Seven Magnificient

sport-fam

Jika Ut telah membawa sepakbola tanpa batas di Sulang. Keluarga olahragawan satu ini pun melintasi berbagai batas dalam berbagai jenis olahraga. Keluarga pak Ngadjam.

Teks: Sabdopalon

Fokus tulisan ini ada pada mas Bud, mbarepnya pak Nagdjam. Nama lengkapnya saya tidak tahu namun orang-orang memanggilnya Mas/Pak Bud, karena semua anak Pak Ngadjam sepertinya memiliki nama depan Budi, dan Budi satu ini adalah putra pertamanya. Kemampuan menguasasi berbagai cabang olahraga membuka jalan bagi Budi-budi kecil lainnya: adik-adiknya. Kira-kira olahraga apa saja yang dikuasainya.

Balap Sepeda

Tidak ada satupun olahraga yang ada di Sulang yang tidak dikuasainya. Semua dikuasainya dengan baik dan berprestasi. Ketika masih duduk di SMP-SMA, Budi adalah pebalap sepeda yang terkenal hingga kota Rembang. Ketika balap sepeda belum menjadi olahraga populer, Budi telah menorehkan prestasi dalam lomba tour de Rembang (ini saya mengistilahkan sendiri).

Kepopulerannya telah membikin iri para perjaka Sulang ketika itu. Bagaimana tidak, dengan postur tinggi besar, muda, ganteng, berprestasi, telah menjadikan pemuda Budi idola para gadis Sulang pada masanya. Hingga saat ini, sepertinya hanya ada satu pebalap sepeda yang pernah dilahirkan Sulang : mas Bud. (kira-kira begitu mas Bud? mohon diklarifikasi ya kalo ada kesalahan)

Bola Volley

Dengan postur yang dimilikinya, bola volley adalah olahraga kedua yang dikuasainya dengan baik. Hingga telah berkeluarga dan memiliki 2 putri, mas Bud masih sanggup menjadi spiker dalam tim volley yang mampu melompat serta melancarkan smash yang keras dan mematikan menembus block yang dilakukan pemain lawan. Hobinya bermain bola volley ternyata menular pada adik-adiknya: Budi Bihono (Hon), Budi Nugroho (Hoho), dan Budi Widodo (Widodo). Dengan tambahan 2 adiknya lagi mas Luluk dan mas Lilik, mas Bud sudah mampu membuat 1 tim bola volley yang komplit. Luar biasa.

Satu keluarga telah mampu untuk dibentuk menjadi tim volley yang hebat. Tiga Budi yang memiliki kemampuan sebagai spiker yaitu mas Bud sendiri, Hon , dan Widodo. Hon adalah salah satu spiker yang dimiliki tim volley Sulang yang terkenal dengan pengambilan timing yang tepat dalam melakukan smash. Smash pendek ataupun panjang yang dilakukan Hon sering menghasilkan point bagi tim volley Sulang, karena hampir selalu mampu melewati block pemain lawan meskipun smash yang dilakukan tidak selalu keras. Hoho adalah tosser andalan yang pernah dimiliki tim volley Sulang, umpan-umpan yang diberikan dengan penempatan bola yang memudahkan para spikers Sulang melakukan smash. Sementara mas Luluk dan mas Lilik adalah motivator dan inspirator tim volley. Sayangnya, mas Luluk dan mas Lilik lebih banyak melewatkan masa-masa emas bermain volley-nya di Jakarta.

Sepak Bola

Penjaga gawang. Inilah posisi yang disukai mas Bud dalam bermain sepakbola. Sebagai penjaga gawang, mas Bud terkenal dengan penampilannya yang atraktif dalam menyelamatkan gawang tim Sulang. Mas Bud pun sempat menjadi penjaga gawang andalan Sulang. Atraksi mas Bud yang mungkin masih diingat penonton Sulang adalah keberaniannya keluar dari sarangnya atau men-driblle bola meninggalkan gawang hingga lebih 1/3 lapangan untuk membantu serangan jika dianggap daerahnya aman, serta memegang bola hanya ketika benar-benar mengancam gawangnya; selebihnya mas Bud lebih senang memainkan bola dengan kakinya. Aksi ini pastilah akan mengingatkan kita pada aksi penjaga gawang: Rene Higuita. Hon sendiri, selain bemain bola volley juga bisa bermain sepakbola dengan posisi sebagai gelandang. Not so bad-lah untuk seorang pebola voli sehingga pernah pula menjadi skuad tim sepakbola Sulang.

Tenis Meja

Dalam hal olahraga, mas Bud sepertinya menjadi pembuka jalan bagi adik-adiknya untuk mencintai olahraga. Jenis olahraga yang dikuasainya pasti ditularkan pada adik-adiknya. Kondisi ini masih didukung keluarga Budi memiliki meja pingpong; sesuatu yang jarang dimiliki satu keluarga di Sulang. Selain digunakan untuk latihan keluarganya sendiri, meja tenis tersebut sering digunakan oleh masyarakat banyak. Budi Nugoro (Hoho) adalah petenis meja andalan Sulang gemblengan mas Bud. Jika ada catatannya, mungkin Hoho akan dicatat sebagai juara abadi yang banyak memenangi kejuaraan Agustus-an di Sulang serta kejuaraan-kejuaraan tenis meja lainnya di Sulang untuk tunggal putra.

Di luar olahraga tersebut di atas, anak-anak pak Ngadjam sebenarnya juga mampu bermain baik untuk olahraga bulutangkis. Seandainya Perbakin (Pesatuan olahraga Menembak Indonesia) ada di Rembang, mas Bud dan Widodo akan menjadi skuad penembak andal yang dimiliki Rembang.

Melengkapi menjadi tujuh pendekar adalah Mba Wahyuni (kalo saya tidak salah ingat namanya, tolong dikoreksi juga ya) sebenarnya juga hobi bola volley. Tapi sepertinya olahraga bagi kaum perempuan di Sulang tidak begitu berkembang, sehingga dia lebih mengaktualisasikan pada berbagai bidang seni terutama seni suara.

Tujuh pendekar dalam satu keluarga. Tujuh Budi dalam satu masa. (SP)

11 thoughts on “Seven Magnificient

  1. Matur nuwun, sampun dipun tampi ing SO. Seminggu terakhir ini masih belum selesai membaca SO.. saya masih “dheleg-dheleg”, baru merasa kalau selama ini “kelangan enggok” tentang Sulang. Masa lalu mustinya hanya bisa baik.. nah seperti itu Sulang untuk saya. Mas Jup (saya sudah sowan dulu ke beliau, kuwatir kualat… nggih Mas?)Mas Bud, Mbah (Kyai) Wahab, Mas Oni, Pak Rur (Kyai Moh. Masyrur), dan entah siapa lagi yang akan saya baca beberapa hari ke depan ini) adalah nama-nama dalam keseharian saya sampai sekitar 37 tahun yang lalu, dijejer di satu blog yang sangat interaktif..
    Apa jadinya kalau SO tidak juara BBCo9, dan isteri saya tak nyeletuk pagi2 awal minggu ini (tantang BBC09) : “wah juaranya Sulang Online”..??? (dia ikut ndaftar BBC09 aja, nggak ngirim artikel, mana bisa menang)
    Selamat dan BRAVO!! SO.. pantas dapat juara. Interaktifnya itu lho yang agak aneh dan khas, isi maupun cara menampilkannya. Diselingi Mas Kidhal dengan pitutur dan stimulasinya. Sulang banget..!!
    (selebihnya : sekedhap nggih, maca SO-ne isik durung rampung dan taneg)

  2. @ mas hang : wa…, kedeteksi sudah. ini Mas Yuhan putranya Bpk. Soepar (alm.). panggilannya : HANG. seangkatan dengan mas Kung/Fatchurrahman pak Makhali (alm).
    Ada kabar apa mas dari Bandung? Monggo ditunggu tuturceritanya tentang Sulang dalam memori mas Hang. Mas Yudh, mba Tyas, mas Arif, sekalian saja diajak biar ngrembuyung.

    Jangan bosan untuk berkunjung di Sulang on-line, mas. Salam untuk keluarga.

  3. Wah telat aku..
    Tahun 1969-1970 diparingi “tali jiwo” Mas Bud, enak banget. 40 tahun kemudian pas panen tali jiwo di rumah, yang saya kenang satu orang : Mas Bud..

    (nepangaken: hang, sekelas kalian Mbak Yun../Wahyuni)

  4. ya ya ya saluuuut. Saya sekedar melengkapi nama-nama yang dimaksud Mas Sabdopalon ; (1) Bud : Budi Sudiyanto, (2) Luluk : Budi Waluyo, (3) Yun : Sri Wahyuni, (4)Lilik : Budi Wibowo, (5) Hon : Budi Poncobuwono, (6)Hohok : Budi Nugroho,(7) Dodo : Budi Widodo. (khusus buat Dusone harap dicatat,siapa tahu ada ulangan, oce men?)

  5. saya cukup mengenal mereka bertujuh bersaudara, karena seperti yang sudah pernah saya tulis dalam ‘keluargaku’, mereka termasuk keluarga awl saya ketika pertama kali masuk sulang….bapak saya pernah tinggal cukup lama di rumah beliau [mbah ngadjam]…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s