Kang Ci, Legend of The Fall

Matur nuwun, Kang Ci, telah memberikan Sulang dengan warna yang indah dari permainan sepakbola.

Teks: Sabdopalon* | Foto: Dwiyoga Nugraha | Model yang dipotong: Editor

Bal-balan. Bagi wong Sulang, olahraga ini cukup memberikan gairah banyak orang. Ya pemain ya penontonnya. Pada masanya (era 80-an) lapangan dengan bal-balannya adalah ruang publik yang banyak didatangi oleh masyarakat Sulang dan sekitarnya. Dan ditunggu-tunggu tentunya. Sing jelas, banyak kejadian menarik selama berlangsungnya bal-balan. Ada transaksi ekonomi meskipun dalam ukuran yang kecil semisal lik Jumini yang jualan hoyog-hoyog, tetel, dan pecel; interaksi sosial lintasgenerasi antara generasinya Umar Kecil dan generasinya Gun Ember atau di atasnya; konflik-konflik ringan antarpenonton maupun pemain dengan dibumbui isu-isu semisal wasit berat sebelah, kecurangan pemain, hingga perdukunan. Yang pasti, insiden-insiden kecil tersebut tidak mengurangi kecerian penonton terlebih Umar dan kawan-kawan sepulang mengaji yang akan berebut memainkan bola ketika jeda permainan.

Kembali ke bal-balan bagi masyarakat Sulang, Kang Ci adalah sosok yang hampir-hampir tidak tergantikan. Pemain penuh bakat pada masanya yang memiliki kemampuan bertahan dan menyusun serangan dengan sama baiknya. Pemain bertahan dengan kemampuan membuat gol-gol lewa sundulan kepalanya. Dengan kemampuannya itu, Kang Ci bagi Perses (Persatuan Sepakbola Sulang) ibarat Beckenbauer-nya Sulang. Sosok dengan determinasi yang sangat tinggi dalam menghadapi setiap pertandaingan yang akan memudahkan pemain lainnya menjalani pertandingan. Menghadapi kesebelasan manapun, penjaga gawang sekaliber mas Harno, mas Darno Kekuk (sebelum berganti julukan yang lebih keren: Bah Dowo), atau mas Bud (I/II), mas Kholil, akan merasa aman di awal pertandingan ketika Kang Ci telah datang dengan sepeda onthel-nya dengan menenteng sepasang sepatu hitamnya ber-strip putih tiga.

Dan saat pertandingan sudah berjalan, pak Karyo, pak Juned, pak Mat Anom, pak Gun, mas Shor, mas Rori, mas Nasir, mas Udin, mas Martono, bayan Puji, petinggi Kinaj, mas Ut, mas Mu “nggaimin” (Ndor), mas Ngah, mak Lampir (mas Khambali), Njur (mas Mansyur), Kipor (mas Rofik), mas Pram, akan dapat lebih berkonsentrasi pada posisinya masing-masing dengan nyaman karena dengan adanya Kang Ci seolah menjadi jaminan keamanan gawang mereka. Dengan menyebut satu per satu pemain andalan Sulang tentu anda bisa mengira-ngira sendiri, Kang Ci bermain pada lintas generasi yang berbeda. Dan hebatnya, selalu eksis dan hampir-hampir tidak tergantikan.

Bagi yang tidak pernah melihat aksi Kang Ci, posisinya yang paling pas adalah libero. Posisi ini memberikan keleluasaan untuk bertahan sekaligus menyusun serangan bahkan membikin gol. Kemampuannya merupakan gabungan antara skilnya Laurent Blanc (kalo ga pernah melihat aksinya Blanc liat aja aksinya Rio Ferdinand), Michael Ballack, dengan daya jelajah sekelas Steven Gerrard. Bisa dibayangkan, tiga karakter berbeda yang tergabung dalam diri Kang Ci telah membuat dunia sepakbola Sulang dengan Perses selalu bergairah & diperhitungkan di kancah persepakbolaan Rembang. Ciri khas Kang Ci adalah membaca keadaan dan mengambil keputusan dalam waktu yang cepat. Passing bolanya yang tidak keras namun presisi baik dengan umpan-umpan lurus ataupun dengan umpan silang memberikan keuntungan bagi pemain-pemain lainnya. Sementara gaya khasnya adalah ketika menghalau bola dengan setengah melompat melakukan tendangan volley, bola dihalau pada arah yang berlawanan dengan arah lompatannya dan bola masih tetap berada di tengah lapangan.

Dengan talenta yang dimilikinya serta kemampuan memimpin rekan-rekannya, ban kapten tim hampir-hampir tidak pernah dilepas dari lengan kirinya. Kang Ci : sebuah legenda sepakbola Sulang yang hampir-hampir tidak tergantikan. Matur nuwun Kang Ci telah memberikan Sulang dengan warna yang indah dari permainan sepakbola. (SP)

* Penulis adalah pemain sepakbola Sulang era 90-an. Pernah mengantar Timnas Sulang (Buana apa ya?) saat meraih Juara II kompetisi PSIR Junior. Juara I nya PSIR sendiri.

9 thoughts on “Kang Ci, Legend of The Fall

  1. Betul Wep, Kang Ci memang kepernah pakdhemu. Satu lagi kelebihan Kang Ci yaitu profil orang bertipe ‘sedikit bicara banyak kerja’.
    Untuk Duitor tolong digali lebih buanyak lagi tentang bola Sulang, termasuk tokoh perwasitan Sulang. Ada P Minhad, P Yanto Godeg, dll. Wis ben web kita nampung apa saja, kutu2 walang ataga masuk semua. Wi’ih Sulang Online akan jadi situs sejarah yang mungkin bermanfaat untuk generasi anak putu kita. Pasti rrruarrr biasa …..

  2. walah…ada yang berani edit player di Winning Eleven dengan formasi Sulang ? Tak jajale ah.
    Btw aku selalu potong di Kang Ci, orangnya supel dan pasti sering banyak ketawanya kalau lagi motong, gak kawatir kebablasan krn hair style ku selalu plontos.

  3. sipsip..aku tau melu bal2an tp mok sebatas 17an antar rw..tur g tau menang..padahal wis latian terus ng klopo2nan,kawedanan,sd4 lan sinderland..pfuf..btw,ada yg knal dg mbh minhad?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s