Udin, Playmaker Penuh Bakat

Saya katakan demikian, karena bakat bermain bola yang dimiliki pemain satu ini sungguh luar biasa. Udin, seorang playmaker penuh talenta yang pernah dimiliki Sulang.

Teks: Sabdopalon

Bakat yang dimilikinya menyamai bakat Joko Waluyo, the silent hero (nama lengkap mas Joko saya tahu dari pak Kidhal. Tengkyu, Kidh). Pada masanya dia telah mewakili tipe permainan gelandang modern yang justru baru muncul pada era 90-an. Udin telah mendahului satu dekade lebih awal di dunia sepakbola Sulang era 80-an. Sungguh luar biasa.

Hampir mirip dengan Joko, Udin bermain dengan efektifitas pergerakannya. Intuisi bermain bolanya seolah selalu menempatkan dirinya pada wilayah yang tidak terjaga lawan. Hal ini memudahkan bagi dirinya untuk memberikan umpan-umpan bagi penyerang Sulang dengan akurasi yang hampir sempurna, baik umpan lurus maupun umpan silang yang mengarah pada penyerang Sulang yang tidak terjaga langsung di dalam kotak penalti lawan. Dan itu artinya tercipta peluang yang matang bagi terciptanya gol.

Talenta yang dimiliki Udin dalam amatan sederhana saya merupakan gabungan antara skill yang dimiliki Andrea Pirlo dan Rui Costa. Pergerakan yang terencana, terukur, dan dalam waktu bersamaan membaca permainan untuk memberikan umpan-umpan yang akurat pada kawannya. Penempatannya di lapangan pun merupakan gambaran gelandang yang mampu membaca setiap perkembangan pertandingan.

Tanpa pergerakan yang ngotot, namun justru sering lepas dari kawalan pemain lawan. Kemampuan ini hanya dimiliki pesepakbola yang memiliki intuisi yang tinggi pada sebuah pertandingan. Dalam setiap pertandingan Pirlo sering memeragakan kemampuan ini; dan Udin telah melakukannya 20 tahunan silam di lapangan Sulang. Seorang gelandang yang bermain dengan efektif.

Sebagai playmaker, Udin mampu bermain di semua posisi baik di kiri maupun di kanan. Kemampuan seperti ini hanya dimiliki gelandang modern saat ini. Tipe permainan Udin mengingatkan kita pada masa keemasan Rui Costa ketika masih bermain dengan Batistuta di Fiorentina. Penempatan bola serta umpan-umpan yang terukur dari Rui Costa memudahkan Batistuta mencetak gol demi gol dan mengantarkan Batistuta tiga kali sebagai capocannonieri di serie-A. Efektivitas permainan itulah yang ditunjukkan Udin pada masanya, sehingga umpan-umpan yang diberikan adalah jaminan mutu bagi terciptanya gol.

Martono, Ngah, Shor, tentu pernah merasakan umpan-umpan terukur Udin untuk menciptakan gol demi gol bagi Sulang. Mungkin ketidakberuntungan dalam sepakbola yang tidak mengantarkan Udin ke jenjang yang lebih tinggi, karena beberapa kali Udin pernah ditawari untuk bermain di PSIR. Udin, putra pak Thoha; setelah tidak aktif di sepakbola saya tidak tahu keberadaan playmaker penuh talenta yang pernah dimiliki Sulang.

Mas Udin, dimanapun berada. Bakat dan intuisi bermain bola, hanya dimiliki segelintir orang. Anda sungguh beruntung pernah memilikinya. Namun begitu, berbagilah ilmu dengan bakat yang anda miliki untuk sepakbola, dunia yang selalu memberikan kegembiraan bagi Sulang; dunia yang saya yakin anda cintai sampai saat ini.

36 thoughts on “Udin, Playmaker Penuh Bakat

  1. Sing dadi nganten sopo sech? eee… Den bagus Gobang? mungkin gak usah repot2 pak kid, ato mas didik, setelke tape/kaset wayang wae semalam suntuk…,koyo wong kaliombo nek sapine lahir kae lhoh…

  2. Pak Kid, pripun menawi disambut dangdut koplo mawon?
    Dijamin nganten lanange ra betah pinarak wonten kursi pelaminan…:)

  3. Futsal ning winning eleven di-supporteri rodad-e mbah Maliki. Koyone rung ono bal-2an dengan tim penggembira “…tekk byung tek byung…” pak Kidh.

    Yo opo ker, iki akeh tawaran gae penyambutan Kang Nganten lho.

  4. Mengko dhisik Mas Sabdo, Mas Didik Salambanu, dan Mas Yunan…. Besok itu ‘mantennya’ sepakat disambut dengan winning eleven, futsal, apa rodatan sih? Huahahahahaha….

  5. ho o, daleme Pak Munadi jembar banget Mas Yunan, kantor pos wae ketampung, opo maneh lapangan futsal?🙂

    jaman aku cilik, mergo halamane jembar, Pak Munadi ndamelke lapangan badminton plus meja pingpong barang, kagem sopo wae sing gemar olahraga. biyen cah2 sambongan yen arep ngaji, mesti jam 1/2 5 wis manjing ning musholane Mas Gobang, trus main bal2an sik ning latare.

    aku njur gumun, disediani sarana olahraga kalih bapak-ipun, ning putro ragile blas ra seneng olahraga. malah senenge dek cilik balapan sepeda onthel, bareng gede sithik, trek-trek nganggo montor. padahal ning daleme yo ra ono sirkuit balapane.🙂

    sing ra nggenah, yen poso lan arep bodo, hobine dewekke dolanan mercon. nganti sakiki isih ono bukti “terlampir”, yen biyen pernah dadi victim of mercon.

    rak bener to Mas Gobang? ha ha ha, peace ah…

  6. Buat lapangan futsal blom ada mas didik, nek gelem podo bal2an/futsal ning njerone omahe gobang wae kan ombo, oleh ora bang?, diolehi rak wis ben podho seneng hikhikhikhik…

  7. Lha nek Bah Dowo, pak Mat, bayan Puji, mas Udin melu main ning seven eleven (🙂 salah nulis maksude winning eleven), iso-iso Pak Kidhal malah melu sisan. Lha nek didolani pak Wabup piye, sopo sing arep njagongi?
    Kae ditakoni mas didiksalambanu, PS-e ono futsalnya ga?🙂

  8. Lha nek Bah Dowo, pak Mat, bayan Puji, mas Udin melu main ning seven eleven, iso-iso Pak Kidhal malah melu sisan. Lha nek didolani pak Wabup piye, sopo sing arep njagongi?
    Kae ditakoni mas didiksalambanu, PS-e ono futsalnya ga?🙂

  9. Hehe iso wae mang akim, tapi sayang pemain macam mas udin, pak bayan, mbah dowo, pak mat, blum ada di PS hehehe

  10. Pantesan, pas aku main ps winning eleven, Andrea Pirlo dilewati pemain lawan, tak emat-ematke koyone aku kok tau ngerti pemain sing ngliwati Pirlo. Jebul awakmu tah, mang Kadik🙂

  11. kl di sulang sudah ada klub futsal + lapangan indoornya lom ya? keknya lagi in dan menjamur permainan futsal.

  12. Terima kasih buat Rental PS mas Anto, yang telah menyalurkan bakat-bakat kami dalam berWinning Eleven ria, setiap mudik disulang !!!, Pokoknya tetap berolahraga walaupun cuma PSan, Hidup sepak bola !!! i love this game !!!

  13. Tapi mas SP nek sekarang cari pemain bola yang top/berbakat disulang kayake agak kangelan, tapi nek cari jago WINNING ELEVEN/main PS, mberah ra bakal entek, bener ra mas dui, kayaknya kita kudu tanding lagi ni besok, aku wis latihan terus….

  14. Mangkanya dia penasaran sama Anda. Oh ya, maaf, saya tadi sempat dikomplain sama yg punya koran via hp, bahwa yg benar ‘Go Sport’ bukan ‘Go Soccer’, ha ha ha, maklum dah manula jadi sdh mulai sudo pangrungon. Untuk Kang Taromnya katanya tiap hari juga terus ngupdate SO koq, sekalian ndesain eksterior dan interior website ‘Kamituwo’nya. Makasih ya Mas Sabdo, salam buat Mbak PQnya.

  15. Lha Kamituwo “Thuram” ga gelem mecungul-2 Kidh. Wong dia juga sempat mewarisi bakatnya Kang Ci, mas Didik, juga mas Ut.

    Ayo Wo Thuram, ndang mecungul ning SO. Diajak kabeh ae ben tambah rame SO, wingi wis diampiri pak Wabup (istilahnya pak Kiddal : RI-2), mosok wong-2 ning omah kok anteng-anteng ae. Pak Kidhal dikancanani njagongi RI-2.

  16. Gayeng juga jalur AKAP jurusan Jogja – Malang – Cimahi – Njeporo – Sulang PP. He he he he. Bicara soal sejarah bola Sulang mongso borong Mas Sabdopalon aja, ya. Saya mau menikmati sepuas-puasnya gaya ulasan “Sulang’s Soccer Journalister” yg kini bermukim di Gudeg City. Oh, ya, Mas Sabdo, dua hari yang lalu saya diuber-uber Kang Tarom yang penasaran sama Anda itu sebenarnya siapa? Sebelum tak jawab yg sebenarnya ya tak ubeng2ke dhisik biar tambah ‘ngeSu ndhaLe’…. Ha ha ha ha ha…. Sebagai info, Kang Tarom mulai eksis di Harian ‘Go Soccer’ Jakarta, kebagian ladang Lereng Muria (Rembang, Blora, Pati, Kudus, Jepara). Tapi ya masih nyambi Kamituwo Sulang koq. Huakwakwakwakwak….

  17. Hua ha ha … ga opo-opo dicorek, sing penting rukun kabeh. Sisan ngancani Ki Dhalang sing koyone isih OL. Nunggu Pak Kidh ngulas tentang bal-balan Sulang.

    Kapan “nandur banyu” untuk Sulang? Ben suket ning lapangan ga do garing.

  18. Pada masanya Ki Dhalang juga masuk dalam tim sepakbola Sulang. Lebih tepatnya di Perses, meskipun saya sendiri tidak pernah dan tidak terlalu memerhatikan gaya permainannya ( …sori, Kidh🙂 ). Ketertarikannya pada seni lebih kuat (sesuai laqob-nya : Ki Dhalang) ditambah kesibukannya dalam kepanduan sepertinya membuat Ki Dhalang lebih nyaman untuk menjadi pelaku sepakbola Sulang di belakang garis sebagai official tim ataupun sebagai pengadil, meskipun bakat bermain bola serta kecintaan pada dunia sepakbola sebenarnyam ada. Ini dibuktikan ybs mengantongi sertifikat wasit PSSI ( C berapa Kidh? ), dan bakat yang dimilikinya diturunkan pada yunior-nya : Ndaru yang sering membela tim Sulang hingga medio 2000.

    Saya menyaksikan permainan Ki Dhalang ketika ada ekshibisi : JAGO KAPOK di lapangan Sulang baik dengan sesama jago kapok maupun dengan tim yang lebih muda. Moment seperti ini bagi saya cukup menarik : ada kegembiraan, hiburan, serta media bersama untuk lebih memerat hubungan sosial.

    Sebenarnya saya juga menunggu Ki Dhalang untuk ber-kocap kacarita tentang Perses pada masa beliau. Termasuk kiprahnya di sepakbola Sulang, semacam otobiografi-lah. Tapi ya itu tadi, Ki Dhalang sepertinya malu hati untuk berbagi cerita tentang sepakbola Sulang.

    Ayolah Kidh, bercerita tentang Perses dan dunia sepakbola Sulang dalam pandangan Njenengan.

  19. Kalo boleh tahu, dulu Pak Kidhal pernah masuk tim buana atau persis -kah?
    Kalo bener, semoga Mas Sabdopalon berkenan menulis sedikit dari biografi Pak Kidhal, terutama tentang kiprahnya bermain bola…

  20. Sejujurnya saya yo lupa-lupa ingat pak Kidh, ini yang saya sendiri jarang ngematke; karena seingat saya gol-gol untuk Sulang lebih banyak tercipta dari permainan bukan bola-bola mati. Sebenarnya ini fakta yang cukup menarik bahwa permainan sepakbola Sulang : Perses maupun Buana 82 adalah kolektivitas tim. Tidak ada bintang yang menonjol. Pendapat obyektif saya mengatakan semua pemain Sulang adalah bintang; namun kebintangan itu tidak mengalahkan kepentingan permainan tim. Semangat tim.

    Tentang eksekutor tendangan pinalty pada masa mas Udin kalau saya tidak salah ingat : “Jayus” (mas Didik), “Mar” (mas Martono), “Mat Anom” (pak Mat), “Nasir” (mas Munasir). Hanya ketika mas Udin yang harus mengambil tendangan pinalty, ini gaya yang saya suka : tenang, pandangan pada gawang dan kiper lawan, ancang-ancang tidak terlalu jauh, tendangan tidak terlalu keras namun terarah. Inilah gaya Manuel Rui Costa setiap mengeksekusi tendangan penalty.

    Tentang kolektivitas permainan sepakbola Sulang, sejujurnya saya selalu berharap muncul generasi penerus.

  21. Bagus! Udin memang layak dicatat untuk dokumentasi sepak bola Sulang. Saya juga sering nonton dia kok. Cuman saya lupa2 ingat, tolong kalo salah diluruskan ya Mas Sabdo, benarkah si Udin dulu juga sering ditugasi sbg eksekutor dalam tendangan pinalty? Makasih prend.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s