Gendruwo dan Dunia Hiburan Kita

Maap, Sodara-sodara. Editor tidak berhasil menemukan gambar gendruwo. Sebagai gantinya silahkan dinikmati gambar telo gendruwo saja, ya. Maap banget.

Teks: Youdil Arif

Matahari sudah tergelincir pelan dan tenggelam di barat. Sinar jingganya meninggalkan jejak gelap meliputi seluruh tempat. Gelap yang menyimpan sesuatu yang tak terlihat yang lalu dikira-kira sendiri menurut kita kalo di kegelapan itu ada gederuwonya. Walaupun berani sumpah monyet rata-rata belum pernah melihat makhluk itu yang paling-paling katanya atau ceritanya genderuwo itu begini-begitu kemudian lama tersimpan dalam memori otak kita dan ketika sendirian  membayangkan sedikit-sedikit ternyata kok menakutkan juga.

Cerita genderuwo terus berlanjut tentang di mana lokasi tempat tinggal atau tempat yang cenderung ditinggali makhluk itu yang tersebar cepat dan merata serupa dengan gelombang radiasi yang tentu ditambah-tambahinya nggak kira-kira biar tambah seru ceritanya. Maka semakin tidak karuan takutnya ketika melewati lokasi-lokasi tersebut sehingga tidak ada pilihan lain kecuali lari sekencangnya bagai maling menembus kegelapan.

Seperti yang kita tahu bersama di ndeso Sulang itu menyimpan banyak lokasi strategis untuk didiami makhluk halus (katanya) yang umumnya memang ketika malam lokasi tersebut gelap-gelapan tanpa lampu. Sebut saja kawasan kawedanan yang memang dulu itu berdiri dua pohon berumur tua yang berada tepat di tengah lapangan kawedanan dan sekitarnya. Juga gedung-gedung tua buatan Belanda yang berdiri kokoh dan kalo malam terlihat gelap yang memunculkan cerita-cerita horor tentang penampakan mulai dari pocong hingga endas gemblundung. Tentu saja cerita tersebut kabar kabur tidak tahu juntrungnya dari mana yang pokoknya sukses buat nakut-nakutin orang.

Jembatan-jembatan yang ada di Sulang juga tak luput dari citra horor yang tak kalah banyaknya menghasilkan cerita-cerita penampakan meracuni imajinasi anak-anak jadul. Dan masih banyak lagi tempat-tempat atau sudut-sudut tempat gelap di Sulang yang menyimpan cerita dibaliknya yang umumya bertemakan makhluk halus.

Disadari atau tidak cerita-cerita horor berbau klenik itu sudah menjadi bagian budaya kita bahkan menurut satu sumber penelitian memang sebagian besar orang Asia mempercayai hal tersebut. Berbeda dengan orang barat yang rata-rata tidak percaya dengan hal-hal irasional mengangap gendruwo dkk itu tak ubahnya monster yang tentu saja cuma ada di film-film Hollywood. Tapi jangan samakan film horor Hollywood dengan film horor buatan dalam negeri yang umumnya berjudul setting tempat yang memang dianggap wingit oleh sebagian besar masyarakat kita sebut saja kuburan, jembatan, rumah tua, gedung tua kamar jenazah rumah sakit sampai mobil bekas ambulan jenazah. Walaupun begitu dari jaman Benyamin sampai Dian Sastro, film horor khas Indonesia itu nggak kehabisan penonton bahkan sampai box office.

Keberhasilan film-film horor agaknya membuat iri dunia pertelivisian yang kemudian ikut-ikutan bikin acara horor-hororan baik itu berbentuk sinetron maupun reality show. “Dunia lain” dan” Pemburu Hantu” langsung menciptakan imej baru tentang gendruwo dan kawan-kawannya di samping menakutkan juga menghibur banyak orang. Parahnya, ini mengubah paradigma hubungan antara genderuwo dengan dunia hiburan menjadi semacam hubungan simbiosis mutualisme. Dan atas jasa acara-acara itulah kita akhirnya tahu sendiri bagaimana genderuwo itu, yang ternyata bisa dimasukkan dalam sebuah botol.

Dunia memang sudah edan, mungkin kalo mbah Ronggo (Ronggowarsito) masih hidup akan gedhek-gedhek sekaligus manthuk-manthuk. Gedhek-gedhek karena hueran dengan kelakuan manusia jaman sekarang lalu manthuk-manthuk karena gambaran manusia dalam Serat Kalatida bikinan Beliau itu terbukti (amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi, milu edan nora nahan, yen tan milu anglakoni, boya kaduman melik, kaliren wekasanipun).

Hubungan genderuwo dan dunia hiburan itu terbukti tidak bertahan lama dan menuai banyak protes dari banyak kalangan dan agaknya genderuwo dan kawan-kawannya itu juga protes dengan caranya sendiri memasuki jiwa-jiwa kosong kemudian menggelepar liar bagai srigala mengamuk di sekolah-sekolah dan dipabrik-pabrik di seluruh negri, ndilalah karsa Allah, begja-begjane kang lali luwih begja kang eling lawan waspada. Mbah Ronggo kembali gedhek-gedhek sekaligus manthuk-manthuk lagi.

24 thoughts on “Gendruwo dan Dunia Hiburan Kita

  1. keluar anune apa sih iku jenenge anu iku lho ngonok’ane. Apa leh sing iku lho. halah anu iku lho. Maksude gendruwone gak metu dadi aku wani metu.

  2. Wah! Duitor mesti OL di sebelahe Hik, sebabe Pnet sapi’i nya mogok terus, Kantor Redaksi SO suwung, sehingga diambil alih jadi Mabes Gendruwo.
    Saya aman, ithik2 dik Sapinah di rumah. Ngiras ngirus belajar shobar. Innallooha ma’as shoobirun (kata Gus Baha’)

  3. Sugeng nDalu Mas CaPas n P Kidhal. Sulang ujan rintik rintik, Gendruwo pada takut keluar, mundak melempem jare. Jadi aku berani keluyuran.

  4. Hasil wawancara imajiner “triangel spiritual area” (Bandung-Malang-Jeporo) terbukti bahwa hipotesis setengah diterima, artinya ada hubungan setengah significan antara Gendruwo dan telo. Sedangkan gendruwo gendruwo era global lebih suka berhubungan intim dengan Mbak Dewi Rupi’ah …..

  5. piye pak Kidhal opo sudah dapat wangsit dari ritualnya..opo sajen rokoknya ditambah sebungkus lagi..biar tambah gayeng njagongnya..

  6. yo ud,tapi cah2 jaman sekarang opo masih takut seperti cah2 jaman mbiyen,opo malah bertanya-tanya seperti anak-anak punk yang kaosnya bertuliskan:..setan dalam manusia atau manusia dalam setan..

  7. Tidak di barat tidak di timur, yg namanya misteri memang bisa menghibur. Ini merupakan pelarian dari ketidakmampuan nalar untuk nembus ke sana. Simbah Kakung Ronggo saja sampe gedheg2. Ironisnya, misteri malah berkembang biak beranak pinak. Satu blm terpecahkan muncul yang lain lagi.
    Nah ….. saat ini saya tengah mengadakan ritual untuk bisa memecahkan misteri “Simbiosis Mutualisma Antara Gandarwa dan Ketela”. Tolong Gus Gobang dan Duzone bantu saya.

  8. gara2 hari panca, para hantu yg sdh kadung kulina disyuting jd tetep pengen terkenal.berhubung saiki acara ‘donya liya’ wis gak tayang,dadine para hantu golek cara lain ben tetep terkenal,yaiku dg menyusup ke sekulah2 membuat siswane do kesurupan..padahal ada cara ben gak kesurupan,yaiku nek mulih yo sakdurunge qiro’ dadi ora surup..rada awan sitik..hik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s