Bis Malam, “Pemangkas” Jarak Sulang-Jakarta

Antarkota antarpropinsi
Antarkota antarpropinsi

Antarkota antarpropinsi. Kita punya ahli transportasi.

Teks: Didik Salambanu

Ketimpangan kehidupan sosial dan ekonomi antara kota besar dan daerah marginal, telah mendorong terjadinya arus urbanisasi besar-besaran. Kota besar sebagai pusat peredaran uang, sebagai sentra industri dan perdagangan yang berimbas luasnya ketersediaan lapangan kerja dengan berbagai latar tingkat pendidikan, kemudahan dan fasilitas hidup perkotaan yang lebih layak dan memadai, himpitan kebutuhan hidup serta mitos turun temurun bahwa kota adalah tempat mudah mencari uang seakan menjadi magnet kuat untuk menarik warga desa berbondong-bondong eksodus membanjiri perkotaan, khususnya ibukota DKI Jakarta.

Tak terkecuali bagi sebagian masyarakat Sulang yang larut terbawa arus urbanisasi. Angan-angan dan harapan untuk memperbaiki kualitas hidup yang dijanjikan kota besar, dan karakter sebagai masyarakat Jawa yang terkenal ulet dan tak gampang menyerah melakoni hidup, tak menghalangi niatan meski harus rela meninggalkan kampung halaman, sanak saudara dan kehidupan desa nan damai, jauh dari kebisingan dan hingar bingar kehidupan modern.

Dan tentu saja, ada satu momen yang akhirnya selalu ditunggu oleh para perantau dan komuter, yaitu pulang mudik. Setelah dibenamkan kesibukan mengais rejeki di kota, ritual mudik seolah menjadi wahana klangenan atau ‘jembatan nostalgia’ dengan masa lalu, masa-masa indah berharmonisasi dengan keluara besar dan bercengkerama dengan romantisme alam pedesaan.

Salah satu sarana untuk ‘mendekatkan’ diri dengan keluarga dan kampung halaman, ‘memangkas’ jarak kota besar dengan desa asal, serta mempersingkat waktu tempuh perjalanan adalah moda transportasi, semisal bis, kereta api maupun kapal udara. Letak geografis dan geotransportasi Sulang yang jauh dari jangkauan jalur kereta api dan ibukota propinsi Jawa Tengah dengan bandar udaranya, serta kepraktisan dan harga tiket bis yang jauh lebih miring dengan pelayanan yang tak kalah dibanding dengan moda transport lainnya, menjadikan bis malam AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) sebagai salah satu moda andalan dan pilihan utama untuk mempercayakan perjalanan pulang, vise versa, perjalanan balik ke kota bagi perantau dari Sulang.

Dan permintaan pasar ini direspon dengan baik oleh operator bis/ Perusahaan Otobus dengan membuka jalur yang melewati daerah Sulang dengan mendompleng trayek Cepu-Jakarta. Pengusaha bis butuh income dan keuntungan finansial bagi perusahaan, penumpang butuh jasa transportasi untuk memudahkan kepentingan pribadinya. Demikianlah gambaran hubungan mutualisme yang terjalin erat antar keduanya.

Tiap hari, hampir berpuluh bis malam dengan berbagai macam bendera perusahaan melintas menderu di jalanan Rembang-Sulang-Blora menampakkan eksistensinya, bahkan di antaranya menjemput bola dengan membuka agen di Sulang untuk menjaring calon penumpang agar tidak usah bersusah payah naik dari Kota Rembang. Bagi sebuah bis malam Sulang-Jakarta, menu 600-an kilometer jarak Sulang-Jakarta dilahapnya, beratnya medan jalanan Pantura seolah menjadi rintangan alam yang mesti dilawan, berjam-jam perjalanan panjang dan melelahkan ditempuhnya demi perputaran roda ekonomi perusahaan dan kelancaran urusan para pengguna jasanya.

Berikut ini daftar PO yang membantu memudahkan masyarakat Sulang yang akan melakukan perjalanan Jakarta-Sulang dan sebaliknya.

1. Pahala Kencana
Membuka trayek Cepu-Jakarta di awal tahun 1990-an, dengan menyediakan kelas VIP dan eksekutif dengan kelengkapan berupa bis AC bermesin Hino dan Mercedes Benz, bantal dan selimut, reclining seat dengan leg rest (sandaran kaki) serta service makan malam dan snack.

Bis yang berasal dari Kota Kudus ini melayani banyak tujuan akhir di Jakarta, mulai dari Pulogadung, Rawamangun, Lebakbulus, Pinangranti, Grogol, Kalideres, Tangerang (Cimone) dan Bogor.

Mulai tahun 2004, bis ber-livery ombak biru ataupun siluet kupu-kupu ini membuka agen di Sulang, tepatnya di selatan balai desa.

2. Lorena
PO berjuluk si Ijo dari Tajur Bogor ini menawarkan bis bermesin Mercedes Benz dengan kelas eksekutif dengan tujuan Pulogadung, Rawamangun dan Bogor. Bis legenda kepunyaan Bpk. GT Surbakti ini membuka jalur Sulang-Jakarta di medio tahun 2004, setelah jalur gemuk Jakarta-Surabaya tergerus politik LCC (Low Cost Carrier) pesawat udara sehingga Lorena melakukan ekspansi bisnis transportasinya dengan membuka jalur ke kota-kota kecil.

Tahun 2008 ini, PO Lorena menggandeng salah satu toko counter HP dan Pulsa di selatan perempatan untuk membuka agen, melayani calon penumpang dari daerah seputaran Sulang.

Sebagai tambahan, PO ini sekarang telah memegang ijin terbang dengan bendera Lorena Air. Semoga tidak lama lagi, bis darat akhirnya bermetamorfosis menjadi ‘bis udara’.

3. Nusantara
Bis yang dikenal sebagai jet darat pantura saat ini karena kecepatannya hanya melintas lalu di Sulang karena saat ini belum membuka agen di Sulang, meski sudah ada tawaran dari agen Nusantara Rembang untuk mencari mitra. Jadi bagi calon penumpang, terpaksa merogoh goceknya kembali guna menambah ongkos kendaraan menuju Terminal Rembang.

Bis Plat K … B ini terhitung paling komplit untuk tujuan kota-kota di seputaran Jakarta. Pulogadung, Cikarang, Bekasi, Rawamangun, Daan Mogot, Lebakbulus, Bogor, Cimone dan Ciledug adalah tujuan akhir yang ditawarkan, baik dengan standar kelas eksekutif maupun super eksekutif.

Bis dengan ‘daoke’ Pak Handoyo Budiharjo ini membuka jalur Cepu-Jakarta di awal tahun 2000-an, dan selalu menerjunkan armada-armada terbarunya, termasuk bis bermesin Scania, bis yang menjadi ‘jendral’ di dunia perbisan Indonesia saat ini.

Dalam dunia bisnis bis AKAP yang juga tak kalah ketat persaingannya, kemunduran sebuah PO seolah menjadi pembenaran bahwa dalam bisnis, siapa yang kuat dialah yang survive, siapa yang labil, siap-siap tersingkir. Tak lupa, berikut ini daftar PO yang pernah berjasa bagi warga perantauan Sulang dan sekarang tinggal kenangan.

1. Artha Jaya
PO yang membabat alas dan sang pioner trayek Cepu-Jakarta ini sudah mati suri, kalah bersaing dengan bis-bis baru. Bis yang pernah menjadi favorit bagi warga Cepu hingga Kudus ini telah diakuisisi oleh PO Tri Sumber Urip.

2. Kramat Djati
Membuka jalur Cepu-Jakarta bersamaan dengan Lorena. Sayang, ketatnya persaingan antar bis malam memaksa manajemen Kramat Dajti menidurkan trayek Cepu-Rembang-Jakarta.

3. Dali Mas
PO dari Bojonegoro dengan lambang burung walet ini pun tersingkir dari rute Cepu-Blora-Rembang-Jakarta dan terpaksa me-reroute jalurnya melalui Bojonegoro-Bangilan-Jatirogo-Lasem-Jakarta

4. Jaya Bhakti Super
Pernah membuka agen di Sulang untuk trayek Sulang-Jakarta dengan kelas ekonomi di tahun 1995-an. Dan kabarnya, PO ini telah hilang dari peta dunia perbisan di Indonesia.

Inilah sekilas gambaran sejarah masa lalu dan masa kini dunia bis malam di Sulang, karena bis pun tak akan bisa dilepaskan dari perjalanan waktu Kota Sulang dan telah memberi warna tersendiri bagi nuansa hidup berikut dinamika ekonomi masyarakatnya, terlebih warga perantauan seperti penulis.

30 thoughts on “Bis Malam, “Pemangkas” Jarak Sulang-Jakarta

  1. Terima kasih atas pencerahan trayek bus di wilayah Blora dan sekitarnya termasuk Sulang. Sekarang makin menambah pengetahuan tentang dunia perbisan di Jawa Tengah bagian tengah. Terima Kasih

  2. Sabar-Subur, RIA, terus mungkin yang paling awal kalo ga salah Bintang Fajar (rute Tuban-Blora) bisa jadi ini wilayah ceritanya pak Kidh. Mungkin pak Kidh bisa bercerita termasuk pemilihan rutenya yang agak aneh (rute Tuban-Blora).

  3. @dui, lek sukir ngga recomended deh jadi pembalap F1. saya jamin dia yang paling akhir menyentuh garis finish. bukan karna ngga kenceng, tapi banyakan ngetem mas dui.🙂

  4. @sp : sabar subur telah almarhum di kelas bis malam jakarta-kudus mas. yang tersisa tinggal 2 armada bis boemel kudus bandung.

    dulu pernah punya trayek kudus-cepu. kelir bisnya warna ungu…

  5. @maskuntop : iyo mas, monggo gabung di bismania@yahoogroups.com, ngobrol apapun tentang dunia bis. sepurane Pak Mangku, numpang ngiklanke komunitas saya.🙂
    APBN yo? Anggota Penggemar Bis Nusantara.
    Just share info : Kemarin Nusantara dinobatkan sebagai operator bis (PO) terbaik di Jawa Tengah versi Dephub.
    Jadi siapin hati kl nanti dikecewakan sama Nusa. Biasa watak wong Indonesia, yen wis ning dhuwur dadi sakpenakke pelayanane…

  6. Kalo Lek Sukir jadi F1 Racer mungkin dia juga udud sambil nyetir.
    Mas DiSal sangat papar dalam melukiskan setting didalam bus lik Sukir LC. Anganku mengembara !!!

  7. Mas didik. Anggota bis mania jg ya?? Nek saya no.1 tetep Nusantara. Scania jeee. Driver2e jg titis2. Sing bikin puenak n gak bikin kesel kursine bisa ngepas di badan n kepala. Mak klenyut..

  8. Lho, driver2 bis malam tuh lebih jago dari pembalap F1 lho Mas Yunan. Mereka beraninya cuma di sirkuit, jalur khusus, dengan faktor safey yang tinggi, lalu lintas searah dan cuma sedikit kendaraan.
    Coba driver bis malam, sdh kendaraan yang dibawa gede, jalanan rame & crowded, dua arah, musuhnya truk-truk bear, jalanan hancur, rambu2 minim, malam hari, armada lawas2, masih aja berani ngebut dan ngeblong…
    Coba siapa yang berani bawa bis di Indonesia, Hamilton, Alonzo, Raikkonen, Jarno Trulli???
    Dibayar 1 M pun mereka ngga bakal mau…
    (ya iyalah, duit 1 M mah kecil banget buat mereka yak…)

  9. Hahaha mas Didik ada2 aja Fernando Alonzo wong bule kok kon nyopir bis mini, lha seumpama mas Sukir ikut balap F1 ojo2 mobile balape ono tulisane “Titipan Ilahi”, “Ketemu Rondo”, “Bojo Loro” dan sejenisnya, wah iso kacau donyo, geger tenan….,suwun guyone lucu tenan !!!

  10. Wah! tanda bintang lima dari saya diperkuat tanda ‘sama dengan’ lima dari Malang.Ya ya ya, artikelnya bagus, komen-komennya juga bagus. Memang bernostalgia bersama armada AKAP sangat mengasyikkan. Sejuta kenangan di sepanjang jalan kenangan Sulang – Jakarta dan kota-kota lain di kawasan Pasundan pasti sangat mengesankan.Dan saya termasuk yang mengakui bahwa beberapa PO Bus Malam telah berjasa memangkas jarak dan waktu antara Sulang dengan kota-kota besar di seantero negara kita, khususnya Jakarta. Dan saya juga yakin bahwa ke depan nanti, simbiosis mutualis antara warga Sulang yang di rantau dengan armada-armada AKAP pasti makin mesra. Salam hangat dari saya buat pejuang dan pemberani yang sedang di rantau. Semoga Anda semua sukses sesuai obsesi Anda masing-masing. Terpenting tetep ingat Sulang sepanjang masa. Oce,friend’s. selamat berjuang!

  11. nah itu, biar dapat hasil objektif ttg PO terbaik, cicipi dulu bis-bis lain. Setiap bis punya ‘taste’ sendiri lho…
    wah, inget lombok cepat, inget SUKIR ya mas, itu lho sopir banternya LC jaman kita sekolah SMA. Sing senengane nek nyetir awakke disenderke pintu, ora senter karo steering wheel-e. Ketok banget yen arep ngepot. he he he…
    Lha, yen sopir bis mini dibarter dadi pembalap F1, mosok Fernando Alonzo gelem nyopiri angkutan rembang-blora? :))

  12. wah bener mas didik emang rodhok alon,cuma aku jarang coba bis laene selain PK, masalahe nyampek tujuan pas, emang sich kadang2 agak kawanen, pengene sich kayak bis mini LOMBOK CEPAT jurusan Rembang Blora, senajan bise agak jelek bantere ra karuan, mungkin nek supir bis mini dikasih kesempatan nyetir F1 gak kalah tu ma Ananda Mikola bahkan Fernando Alonso sekalipun…

  13. Mas Yunan, sepurane wingi tak tinggal kabur pas ngobrol2. konco lawasku nelpon ngajak ketemu, dia juga pas di alun2.
    Hmm…Pahala Kencana (PK).
    Mas Yunan, kebetulan aku tergabung di komunitas bismania Indonesia, jd sedikit tau ttg dunia per-bis-an. Ada satu nilai minus PK, yaitu adanya kebijakan penjatahan solar dari manajemen. Impaknya PK jalannya lelet, kurang greget soal kecepatan, dan sering terlambat masuk Jakarta. Ini yang bikin saya males, masak tiap senin telat masuk kerja mulu.
    Saya dulu juga pelanggan PK, gara2 ‘setitik noda’ ini aku berpaling. Cuma untuk service kepada penumpang, masih is the best lah…
    Kalau saya ditanya, bis favorit Cepu-Jakarta apa, jawab saya Nusantara. Armada relatif muda, speedfull dan jago ngeblong.
    Kok jadi perang opini gini ya? ha ha ha …

    Memang sih soal selera dan rasa ngga ada yang objektif Mas Yunan, tergantung persepsi masing2.
    Tinggal apa yang dimaui penumpang, bis banter apa bis nyaman.

    Peace…

  14. Yup, rite Mas Dui. Di saat kejayaan Artha Jaya memudar, muncul sang fenomenal : Subur Jaya. Istilahnya Patah tumbuh, hilang berganti.
    Kalo tidak salah selama tahun 2008, SJ mendatangkan 2 unit armada gres, Mercedes Benz. Bis ini yang dimaksud Mas Dui berkelir meriah. Kalau saya menyebutnya kelir telkom flexy. He he he
    Sayang, sejauh ini Koh Ari Swie belum berpikiran untuk membuka bis AKAP Rembang-Jakarta

  15. Saya mungkin salah satu urban yang dimaksud, memangkas jarak jakarta rembang hampir 1-2 kali setiap bln dengan armada andalan Po.PAHALA KENCANA, saya gak bisa kayak mas Didik yang bisa sampai 4x sebln bolak-balik Jakarta Lambangan (eh bener gak sih), selain faktor tenaga juga biaya hehe, lagi ora usum duwit cah…, untuk hal bis malam saya masih menjagokan PAHALA KENCANA yang sedikit melegenda di kalangan anak2 SD tahun 90-an, nek negerti PAHALA lewat langsung” Wiihh… ono bis PAHALA!!!, biarpun biaya agak mahal menurut saya, tapi menejemene & pelayanane apik ora semrawut lan ngajeni…leres mboten mas Didik..

  16. Mas Didik, bisa dibilang Subur Jaya adalah ikon trip-agent nya rembang lho. Armadanya bagus dan modern. Kelir bisnya meriah, bahkan ada yang bergambar sepidermen segala.

  17. Inggih Pak Mangku, kulo nggih taksih kemutan Pak Sanusi. Pripun nggih kabare Pak Sanusi?
    Sekarang bisnis transportasi Om Kim Swie semakin berkembang, berawal dari bisnis penyewaan/ charteran mobil, sekarang telah memiliki puluhan bis pariwisata, baik bis besar maupun medium, dengan bendera “Subur Jaya”.
    Salut atas keuletan dan perjuangan Om Swie mengelola bisnisnya.

  18. Mas Didik dan teman-teman semua, jaman kita SD (tahun 88an) masih jarang lho warga Sulang yang mampu beli mobil. Jadi seingatku kalau warga kita mau piknik, maka rame-rame nyarter mobilnya om Swie. Trus kalau tidak salah ada sopir yang most wanted karena kelihaiannya di balik kemudi. Kalau bapakku sih biasanya minta tolong Mas Sanusi yang mbawa mobilnya halus tapi juga bisa ngebut.

  19. tapi ada satu nilai positif di diri PO patmo. bagaimana profesi dan bisnis dijalankan berdasar rasa cinta dan sentuhan humanisnya. mudah saja empunya PO Patmo menjual trayek dan armadanya, tetapi yang dipikirkan bagaimana nasib para kru; sopir, kenek dan timer, serta orang2 di belakangnya; anak, istri dan orang2 terkasih yang mengharap setiap kali bapak sopir dan kenek pulang membawa secuil rejeki.
    biarpun jelek, tersingkir dari ketatnya persaingan antar bis, tidak prospektif dan armada layak dimuseumkan, PO Patmo masih menyusuri jalan, alon-alon menjalankan bisnisnya demi penghidupan yang sedikit layak bagi orang-orang yang profesinya bergelut dengan dunia bis.

  20. waktu dulu kalo lagi nggak mood sekolah dan sengaja telat sampe sman 1,pak guru selalu nuduh saya naik kodok ijo alias bis patmo(padahal sy naik bis agung yang take off jam tuju pagi)dan itu selalu dimaklumi oleh pak guru,beliau mungkin prihatin juga melihat keadaan bis tuo bongkok yang dicet ijo itu.

  21. mbiyen waktu sma langganan bis agung, sing tuk sambongan jam 6. mbayar mung satus seket, tarif pelajar. sampe kenal apik karo sopir lan kenekke. kadang yen aku durung ketok metu soko ngomah, bis-e sampe ngenteni…
    makane aku cinta sama bis agung, meski sakiki bis welek2 tenan.

  22. hwe he he, eling banget gus. colt tesen sing jadul warna ndase silver kui kan? sing sopire bapak sepuh2…
    lucu tenan gus, di saat yg lain pake colt T terbaru, ndekke PD wae, malah narsis diwenehi klakson sistem kompa…ngok ngok…
    awakmu sing sering nggandul mergo ra kumanan panggon kae yo?
    sopo kae yo sing pernah lungguh ngarep ning colt kui, trus disontir karo bu prapti (guru SMA ngajar PMP)? xixixixi…

  23. Kondo keren sajakke ngece iki. Elek2ke bis Patmo dan Ria akeh jasane lho Gus, mbiyen awakmu yen mulih Cepu rak yo numpak bis kui to…

  24. wahhhhh
    eleng ga pas SMA biyen sam numpak colt di pasar duwur rembang welek bel mobile gawe kompo
    wahahahahahahahahahahahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s