Ut, Sepakbola Tanpa Batas

Teks: Sabdopalon

 

Sayang sekali, untuk satu tokoh sepakbola Sulang ini mungkin datanya tidak begitu lengkap. Bahkan nama lengkapnya pun, saya tidak pernah tahu. Mungkin namanya Utomo. Kalo ada yang tahu atau yang bersangkutan sendiri sempat membacanya silakan di-update untuk menambah data yang sudah ada.

Peran Ut dalam tim sepakbola Sulang hampir mirip dengan Kang Ci. Kalo disederhanakan, Ut merupakan penerus dari sang legenda Kang Ci. Sebagai pesepakbola, Ut memiliki ketenangan yang luar biasa. Inilah salah satu kelebihan Ut, meskipun tidak terlalu lama berkiprah di kancah sepakbola Sulang, namun ketenangannya di lapangan telah menorehkan tinta emas yang patut dicatat dalam lembaran sepakbola Sulang. Setiap laga dijalaninya hampir-hampir tanpa emosi yang meledak-ledak.

Pada masanya, Ut adalah pemain jangkar bagi tim Sulang dengan kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya. Berduet dengan siapapun, Ut selalu siap mengorganisir pertahanan serta menyusun serangan tim sepakbola Sulang. Ketenangannya sempat ditularkan pada yuniornya Budi (adiknya Heri lopes). Duet keduanya mampu meredam emosi tim yang sering meledak-ledak. Sayangnya, keduanya tidak terlalu lama berkiprah di sepakbola Sulang untuk melanjutnya kehidupan di kota lain. Namun sepak terjangnya di kancah persepakbolaan Sulang tetaplah memberikan andil yang sangat berarti. Aturan main, garis lapangan, serta kepemimpinan sang pengadil, itulah batasnya. Selebihnya setiap kita memiliki kesempatan yang sama untuk bersepakbola, berceria, dan bergembira.

Ketenangan, kemampuan membaca permainan lawan serta mengorganisir rekan-rekannya itulah yang mengantarkan Ut menjadi salah satu kapten yang pernah dimiliki tim sepakbola Sulang. Sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat kondisi perpolitikan di Rembang ataupun di Indonesia secara umum masih terjadi diskriminasi RAS dan terbawa dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Namun kondisi tersebut tidak berlaku di Sulang. Setidaknya Ut dengan ban kapten di lengannya telah memberikan bukti: sepakbola tanpa batas. Sepakbola yang telah melewati batas-batas psikologis suku, agama, dan ras. Pijakannya adalah dengan memandang kesejajaran martabat manusia.

Bermain dengan kepala dingin adalah gambaran bahwa sepakbola bagi Ut adalah kegembiraan. Terima kasih mas Ut. Kalo sempat membacanya, sekali-kali pulanglah ke Sulang, rumah dimana kita pernah merasakan air dari kali yang sama. Tularkan virus-virus sepakbola tanpa batas. Dimanapun. Kapanpun. Dan bagi siapapun. (SP)

25 thoughts on “Ut, Sepakbola Tanpa Batas

  1. Hari2 ini adalah hari yang sangat berat bagi kita semua. Berita jatuhnya Air Asia QZ-8501 telah menguras perhatian kita semua. Soesilo Utomo, Suriani Usin dan Elbert Soesilo termasuk yang ada di pesawat tsb.
    Walaupun terlihat mustahil kita harus selalu berharap ada mujijat dalam setiap perkara. Hari ini kita harus tetap berharap. Kita berharap ada hari esok untukmu saudara2ku.

  2. Wah ! Komen saya ttg Dusone “C7” Yarcho harusnya masuk di sini. Tapi sdh terlanjur nyasar di Pitbull je. Mohon sorry yes, Duz!

  3. Ooo, ya ya, mudheng saya, koko San ini putra dari alm. Koh Dyan. Mamahnya misih buka usaha di Sulang perempatan ke barat. Cukup maju koq tokonya. Kalok koko San ini barangkali yg profilnya mirip Liem Swie King itu ya? Wah apa kabar Ko, jadi orang sukses di Surabaya ya. Yok jangan lupa bagi2 pengalaman sekalian jalin kerukunan di Sulang Online. Yak opo’o ko’en Cak. Kamsia banget nggih!

  4. San iku adike Sugeng ro Sugik pak Kidh. Dhisik omahe lore pak Kardi “sang pengadil”, terus pindah ning prapatan arah Tanjung.
    Awakmu yo terkenal kok dus: gelandang lapangan brangtengah sing nek nggirng bal “meliuk-liuk” ning antarane wit klopo.

  5. Wn kenal aq nggak ya? (pasti nggak, tak jawab dhewe, Duz) Tapi aq pengin berakrab-akrab dg Anda meski mung di intenyeknyekan. Okai

  6. SP ??? Siapa ya ??
    Sing aku tahu cuma UUD aja.

    Maklum sudah 20 tahun nggak exist di Sulang. Kalo di Sulang cuma sempat mampir minum aja.
    Kalo nggak ada sing kenal aku, itu sih sudah biasa. Berhitung sendiri 20 tahun yang lalu masih usia berapa ???

  7. halo koh San. Piye kabarmu? Ning ndi saiki? Wn ini dalam terawangan saya kalo ga adalah Wono Santoso; pebulutangkis yang sebenarnya penuh bakat. Pebulutangkis dengan type permainan ala Han Jian, sabar, telaten, dengan penempatan bola (shutlle cock) yang akurat. Begitu Wn?

  8. Ut, panggilannya. Nama lengkapnya Susilo Utomo. Heri, Budi dan Ut itu masih saudara sepupu. Budi bukan juniornya, tapi selevel karena umurnya hampir sama. Kalo Ut, saat ini di Surabaya. Di Surabaya dia jadi enterprenaur sukses dan bolehlah menjadi contoh kawula muda Sulang dalam perjuangan menuju sukses, kerja keras dan ketekunan. Di Surabaya, Ut sempat menjadi pioner untuk menggalang Anak Sulang dan sekitarnya yang merantau di Surabaya sekitar 3 tahun yang lalu. Untuk lebih jelasnya mengenai organisasi ini bisa ditanyakan ke Orang Sulang yang tinggal di Surabaya.
    Sedangkan Budi, sejak SMP sudah meranatu ke Medan beberapa tahun. Sehingga Budi tidak terlalu lama Exist di Sulang terutama dalam hal memajukan sepak bola di Sulang (sebenarnya bakatnya besar). Tetapi sekarang Budi ada di Surabaya (tepatnya di Sidoarjo). Heri Lopes ??? Aku gak tahu tepatnya di mana. Yang saya dengar sekitar Jakarta, tangerang atau Banten. itu yang aku dengar.

  9. Soccer without borders (sepak bola tanpa batas) karya SP mengingatkan pada saya bahwa Sulang punya potensi akulturasi cukup baik. Tentang Ut sang Kapten sipit ini saya lupa2 ingat. Apakah anak Bah Kim ya? Salut buat Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s