Dance, Joget, Ngibing

Ayo nguyaa...ngguyuu... bebaskanlah hatimu...

Teks: Sabdopalon

Jauh sebelum RCTI menayangkan acara Joged, di Sulang dulu pernah diadakan lomba ngibing. Tarian yang menjadi pemanis dalam lagu ndangdut. Penyelenggaraannya untuk meramaikan acara Agustus‐an (biasa juga disebut pitulasan).

Dalam catatan, kalau nggak salah pertama kali dilakukan pada perayaan kemerdekaan tahun 1985. Babak penyisihan dilakukan di gedung Kawedanan Sulang, acara finalnya dilakukan bertepatan puncak acara pitulasan. Dalam penyelenggaraan yang pertama, juara telah terpilih sejak babak penyisihan yaitu mas Heru Katam“.

Lomba ngibing sendiri telah menobatkan Heru “Katam” sebagai maestro ngibing Sulang yang sering diikutsertakan dalam pergelaran ndangdut di Sulang sebagai penari latar depan; karena mungkin dianggap suara Heru “katam” pas‐pasan. Padahal sebenarnya Heru “katam” pun memiliki cengkok khas ndangdut, yang kalau disuruh nyanyi sebenarnya not so bad‐lah. Kepiawaian Heru “katam” telah sampai ke se‐antero kecamatan Sulang, sehingga tidak jarang yang bersangkutan mendapat undangan khusus untuk menghadiri pertunjukan ndangdut di berbagai tempat di Sulang dan meramaikan suasana dengan goyangan ngibing nya.

Ngibing sendiri ketika itu harus bersaing dengan popularitas breakdance yang sedang ngetren. Saat itu breakdance pun telah sampai di Sulang dengan artis yang cukup piawai menarikannya dan tergolong masih belia ketika itu : Yusril Helmi Setiawan (yus). Cukup mengejutkan memang untuk ukuran Sulang, breakdance telah digandrungi anak seusia Yus yang saat itu belum tamat sekolah dasar namun telah secara otodidak dengan mahir melakukan gerakan tarian patah‐patah hingga gerakan‐gerakan yang cukup berbahaya dengan menggunakan topi hitam khas breakdancer.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan pun terdapat sanggar tari tradisional; kalau nggak salah, seorang pengasuhnya mbak Pah; yang secara rutin melakukan latihan setiap minggu pagi di gedung Kawedanan.Menariknya, lomba ngibing pun dilombakan untuk tingkat yunior (anak‐anak). Pelaksanaannya di lapangan kecil dekat rumah pak Ramijan (sebelum pindah ke samping SMPN Sulang). Pada penyelenggaraan yang pertama keluar sebagai juara adalah Yus, breakdancer Sulang yang membawa perpaduan gaya ngibing: ndangdut dan breakdance dan sempat menjadi patron ngibing di Sulang selain gaya Heru “katam”. Sebagai hadiahnya, juara kecil inipun sering diajak tampil di atas panggung dalam acara‐acara pentas seni orang dewasa.

Di tahun‐tahun berikutnya Sulang melahirkan juara‐juara ngibing yunior semisal: Gandhung dan Uud. Pada masanya undangan sebagai penari latar ndangdut yunior banyak diterima Gandhung yang sering mengikuti penampilan “konser ndangdut” hingga di luar kecamatan Sulang. Masih ngibingkah kalian?

“… lebih baik kau bunuh aku dengan pedangmu, asal jangan kau bunuh aku dengan cintamu…”

9 thoughts on “Dance, Joget, Ngibing

  1. bener Mas Totok, gobang dulu kayaknya pernah juara tiga lomba ngiping seRT sambongan.bener kan gus?:)
    itupun ngibing dia masih malu2, kalo bisa lepas, ngga nutup kemungkinan gus gobang jawara ngibing sambongan.

  2. Mang Tayik, kae mang Yung digoleki mas Totok. Dikandani yo. Koyone arep dikon nyeritakke “ngibing-breakdane”-nya. Ngono yo mas Totok?
    Weleh-weleh, iso-iso Sambongan bergoyang terus.

  3. Setuju Bung Sabdo, Sulang dulu termasuk gudang “dunk doote dancer”. Dan kini tak tahulah. Namun dlm even2 tertentu (mis: pitulasan), genre tarian ini masih mendominasi jadi alternatif pilihan anak2 TK hingga SMA untuk ikut menunjukkan eksistensinya. Mengapa?

  4. dulu UUD dan masnya Nanang juga pernah juara ngibing di RW 02 Sulang tanya saja pada UUD dan nanang ya…kan uud

    hehehe… nggih, Mas Totok. Ning ketoke Nanang ora tau, je. Tentu saja Mas Totok masih ingat, wong yang jadi panitiane beliau. Lombane ning lapangan Brangtengah sing saiki dadi daleme Mbah Suri. Secara pribadi saya maturnuwun pernah dibikinkan acara semacam itu lho, Mas. Lumayan, nek ditekoni prestasi, aku isoh njawab: Pernah jadi Juara Ngibing :p. Salam hormat dan kangen, Mas Totok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s