Kinaj, Maestro Man to Man Marking

Imposible is nothing. Etos dan semangat pak lurah kita untuk maju yang perlu kita teladani.

Teks: Sabdopalon

“Ki…naj, ki…naj, ki…naj” Umar kecil dan kawan-kawan dengan bersemangat memanggil tokoh sepakbola satu ini dari pinggir lapangan di depan rumah om Marju. Sesekali dihampirinya dengan keusilan seorang anak kecil, didorong-dorongnya pantat Kinaj; dan Umar kecil berlari-lari ke tengah lapangan lapangan meneruskan kegembiraannya sebelum pertandingan dimulai.

Dari semua pesepakbola Sulang, mungkin Kinaj yang paling poluler dan paling banyak dipanggil-panggil namanya terutama oleh anak-anak kecil. Tak terbantahkan, Kinaj telah menjadi ikon sepakbola bagi anak-anak Sulang. Setidaknya kegembiraan anak-anak datang bersama kehadiran Kinaj di lapangan.

Tapi bukan itu yang membuat Kinaj masuk dalam hall of fame sepakbola Sulang. Disiplin menjaga pemain lawan. Inilah ciri khas Kinaj di lapangan mirip-mirip cara bayan Puji dalam mengawal pemain lawan : man to man marking. Menjaga satu pemain lawan hingga pemain lawan tersebut terampun-ampun. Saking disiplinnya, sering memunculkan kejadian-kejadian lucu selama pertandingan.

Disiplin menjaga daerah pertahanannya, ini menjadi kunci setiap pertandingan yang dilaluinya. Mungkin dalam bawah sadar Kinaj, ketika harus mengamankan daerah pertahanannya sampai-sampai harus memegang pinggang ataupun menggandeng tangan untuk menahan laju gerakan tanpa bola pemain lawan padahal bola jelas-jelas jauh dari kedua pemain tersebut. Pemandangan ini menjadi momen yang menghibur penonton, lucu memang. Ketika pemain lawan berusaha untuk mencari daerah yang kosong untuk meminta umpan; Kinaj dengan mati-matian berlari mengejar pemain lawan tersebut padahal bola masih jauh darinya. Atau ketika terjadi bola mati menunggu untuk ditendang, Kinaj akan mendampingi pemain lawan bersangkutan kemanapun dia berjalan bahkan kalau perlu digandeng tangannya. Dari pinggir lapangan akan terlihat pemandangan lucu. Tapi tidak demikian dengan Kinaj. Ini adalah sebentuk mengamankan daerah pertahanannya dengan disiplin tinggi. Filosofinya adalah satu pemain lawan dijaga satu orang. Kemanapun pemain lawan itu bergerak.

Uniknya, kepopuleran Kinaj, terutama bagi anak-anak kecil, tidak hanya di lapangan. Di luar lapangan, di jalan, di lapangan, dimanapun ketika berjumpa, Umar kecil dan gerombolannya akan bersemangat memanggil nama sang idola : Ki…naj, Ki…naj, Ki…naj.

Setelah tidak aktif sebagai pesepakbola, Kinaj menggeluti usaha jasa konstruksi (pemborong) dan saat ini menjadi petinggi Sulang. Petinggi Kinaj. Inilah buah kedisiplinannya yang tergambar dalam jejak rekam sepak terjangnya mengamankan setiap jengkal daerah pertahanan tim sepakbola Sulang.

Pak inggi Kijan, lapangan Sulang wis suwe sepi ra ono bal-balan yang memberikan gairah, keceriaan, dan kegembiraan bagi penonton, terutama cah-cah cilik. Ayolah bikin lapangan Sulang menjadi bergairah kembali dengan sepakbolanya. Lahirkanlah kembali Kinaj-Kinaj lain yang selalu menghadirkan keceriaan bagi anak-anak Sulang. Di lapangan. Dan di luar lapangan. (SP)

10 thoughts on “Kinaj, Maestro Man to Man Marking

  1. Betul usule mas opo mbak pu3 (karepe mungkin Putri), sebab entri yang ini mau tak pake sbg alat promo dan provo pada beliaunya. Kalok bisa dicarikan foto uniform Kades yang warna putih, ben kayak Pak Bibit Waluyo. Duitor mesti bisa. Okai, Du?

  2. Mbak Pu3_ayoe yang manis ( Udah Ayu manis lagi ), thanks udah mampir di blog kita ini. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan tampilkan foto Pak Kijan seperti yang mbak Pu3 inginkan. Jadi tetep kunjungi terus blog kita ini.

    Salam.
    Duitor.

  3. nah ini yg ditunggu2..petinggi kinaj..aku agek ape usul kok malah wis mecungul ndisik…piye trekrekod’e ‘hang-pram-tris-udin-lopes-kolil-dsbg’?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s