Amat Anom, Little Maradona dari Santren

mat-anom

Jika Beckham selalu menambah porsi latihannya 2-3 jam sehari, sebenarnya Mat Anom telah melakukannya 25 tahun silam.

Teks: Sabdopalon

 

Tokoh satu ini cukup unik dalam dunia sepakbola Sulang. Sosok yang ingin selalu tampil sempurna dalam penguasaan bola, sehingga gol yang tercipta harus melalui proses yang indah dan sempurna pula. Artinya, semua itu memerlukan kemampuan individu dan stamina yang bagus, serta kerjasama tim yang solid.

Kecintaannya pada sepakbola pada masa keemasannya adalah harga mati. Ini bisa terekam dari usahanya yang selalu berlatih dan memperbaiki kemampuan skill individunya di luar latihan bersama di lapangan. Termasuk latihan sendiri dengan menggantung bola di dahan sawo di lapangan kecil samping rumah pak Ma’mun (santren). Latihannya sederhana, menguasai bola untuk mau mengkikuti kemauannya: passing, heading dan controlling. Dalam istilah sepak bola modern mungkin sebentuk memahami perilaku bola sehingga bukan menjadi beban bagi pemain, namun justru bola bisa mengikuti kemauan pemainnya kemanapun pemain berlari atau mengumpannya. Kemampuan ini sering diperagakan oleh Maradona ketika sedang latihan ataupun sesaat sebelum pertandingan dimulai, dengan memainkan atraksi-atraksi kecil yang menghibur penonton dengan peragaan juggling, menendang bola dengan kaki bersilang, memainkan bola dari satu pundak ke pundak lainnya, serta atraksi-atraksi lainnya.

Latihan di bawah pohon sawo telah menjadikan Mat Anom menjadi pesepakbola Sulang yang memiliki driblling hampir sempurna. Satu spesialisasinya adalah bola-bola mati. Dengan postur tubuhnya yang tidak terlalu ideal untuk pesepakbola, Mat Anom menutup kekurangannya dengan skill individu yang bagus. Meskipun driblingnya bagus, gol-gol yang tercipta lebih banyak dari umpan bola-bola mati, ataupun tendangan bola mati yang bertenaga dan terarah. Mungkin ini salah satu hasil dari usahanya bertapa “ning sor wit sawo”.

Ciri khas lainnya adalah berusaha tampil flamboyan di lapangan. Ketika pemain lain tidak terlalu memikirkan penampilan, justru Mat Anom “sadar penampilan” ketika sedang beraksi di lapangan hijau. Dengan rambut yang klimis belah tengah dengan jambul ditarik sedikit ke depan, kaos yang rapi dengan selalu dimasukkan ke celana, pengaman tulang kering kaki yang tidak pernah lupa, kaos kaki yang bersih, serta deckker tangan. Dalam skuadnya dari jauh pun orang bisa membedakan Mat Anom dengan yang lain. Namun bukan penampilan yang membuat Mat Anom menjadi terkenal di dunia sepakbola Sulang. Kemampuan individu serta keinginan untuk tampil sempurnalah yang menjadikannya salah satu bintang sepakbola Sulang pada masanya.

Kemampuan individu ini tidak jarang merugikan dirinya (bahkan membahayakan dirinya, ini bisa dilihat seringnya cedera terutama cedera ankle. Benar begitu, pak Mat?) terutama dari lawan tanding yang selalu ingin menghadang laju pergerakannya ataupun dari kawannya sendiri (mungkin dianggap egois dengan menahan bola berlama-lama) mengingat sepakbola adalah permainan tim yang menuntut kolektivitas tim; justru kondisi tersebut sering menguntungkan tim sepakbola Sulang, karena penjagaan lawan sering terfokus pada Mat Anom semata sehingga pemain lain lebih bebas bergerak dan menciptakan peluang-peluang sehingga tercipta gol demi gol.

Mat Anom dengan dribling, eksekusi bola mati, maupun penampilan flamboyan di lapangan adalah keindahan lain sepakbola Sulang yang mendahului jamannya. Sebagai seorang perfeksionis, semua itu dicapainya dengan latihan dan usaha yang keras di luar pertandingan. Sebuah proses yang berkesinambungan. Jika Beckham selalu menambah porsi latihannya 2-3 jam sehari, sebenarnya Mat Anom telah melakukannya 25 tahun silam. Terima kasih Pak Mat, mbok cah-cah diajari  agar Sulang melahirkan little Maradona-little Maradona yang lain. (SP)

10 thoughts on “Amat Anom, Little Maradona dari Santren

  1. pak dal,pak mat mbok diajak njagong disini..biar rame,atau biar rame lagi mbikin spanduk SULANG ONLINE dipasang di PENDEXNET…

  2. Sangat setuju banget ….. Mas Sabdopalon silahkan ngulas super star Sulang bol masih banyak koq, ada striker Joko Waluyo, play maker Karyo, ada center back Yanto godeg, de el el …… sekali lagi saya salut pada Anda. Sulang Online makin complete. Ada Dusone Sastrowan, ada Cah Pasar Budoyowan, ada Gus Baha’ Santriwan, ada Gus Gobang Debator, ada Duitor Fenomenal Journalist, ada Kang Thuram Regional News, ada Mbak Inu, Mbak Vivi, Bu Dosen PQ The Lady Contributor, dan U The Fantastic Editor.
    Jalesveva jayamahe Sulang Online (maaf, nyontek semboyan Dusone)

  3. mbah Minhad adalah sesepuhnya sang pengadil/wasit/lipri. Ono sing duwe rekam jejake ga? Sing duwe mbok langsung ae memprofilkan mbah Minhad.

  4. benul,pak,eh..betul..aku sempat kumanan ntn aksine beliau wkt 17an..salah 1 efek negatif dr penguasaan skil spt it selain lawan cenderung melukai,juga orang akan menilainya sebagai individualisegois..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s