Joko, the Silent Hero

Teks Sabdopalon

 

Sebelumnya saya minta maaf kalau salah dalam menyebutkan nama pemain yang satu ini. Penyerang tengah dengan ketenangan ala Garry Linneker, dingin dalam mengeksekusi bola di depan gawang lawan. Kecuali bagi pesepakbola Sulang, sepak terjang Joko relatif sepi dari hiruk-pikuk dan jarang dikenang. Ini agak mengherankan untuk ukuran penyerang tengah seproduktif dia dan banyak membawa kejayaan dunia sepakbola Sulang pada jamannya.

Kelebihan Joko adalah efektifitas dalam bermain, penempatan diri yang pas serta dalam duel-duel bola atas. Meskipun tidak terlalu tinggi, Joko mampu menempatkan diri pada wilayah yang tidak terjaga pemain lawan sehingga umpan-umpan yang mengarah ke gawang dapat dimaksimalkannya dengan sentuhan akhir baik sundulan maupun tendangan volley yang terarah.

Joko juga memiliki gerakan tanpa bola yang cukup efektif sehingga sering lepas dari pengawalan pemain lawan. Selain memerlukan latihan yang intensif, gerakan tanpa bola yang efektif merupakan instink yang hanya dimiliki seorang penyerang murni. Dan Joko telah memenuhi syarat itu. Sehingga baginya ketika bola telah berada di kakinya di dalam kotak penalti lawan, artinya penonton bola Sulang akan segera berteriak kegirangan : Go…oool.

Gerakan tanpa bola, penempatan diri yang pas, serta sontekan ataupun sundulan yang mematikan meskipun tidak terlalu keras telah menjadi ciri khas Joko pada masa kejayaannya. Sebenarnya tendangan yang keras adalah ciri khasnya, namun dalam penyelesaian akhir dia sering melakukan dengan sentuhan yang efektif dan tidak harus keras. Dan dengan talentanya, Sulang pantas berterima kasih atas jasa-jasanya. Seorang penyerang tengah yang dingin dalam mengeksekusi gol demi gol sedingin selebrasi yang dilakukannya setelah membikin gol. Seorang penyerang murni dengan satu peluang berarti satu gol tercipta.

Mungkin karena sering membikin gol, membuat Joko kebingungan bagaimana merayakan gol demi gol yang telah banyak diciptakannya. Saking bingungnya malah membuatnya terdiam tanpa ekspresi atas gol yang baru aja diceploskan ke gawang lawan. Ya…hampir-hampir tanpa ekspresi. Dingin. Ini yang menjadi alasan kenapa saya memberikan gelar silent hero pada Joko. Penyerang murni yang hampir-hampir luput dari hingar-bingar persepakbolaan Sulang.

Jika anda masih mengingat gol yang diciptakan Gary Lineker pada Piala Dunia 1986 ketika Inggris dikalahkan 2-1 oleh Argentina, kira-kira begitulah gaya Joko di masa keemasannya dalam membikin gol; bergerak mencari tempat yang tidak terjaga pemain lawan dan dalam waktu sekejap melompat dan memberikan sentuhan akhir dengan sundulan yang terarah. Dan gol. Berlari ke tengah lapangan tanpa selebrasi, menunggu pemain lawan memulai tendangan di titik tengah lapangan. Dingin.

Setelah tidak aktif bermain, Joko sempat ikut mengurusi yuniornya baik di Perses maupun Buana 82. Sekali lagi kalau ada kesalahan penyebutan nama, pada yang bersangkutan saya minta maaf dan mohon dikoreksi. Kalau gak salah rumahnya di Tegalsari.  Mau berbagi tentang bermain sepakbola yang efektif bagi pemain muda Sulang, Mas? (SP)

6 thoughts on “Joko, the Silent Hero

  1. Mas Joko Waluyo tinggal di Nggalsari dalam (depan rumah Ngus). Dia putra Alm Mbah Sungkono (lor kreteg). Saudara sekandung dg Abu dan Sugeng (sopir). Kalok kurang jelas, dia sdr sepupu dg Mbak Puk Yoga. Gimana Wep? okai?

  2. Tak ucapin salut dulu buat Eyange Sabdo yang telah berhasil merepro, mengeksplor mutiara2 terpendam Sulang Putbol. Sungguh fantastik, sebab saya tahu persis rentang waktu yang cukup jauh antara Mas Joko (Djoko Walujo) dengan Eyange Sabdo. Mas Djoko seusia sedikit di atas saya, saat ini berusia lebih dari 56 th (baru beberapa bulan yg lalu telah pensiun dari Penjaga SD Kemadu, tapi dia lebih populer sbg mantan Ketua Paguyuban Ojek Sulang).
    Kalo Eyange Sabdo memberikan julukan “Lineker” bagi Mas Joko, saya mau menambah dia itu style nya juga mirip dg Paulo Rossi (Italy). Cuman masa jayanya lebih duluan Mas Joko lho! Barangkali malah Rossi yang niru Mas Joko. Eng ing eeeng (suara seperti ini memang sering keluar dari bibir Mas Joko ketika selebrasi. Kalo Dusone gak ngandel, silakan dicek ama yg bersangkutan, okai, Duz?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s