Berwisata di Sulang Masa Depan

Teks: Dusone

hari ini aku diajak berjalan-jalan oleh cucuku.
perjalanan ini dimulai dengan melewati sebuah jalan
yang sudah benderang oleh nyala lampu.
lantas, aku teringat dan membandingkan dengan keadaan waktu dulu,
yang masih gelap sebagian, karena terbatasnya aliran listrik.
sehingga tiap kali ada suatu daerah yang gelap,
beredarlah dari mulut ke mulut sebuah cerita seram/ menakutkan.

langit sekarang sudah dipenuhi dengan tower-tower antena
penyedia layanan telekomunikasi.
dahulu, untuk berkomunikasi, orang hanya bisa melakukannya lewat surat/
telegram yang dikirim melalui jasa pos.
sekarang, orang bisa dengan mudah berkomunikasi,
bisa melalui telepon, sms, atau bahkan chatting lewat internet.

sekarang di depan kantor walikota, yang dahulu adalah kantor kecamatan,
sudah berdiri ruko-ruko dengan berbagai outlet yang
menawarkan berbagai macam produk;
jasa telekomunikasi, warung internet, game, kuliner, dan lain-lain.

anak-anak sekarang sudah tidak ada lagi yang bermain
‘benthik-sepongan-gobagsodor-betengan-layangan-nekeran’.
sekarang, semua permainan sudah serba instan-serba digital,
tinggal klik, maka tersajilah semua. ah, aku jadi bernostalgia
dengan masa lampau.

tiba-tiba pikiranku terusik oleh sesuatu,
‘masihkah anak-anak mengingat pahlawan-pahlawan
yang berjuang untuk kemerdekaan negara ini?’
‘ataukah yang sekarang ada di pikiran mereka hanya
“naruto-sinchan-doraemon-batman-superman-daredevil-
spiderman-avatar-inuyasha” dan lain sebagainya, seperti yang
banyak tersaji di layar televisi?’

lewat depan sebuah rumah makan cepat saji [dulu tempat ini adalah warungnya
mbah siatun], dekat ‘jeplakan'[portal], tempat kami [aku dan teman-teman]
dulu sering nongkrong menunggu anak-anak sma lewat, kulihat rumah
makan ini demikian padat pengunjung.

orang-orang sudah berubah menjadi konsumtif,
mungkin karena saking banyaknya insentif yang diberikan oleh pemerintah,
atau memang karena negara ini sudah cukup makmur.

keadaan sudah demikian cepat berubah.
dulu, begitu susah untuk memenuhi keinginan bermain musik,
sekarang, studio sudah begitu banyak tersedia.
dulu, untuk pergi ke keramaian kota saja begitu sulit aksesnya,
sekarang tak usah kemana-mana,
di pusat kota, dulunya adalah lapangan sepakbola ‘kridanggo-karanganyar’,
sudah berdiri dengan megahnya sebuah pusat perbelanjaan,
yang siap menyajikan segala macam bentuk hedonisme.

ah, aku sudah lelah mengikuti perjalanan ini,
hingga tak terasa aku tertidur,
dan terkejut ketika dibangunkan oleh cucuku.

ternyata, semua itu tadi hanya mimpiku saja.
tempat ini masih sama dengan lima-sepuluh tahun yang lalu,
masih saja bermasalah dengan air, kekeringan, dan sebagainya.
sudah berganti-ganti pucuk pimpinan pemerintahan,
tetapi pembangunan dan kemajuan yang diharapkan seakan berjalan dengan lambat.
entah sampai kapan.

25Rajab1429H/28Juli2008
SeninPahing06:43.00AM
JeparaRembangPP
yudhiedusoneyarcho
deadisbeautiful@yahoo.com
CopyRight@2008bydusone

21 thoughts on “Berwisata di Sulang Masa Depan

  1. Sangat buanyak kenyataan kejadian yg berawal dari mimpi. Maka tak heran kalo leluhur kita sangat komit pada yang satu ini, hingga sampe mbuat 3 kategori, antara lain : titiyoni ; gondoyoni ; puspotajem. Semoga mimpi Duz termasuk puspotajem. Ongkriiik brrr …..

  2. aku cuma berandai-andai,agar nanti ‘rejaning jaman’ perencanaan tata kota/desa di sulang tidak menggusur tempat/bangunan bersejarah..

  3. Duz mimpi memang bagus biar ki bisa siap sedini mungkin ojo lali karo asale… Dadi yo maju tapi ojo kaget…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s