar, cocok kl seorang olahragawan.
    btw, latihan badmenton di kawedanan masih jalan ngga ya? dulu cah-cah enom sulang sangat antusias main tepok bulu, kadang mesti antri main di lapangan kawedanan yang cuma cukup 1 line…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s