Sulang Safety Riding Awareness

Berkendara muter muter Sulang memang masih bisa dibilang “aman”, bayangkan saja jalanan Sulang masih belum ramai banget, kita juga gak perlu takut kena semprit pak pulisi walau gak pake helm apalagi kalau sekedar boncengan “cenglu”, namun lalulintas yang tidak crowded bukan jaminan bahaya berkendara tidak mengintai pengendara yang sembrono, Mas Didik Salambanu kasih pesan buat kita nih Bro! Bahasanya ala Cinta Laura. Madar Kawa!


Waspadai Daerah Rawan Kecelakaan di Sulang!!!

Teks: Didik Salambanu

Musibah di jalan raya bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan kondisi apapun. Terus bertambahnya angka kecelakaan tak lepas dari pesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan tanpa diimbangi laju penambahan volume dan kualitas jalan yang memadai sehingga menciptakan situasi yang abnormal dan crowded di jalan raya.

Ada tiga faktor penyebab kecelakaan yaitu manusia (pengendara), kendaraan dan lingkungan (jalan raya). Dan berdasar data statistik, faktor kelalaian manusia (human error) adalah penyumpang terbesar bagi musibah yang terjadi di jalan raya. Kesalahan pengendara umumnya dilatarbelakangi ketidakterampilan berkendara, rendahnya disiplin dan etika dalam berlalu lintas (termasuk ketaatan pada rambu dan tanda lalu lintas), serta kondisi fisik dan tingkat emosinya.

Dengan berbagai latar belakang rencana, kepentingan, karakter, dan kondisi fisik para pengguna jalan berinteraksi di jalan raya, berbagai kemungkinan bisa terjadi. Perjalanan yang jauh, kondisi jalan yang rusak berat, cuaca yang panas, dan perilaku massa yang dipicu oleh kerumunan puluhan kendaraan di suatu tempat tertentu dapat membuat keadaannya menjadi lebih buruk.

Peran kita sebagai salah satu pengguna jalan adalah meminimalisir faktor penyebab kecelakaan. Bukan sekedar asal bisa “nyetir” kendaraan, tetapi bagaimana mengemudi yang aman, taat dan patuh tata tertib dan rambu-rambu lalu lintas, menjunjung tinggi aspek keselamatan bersama dan menghargai hak antar sesama pemakai jalan. Istilah di dunia otomotif-nya adalah safety driving.

Kalau bukan mulai dari diri kita, kepada siapa asa ini digantungkan?

Tulisan berikut ini tersusun berdasar pengamatan dan pengalaman menyusuri jalanan di wilayah Kecamatan Sulang, yang saya anggap rawan terjadinya kecelakaan sehingga butuh perhatian dan kewaspadaan ekstra dari pengendara kendaraan bermotor ketika akan melaluinya .

1. Perempatan Sulang

Area pertemuan jalur Rembang-Blora dan Sumber-Gunem ini sangat berpotensi penyebab terjadinya kecelakaan.

Alasan :

1. Posisi persilangan tepat berada di turunan curam dari arah Rembang ke Blora serta jalur menurun dari arah Sumber ke Gunem.
2. Posisi pandangan terbatas (blind spot), karena terhalang oleh bangunan toko dan rumah yang hampir berdekatan dengan badan jalan, sehingga sulit untuk melihat kendaraan dari arah lain.
3. Lampu kuning tanda peringatan masih kurang aman bila kondisi perempatan Sulang ramai, semestinya dipasang traffic light
4. Banyaknya angkudes dan minibus yang ‘ngetem’ di pojok perempatan yang terkadang memakai badan jalan

2. “The Grey Area” Sambongan

Jalur ini terletak di Km 11-12 jalur Rembang-Blora, membujur mulai Kantor Polsek Sulang hingga Kantor KUD Sulang. Berkali-kali kecelakaan terjadi, hampir puluhan nyawa melayang sia-sia di jalur ini. Bahkan bisa disebut Daerah Sambongan adalah salah satu jalur tengkorak rute Rembang-Blora.

Alasan :

1. Kondisi jalan yang lebar dan mulus sehingga menantang pengemudi untuk memacu laju kendaraan
2. Tikungan zig zag yang tidak terputus mulai dari depan Polsek Sulang hingga Kantor KUD Sulang
3. Coverage area pandangan pengemudi terbatas, sehingga kendaraan dari arah lain kurang terlihat
4. Jalan tanpa marka jalan, sehingga sulit bagi pengendara untuk menentukan batas titik tengah jalan

3. Drojogan Tanjung

Lokasinya yang terletak di Km 2 jalur Sulang-Sumber ini juga rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang sempit dengan kanan kiri tebing tanah yang lumayan tinggi sehingga menghalangi pandangan, dengan turunan curam diakhiri belokan tajam di ujung turunan sangat rentan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Selain itu tebing ini juga rawan longsor di musim penghujan akibat tanaman penyangga di kanan kirinya sudah banyak berkurang.

4. Perbukitan Landoh Lor

Area ini membentang mulai Bong Cino, Gedung GOR, Entry Road Kerep, Areal Pemakaman Landoh hingga Jembatan Landoh Lor di Km 6-8 Jalur Rembang-Blora. Kontur jalan yang naik turun, dipenuhi kelokan dan tikungan tajam, dan kondisi jalan yang rusak dan bergelombang seolah saling melengkapi menjadikan daerah ini area “high risk accident” bagi pengguna jalan.

5. Chicane Nggersapi

Dua tikungan tajam hampir 90 deg yang saling berurutan dan seolah membentuk huruf Z ini terletak di jalur Sulang-Gunem Km 4. Kondisi jalan yang sempit meskipun mulus dan efek blind spot akibat tebing yang menghalang pandangan, menjadikan tikungan ini menantang sekaligus mematikan.

6. Kelok 4 Kemadu

Tipikalnya hampir sama dengan chicane Nggersapi, meski sudut tikungannya tidak setajam Nggersapi. Kelokan double letter S ini terletak antara Pondok Pesantren Mbah Sahid hingga Jembatan Nyikaran. Kondisi jalan yang kurang mulus dan penuh menikung, badan jalan jauh lebih tinggi dari permukaan tanah di sekelilingnya, siap-siap menjerumuskan kendaraan yang “out of control” di trek ini.

Kalau di Sumatra Barat kita kenal kelok 44, maka di Kemadu cukup kita namai Kelok 4.

Paparan saya ini bukan berarti bahwa diluar kelima daerah di atas kita boleh lengah dan sembrono membawa kendaraan, namun tetap saja di jalanan manapun dibutuhkan kehati-hatian dan kewaspadaan dalam berlalu lintas.

Silahkan kalau mau ditambahkan daerah lain yang rawan kecelakaan karena ini hanya pendapat saya pribadi. Dan semoga artikel ini bisa menjadi reminder khususnya bagi saya sendiri dan umumnya warga Sulang lainnya bahwa segala kemungkinan terburuk bisa terjadi di jalan raya bila kita lengah, tidak konsentrasi sewaktu berkendara, kurang mengenal medan dan mengabaikan faktor penyebab kecelakaan.

Keep on Safety Driving!

12 thoughts on “Sulang Safety Riding Awareness

  1. lampu kuning iku tondo lampu tanda kita harus tancap gassssss…..berkecapatan tinggi, karena kalau sudah merah nanti harus berhenti, so bagi pemuda biasanya githu dehh………….(wong ngawur)

    setiap langkah ….bismillah….selesai …..alhamdulillah…..insya Allah ….selamat dehhhh.oke!!!!!!

  2. mas didik, tambah siji ya.! per3an BRI sampe jembatan branglor. alasannya. jalannya turunan n sedikit mbelok. disitu y sering terjadi kecelakaan. contoh: (1) tonggoku pernah ditabrak mobil soko mburi pas arep mbelok nganan ne per3an BRI. (2) mbiyen selender y pernah masuk sungai pas rem blong nganti merengut nyawa. pokoke ati2 ae nek jalan g perlu ngebut ugal2an sing penting sampe tujuan, n yang harus diperhatikan juga persiapan kendaraan n surat2nya sebelum berangkat, jangan lupa berdoa agar selamat. ok

  3. ya ya ya ya ya

    yang jelas kita tidak bisa menyalahkan sepihak saja

    tidak hanya kondisi jalan saja

    tapi penting juga masalah pengemdara dan pengemudi dan kusirnya

    jangan sembrono

    hati hati dan selalu konsentrasi

    yang hati hati aja kadang sial gmna yang sembrono

    ingat ingat kata bang pi’i

  4. aku wis membuktikan dewe betapa gak enaknya jatuh diturunan curam gersapi..wkt it malam minggu aku boncengan ma seorang teman naek sepeda onthel..krn g bs kendalikan n rem blong,akhiripun ya..gubrak..jatuh deh,,kakiku berdarah n terkilir juga pinggangku lha temenku wajahnya bengep kaya abis dipukuli..udah gitu,minggu paginya foto ktp..bisa dibayangin deh bentuk foto di ktpnya..

  5. Pertigaan yang merupakan pertemuan antara Tegalgedhe dan jalan Sulang Pamotan juga gawat, tuh. Hati-hati. Tapi yang kuprihatinkan lebih pada perilaku saudara-saudara dalam berkendara. Sudah tidak berhelm, naik motornya mbleyer-mbleyer, plengakan, sambil udud, trus kalo mbelok tidak ngeplang. Depan Pasar itu termasuk yang sering terjadi.

  6. perempatan sulang itu kalo kebetulan jalan dari arah barat (tanjung)bagi yang belum pernah lewat sulang biasanya bablas saja nggak tahu kalo itu ada perempatan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s