Mengapa Sejarah Perlu Ditelusur dan Ditulis?

ayo-sulang-sejarah

Secercah masukan untuk Blogger Sulang Online,dalam mendokumentasikan Sejarah Sulang

Teks:  Ki Dhalang Sulang

Sahabat-sahabat Blogger Sulang Online yang tercinta. Dalam perjalanan waktu dibangunnya blog ini yang telah menginjak tahun ke tiga, semakin hari semakin tampak nan semarak. Warna, karakter, gaya penampilan, dan kontennya dengan menu khas citarasa pedesaan, serasa makin mengarah kepada kerinduan kita pada kampung halaman (bagi sahabat-sahabat yang sedang merantau nun jauh di sana), kampung tempat pertama kali kita diantarkan setumpah darah dari rahim ibunda.

Adalah sebuah desa yang sering kali dalam canda disebut sebagai suatu tempat yang cukup sulit ditemukan di peta. Bahkan ada yang baru dengar untuk pertama kalinya, bahwa ternyata ada sebuah desa di wilayah Kabupaten Rembang (ini juga sebuah kota kabupaten yang nyaris tak terdengar) yang bernama Sulang. Namun hal ini tidak sama sekali mampu menyurutkan rasa cinta kita terhadap kampung halaman. Dengan modal kecintaan inilah, rasa-rasanya kita tak harus berfikir skeptis apalagi pesimis terhadap perjalanan sejarah kampung kita dari waktu ke waktu, masa ke masa.

Dan rasa kecintaan pada kampung tumpah darah itu pulalah, yang juga menjadi salah satu pendorong dan sekaligus pemicu dibangunnya sebuah website untuk Sulang, yang dirintis Sang Pemangku Sulang Online ( Sholahuddin), dengan disupport oleh sahabat-sahabatnya. Obsesi-opini yang bermunculan dalam blog ini adalah pengumpulan dokumentasi riwayat budaya maupun peradaban komunitas manusia (baca: warga Sulang) yang pernah menggeliat di Sulang.

Dengan kata lain para blogger Sulang Online ingin mempunyai dokumen sejarah yang cukup representatif untuk Sulang. Hal ini tampak juga pada Tagline Sulang Online “ Mengenang tidak berarti membeku di masa lalu, namun bertindak dan berjuang untuknya”. Tentang jargon Sulang Online ini, Dusone dalam (Sulang Online, sebuah mainan baru, 2008) memaparkan obsesi sang Pemangku Sulang Online, bahwa langkah kecil yang sedang diupayakan ini adalah sebuah upaya untuk merekonstruksi kembali apa saja kekayaan kita (baca: yang pernah terjadi di Sulang). Dengan obsesi inilah, barangkali merupakan salah satu implementasi yang ingin diprioritaskan pada website ini adalah penelusuran dan penulisan sejarah, riwayat, kejadian apapun di Sulang tempo dulu, namun juga tak melupakan informasi-informasi penting yang up to date di masa kini.

Mengapa sejarah suatu tempat (baca: Sulang) perlu ditelusur dan ditulis? Atau bahkan untuk tujuan apa sejarah itu ditulis? Pertanyaaan ini tentu saja akan mengundang jawaban beragam, sesuai dengan sudut pandang dan latar belakang masing-masing si penjawab itu sendiri. Namun di sini akan dicoba untuk mencari alternatif jawaban yang mungkin secara umum dapat diterima oleh semua pihak, baik yang berbeda dalam sudut pandang maupun latar belakang tertentu.

Kita pasti sudah sama-sama menyadari bahwa sepanjang sejarah di seantero muka bumi ini, manusia (sebagai makhluk berakal) telah menciptakan pola kehidupan dan pola untuk berkembang biak (regenerasi), serta menciptakan suatu bentuk kebudayaan. Di manapun sosok manusia berada pasti menemukan cara untuk beradaptasi dengan alam lingkungannya demi mempertahankan hidupnya. Secara naluriah pula setiap sosok manusia akan mencari nafkah bagi hidupnya dan ingin mempunyai kelebihan bekal untuk disimpan dan berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Pola hidup dan regenerasi inilah yang terus berjalan dari masa ke masa yang akhirnya merupakan awal sumber sejarah kehidupan dan peradaban dunia (baca : termasuk di Sulang).

Pada rentang sejarah dapat disaksikan (atau dapat dibaca dan diketahui) berbagai peradaban mulai bangkit dan berkembang, terus dan terus sampai pada titik kulminasi. Kemudian setahap demi setahap mengalami kemunduran, sampai akhirnya menghilang dan hanya menyisakan puing-puing (jejak artefak). Di kemudian hari jejak jejak artefak inilah yang ingin diungkap dan digali untuk dikenali kembali, bahwa dahulu pernah ada suatu peradaban yang barang kali dapat dijadikan sumber inspirasi bagi pola kehidupan kekinian, dalam rangka untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Inilah barangkali salah satu alternatif jawaban untuk pertanyaan dalam judul tulisan ini.

Mengapa harus ada upaya untuk selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup? Jawabannya adalah dalam rentang waktu tertentu pola hidup dan peradaban manusia selalu mengalami perkembangan sampai ke puncak dan akhirnya sampai pada masa kemunduran. Demikian berulang-ulang bagaikan jantra yang terus berputar ke atas dan ke bawah, kembali ke atas dan ke bawah lagi, demikian seterusnya (siklus kehidupan). Pada saat perputaran jantra di bawah inilah yang kemudian diperlukan upaya untuk mencari alternatif agar jantra mampu bergerak ke atas kembali. Selain kreativitas-kreativitas akal dan fikiran, umumnya kembali menengok pada sejarah masa lalu untuk dijadikan acuan alternatif guna menemukan solusi kemunduran kualitas kehidupan yang sedang dialami.

Arif BW dan Suyatno dalam (Mozaik UMM, 2001) menjelaskan bahwa “seluruh sejarah dan semua pengalaman hidup hingga saat ini, menunjukkan bahwa manusialah (bukan semata-mata alam) sebagai faktor penentu bagi kegiatan berekonomi, hingga mereka menciptakan suatu peradaban. Proses penciptaan peradaban inilah yang menjadi sesuatu yang menarik, bahwa sejarah manusia juga berkaitan dengan sistem mental dan intelektif-nya. Semuanya lahir dari akal budi, yang mendorong manusia untuk berani keluar dari penjara alam, bahkan kini menjadi sang penakluk alam, melalui penemuan ilmiah dan penciptaan teknologi dengan wujud mesin-mesin industri yang menghidupi ratusan juta manusia, deus ex machina.

Pada saat-saat ini ada kecenderungan secara global terjadi kemunduran peradaban dengan ditandai berbagai krisis (multidimensional), termasuk tentu saja mengimbas di negara kita (bahkan di berbagai strata tempat, tentu saja termasuk di Sulang). Krisis di berbagai bidang kehidupan itu, biasanya memang diawali dari krisis satu bidang yang sangat vital bagi kehidupan, yaitu bidang ekonomi. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa bidang ekonomi merupakan faktor paling penting untuk menentukan maju dan mundurnya peradaban manusia.

Sebenarnyalah sangat sulit untuk mencari faktor penyebab utama tentang timbulnya krisis-krisis tersebut. Namun dapat diduga (hipotesis) bahwa salah satu sistem yang berkompeten untuk memelihara dan mengembangkan kelestarian budaya yang baik adalah jalur pendidikan (baik formal maupun non formal). Dengan demikian bila ada kencenderungan terjadi degradasi moral dan peradaban umat manusia, jalur inilah yang layak untuk diamati pertama kali, barangkali telah terjadi penerapan sistem yang kurang tepat. Dan pada jalur ini pulalah yang barangkali paling efektif untuk media transformasi guna mengadakan remidial-remidial yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kehidupan dan peradaban yang terdegradasi tersebut.

Puing-puing peninggalan sejarah (artefak) tidak hanya sesuatu yang kemudian disebut barang antik yang diburu oleh para kolektor (illegal), dan bukan hanya merupakan jejak material yang selalu diincar para arkeolog, atau juga bukan hanya sesuatau yang ingin ditemukan oleh para paleontolog dalam penggalian situs pencarian energi bahan bakar fosil. Akan tetapi juga merupakan seberkas catatan memori tentang pengalaman masa lalu yang dapat dibuka dan dikenali kembalik, dapat dijadikan sebagai saksi dan sekaligus referensi mengenai amal perbuatan para pendahulu kita, yang barang kali sudah bersedimendasi atau bahkan memfosil sebagai tinggalan peradaban dan kebudayaan. Catatan-catatan masa lalu di dalam prasasti-prasasti, batu nisan, manuskrip, buku-buku kesusastraan, bahkan cerita-cerita tuur tinular yang telah melegenda, adalah merupakan bahasa-bahasa kode tentang keadaan, tentang alam pikiran (Gestalt), yang dapat dijadikan objek guna mengadakan penelitian tentang sejarah peradaban masa lalu, dapat dijadikan sebagai lapangan objek filologi yang mungkin sangat menarik, guna mendapatkan jawaban tentang asal-usul kejadian, yang kemudian terukir dalam sebentuk adat-istiadat yang membekas dan membentuk jejak hingga hari ini.

Namun untuk terjun ke objek penelitian jejak artefak tersebut (termasuk jejak artefak di Sulang) diperlukan suatu tekad yang jujur, tanpa tendensi, dan tak kenal lelah. Hal ini bertujuan agar deskripsi sejarah yang tersusun nanti relatif akurat dan jauh dari unsur subjektivitas yang kadang-kadang justru merupakan pembelokan sejarah. Akhirnya, mudah-mudahan apa yang menjadi obsesi Sulang Online untuk mewujudkan penyususunan sejarah Sulang dapat segera terwujud. Hal ini diperlukan juga partisipasi dari seluruh komunitas warga Sulang, baik yang di rantau maupun yang saat ini berdomisili di Sulang. Selamat bekerja buat segenap Bloggers Sulang Online untuk mengungkap sejarah Sulang (yang mungkin identik dengan beberapa konotasi bahwa Sulang adalah : “Kesusu Ilang”, “Asune Ilang”, “Nepsune Ilang”, atau mungkin masih banyak lagi akronim-akronim tentang Sulang).

50 thoughts on “Mengapa Sejarah Perlu Ditelusur dan Ditulis?

  1. @ Sakti62Art: makasih atas supportnya. Mudah2an para sahabat blogger SO segera meresponnya. Mungkin bisa diawali dg cerita2 ringan ttg Sulang, baik yg bersifat fiktif maupun non fiktif, rekaan maupun yg bernara sumber, logis maupun non logis. Yang penting SO tetap menggaung. Okai pren. Semoga.

  2. Setuju banget Ki Dhalang, mari kita bersama-sama untuk bahu-membahu demi mewujudkan sejarah Sulang yang sebenarnya, bersama segenap blogger Sulang Online maupun warga Sulang pada umumnya. Salam hormat dari saya, Ki……….

  3. Makasih banget buat Icha si ‘ladangkata’ atas kunjungannya di SO. Semoga silaturahmi kita membawa berkah bagi semua.
    Saya sdh jalan2 santai di ladang Anda, tapi baru keliling2 di tepian ladang. Namun yang sepintas itu sdh saya temukan nuansa semak perdu-perduan eufimisme-perifrasis nan romantis (he he he… maaf ya, kalok saya ‘sok kritikus…. tentu saja cuman kritikus kampung pinggiran). Silahkan baca komen saya di ladang ‘Parafrase Romantis’ Anda. Mohon maaf kalo kurang berkenan. Salam kenal dari saya.

  4. Menarik sekali tulisan di atas. Beberapa kali membaca di jurnal Sulang Online ini, saya jadi ingin tahu tentang Desa Sulang. Jujur, baru pertama saya mendengar tentang Desa Sulang. Sepertinya Rukun Sulang merupakan komunitas yang ramah..ah jadi makin penasaran dengan Desa Sulang🙂

  5. @ladang kata; bener sekali mbak. meski terletak di pesisir pantai utara, hidup di tengah gersangnya alam, tapi tak membuat kami berwatak keras seperti batu, bahkan kami terkenal sebagai pribadi yang ramah dan santun.
    alam boleh keras, tapi hati kami sebagai warga Sulang tetap selembut hati Rinto Harahap Mbak.
    (sambil melirik Pak Kidhal :))

  6. ya ya ya ya ya ya

    sulang tuh mbak ya kerennnnnnnnnnnnnnnn hahahahahaha

    ada beberapa warung andalan yang mmpunya cir khas masakan mbakkkk

    wenakkkkk

  7. Silakan Datang ke Sulang. Tak cepaki kopi lelet, tak jak klinong klinong keliling desa naik kendaraan dinas ( kendi ) sulang online. Tapi tak ijin sama calon istri saya dulu he he he. Pokoke mbak Icha silakan datang.

  8. Hahahahaha…. cuman guyonan aja kok, dari pada sepi. Pokoknya sukses deh buat anda. Met istirahat. Moga2 kembali mimpi kereeeennn……

  9. Mimpi kerennya ada yang skenarionya digigit ular nggak ya, Gob? Dusone kemaren katanya juga sudah ngimpi digigit kok. Xixixixixix….

  10. Baek2 aja, men. Gek bangun dari mimpi modelnya Dusone tah, rek? Aq sir banget model ubah gravatarnya itu loh! Gimana caranya ya? Kwek kwek kwek….

  11. @Pak Kidhal : wah…wah…fenomena apa ini. Apa di kahyangan terjadi krisis ekonomi global ya Pak Kid, sehingga lapangan kerja terbatas? kok mau2nya bidadari turun ke bumi hanya demi rupiah…

    Mas Gobang kemarin nongol di room chating Pak Kidhal. Lha kalau acarane bulan Juli, di’imbet’nya dari sekarang, habis karbit berapa kg Pak Kid?🙂

  12. Ha ha ha …. jangan kaget, Mas Didik, ini malahan ada lagi titisan bidadari yg berprofesi sbg guru olah raga esde, loh! namanya Dewi Suprabawati (dia katanya masih ada urutan dg Dewi Supraba loh! He he he). Oh ya, Mas, Gobangnya koq ga’ nongol, apa dah masuk dlm fase ‘pingitan’ ya??? kwek kwek kweeek…..

  13. dadi biyen nawangwulan turun ke bumi jane arep adus ning sendang opo daftar pns yo?

    lagi iki aku ngerti ono bidadari status profesi-ne sebagai pns…:)

  14. wow… dadi Nawangwulan ngikut tren mode juga yo, wis ra jaman nganggo slendang, ganti nganggo kolor?

  15. rada mending jaka tarub pak kidhal,delikne slendang dapat cewek,lha kalo dusone delikne kolor dapet bogem …

  16. he’e..tapi aku gak iso nglangi je pak..angger mangkat ng mantingan æ aku kebagian tunggu klambi salin o’

  17. Aku yakin cah-cah SO pasti jago2 nglangi, sebabnya udah ada yg nyedia’in arena bluron yaitu Cah Pasar dan Duitor… ya nggak, Duz?

  18. Ya, betul sobat Cah Pasar, dan Mas Didik Salambanu, Sulang lagi hujan sepertiga deres dg durasi cukup panjang. Salut atas masukannya untuk SO kita. Entah ya untuk jurusan Jeporo, Malang, dan Jogja apa hujan juga, ya?

  19. Met malem kembali buat CaPas sama Mas Didik Salambanu. Makasih masukan2nya, kususnya buat SO kita. Dan …. emangnya yg jurusan Jepara dan Malang mungkin lagi hujan ya, men?

  20. Artikel yang inspiratif dan mencerahkan Pak Kid.
    Monggo konco2 sedoyo, dipun gali dinamika kehidupan Kota Sulang masa lalu. Masa lalu bukan berarti masa kerajaan Mataram, tidak pula jaman imperialisme. Detik yang barusan lewat adalah bagian dari masa lalu.
    Jangan sungkan, tulis apa yang kita tahu, berdasar pengalaman pribadi, cerita getok tular, info dari narasumber, atau manuscript. Kita jadikan dokumentasi sejarah, penambah wawasan, dan bahan perenungan untuk melangkah ke depan. Ingat, proses sejarahlah yang melahirkan keberadaan kita sekarang.
    Camkan petuah bijak Sang Founding Father Republik ini. Pak Karno pernah berpesan “Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”.

  21. yes pak kidhal,lha supaya lancar dari pada yang dimaksud mendokumentasikan sejarah perjalanan ndeso sulang memang harus dapet dukungan dari pada semua elemen warga sulang dimana saja sebagai pelaku2 sejarah dan mungkin kalo bisa didokumentasikan lewat SO,lha SO sendiri harus mengiklankan diri biar warga tahu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s