Rukun Sulang, Sebuah Upaya Penyusunan Sejarah Kampung

Sulang

Oleh Yudhie Dusone Yarcho

…kota yang baik adalah kota yang bisa menyuguhkan sejarah kota dari waktu ke waktu yang kasat mata, fisik dan visual… [Eko Budihardjo]

Atur pambagyo

Sulit, adalah sebuah kata untuk menggambarkan permasalahan yang saya dapatkan ketika berusaha untuk memperoleh data-data yang seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya tentang asal-muasal sejarah Sulang, yang karena keterbatasan waktu hanya bisa saya lakukan melalui dunia maya.

Ketika memasukkan ‘Sulang’ di sebuah search engine (=dalam hal ini, saya menggunakan google), sangat sedikit sekali (bahkan hampir tidak ada) referensi yang menyajikan data berupa sejarah Sulang. Bahkan di situs Pemkab Rembang, yang notabene adalah penguasa wilayah setempat, pun tidak diperoleh data mengenai sejarah Sulang.

Dan di tengah segala keterbatasan yang ada, saya coba menyajikan apa yang bisa saya tulis sebagai upaya awal untuk menuliskan sejarah Sulang, yang mungkin kelak akan berguna.

Sulang, sebuah definisi

Dalam bahasa Melayu (Kamus Bahasa Melayu Online), Sulang adalah :

1)   Sejenis bekas daripada tembaga untuk menyimpan air

2)   Sejenis bekas daripada tembikar untuk menyimpan minyak goring

Dalam bahasa Kawi, Sulang = suji

Dalam bahasa Indonesia (Kamus Besar Bahasa Indonesia Online), Sulang adalah :

1)   Saling memberikan minuman

2)   Beradu paruh (seperti burung merpati)

3)   Asap lampu yang hitam yang menimbulkan jelaga

Sulang, dan penyebutan dalam tulisan

Dalam “Ensiklopedia Umum” yang disusun oleh Prof. Mr. Ag. Pringgodigdo, Abdul Gaffar Pringgodigdo, dan Hasan Shadily (1977) disebutkan bahwa,”Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo dilahirkan di Sulang, Rembang, Jawa Tengah. Bapaknya adalah seorang mantri kehutanan”

…tentang hal ini, sudah pernah saya dengar sejak lama, meski di beberapa versi yang lain SM Kartosuwiryo memiliki tempat lahir yang berbeda…

Soetandyo Wignyosoebroto (2005), dalam “Pasang Surut Otonomi Daerah: Sebuah Refleksi Perjalanan 100 Tahun”, menyebutkan, “…ada pemberontakan rakyat di desa-desa, misalnya di distrik Pamotan dan Sulang Kabupaten Rembang di bawah pimpinan Sarekat Islam dalam tahun 1916…”

Ahmad Humam ,dalam makalah tentang “Sejarah Desa di Kabupaten Rembang”, yang meski tidak menuliskan tentang sejarah desa Sulang tetapi sempat menyebut nama Sulang dalam tulisannya. Berikut saya kutip tulisannya, “…1440-1490, pada masa pemerintahan Kadipaten Lasem, memerintahkan kepada R. Panji Singopatoko yang dibantu oleh 2 orang prajuritnya Ki Suro Gino dan Ki Suro Gendogo untuk membuka hutan ke arah selatan. Hutan yang dibabat itu dikemudian hari menjadi desa yang sekarang disebut desa Kunir dan desa Sulang…”

Dalam “Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta”, Anto Dhanu Priyo Prabowo menuliskan sejarah lahirnya sebuah desa di Bantul, yang (kebetulan) bernama Sulang, sebagai berikut,”…Desa itu diberi nama Sulang, singkatan dari kesusu ilang (tergesa-gesa hilang)…”

(Belum) Penutup

Demikian sedikit yang dapat saya tulis tentang upaya awal pendokumentasian sejarah Sulang. Tulisan ini terbuka bagi siapa saja yang mungkin memiliki data dan fakta yang lebih banyak-lebih baik-lebih akurat tentang sejarah Sulang.

Sekian, terimakasih.

dusone.wordpress.com

52 thoughts on “Rukun Sulang, Sebuah Upaya Penyusunan Sejarah Kampung

  1. terima kasih info nya walaupun singkat.
    saya pernah tinggal disana tapi lebih masuk kedalam lagi, tepatnya di Ngiri.
    walaupun tinggal disana hanya beberapa tahun, tapi membuat saya tidak pernah melupakan sulang.

  2. Ya monggo
    disini merupakan tumpahan semua analisa setiap warga sulang dan yg merasa sulang…
    Ga ada emosi
    ga ada dendam..
    Monggo sareng2 benai sulang meniko dados sae…
    Hidup memang komplek…
    Tpi pada intinya niatan kita yg didasari itikad untuk merubah hidup kita lebih baik dr skr yg utama…
    Cman semua tetep harus didasari dg hati iklas
    kritik dan saran dibutuhkan di sulang online…
    Bukan hanya kritik saran jg di tunggu
    ttp hrs tetap legowo apabila saran kita mungkin tdk co2k dg sebagian org…
    Yaa..monggo saya tunggu saran2 nya di blog ini…
    Hadapi semua dg kepala dingin dan berfikir realistis…

  3. hm..kenapa njenengan ‘merasa sulang’?berarti masi tidak yakin?harusnya ya ‘memang sulang’..jangan hanya merasa..saya tidak ingin membela siapa-siapa,karena sebenarnya saya bukan siapa-siapa di sulang,saya juga tdak lahir di sulang…mungkin, gelar melihat dari jarak jauh krn sdh tdk tgal d sulang lagi..maka dari itu,kita berinteraksi disini dg 1 tujuan yg sama..’menuju sulang yg lebih baik daripada sebelumnya’..mudah2an kita sepakat…

  4. Aku kurang setuju pendapat Gelar. Aku yang merasa jadi orang Sulang agak tersinggung.
    Apakah anda sudah merasa menyeluruh menganalisa Sulang hingga berani ngomong begitu? Tak kira belum. Dont judge the civilizations by these phenonmenon, dude!
    Sulang tuh Complicated boz. Gak bisa langsung di unduh begitu saja.
    Butuh kerja cerdas buat merubah sulang.

    Pendidikan adalah hak kita bukan, tapi kadang realita memang kejam. Udah lulus cari kerja susahnya minta ampun, buka usaha dananya cumpon.

    Salam kenal. dari orang yang merasa sulang. Saya sering kunjung blog ini tapi baru ini kali komen.
    Piss lho mas/mbak Gelar!

  5. Hemh, aku ya melu manggut2. Kejaba Mbak Intan wis kersa nginguk maneh, angkringnetku wis sehat saiki. Dadi nek gobag sodor karo Gobang, Dusone, Cah Pasar, Mbak Inu, Mas Kuntop, Wowod, Ndura, Henry Gombels, Eonk Mahameru, Duitor, Editor, de el el dapat gayeng maneh. Ongkriiik……….

  6. Jasmerah..alias jangan sampai melupakan sejarah
    Kalu ga salah daerah sulang itu salah satu wewengkon dari Kerajaan jipang Panolan, yang terkenal dengan bupatinya Aryo Jipang atau Aryo Penangsang. menurut babad tanah Jawa Kerajaan Jipang Panolan itu berada di wilayah Blora, yang jaraknya tidak jauh dri Sulang. Aku tidak berani beranalisa banyak..
    Tapi kalau memang kita serius…ingin mengungkap sejarah asal muasal Sulang, ga ada salahnya juga kita investigasi ke beberapa sesepuh tionghoa, karena Rembang tidak lepas dari Ekspansi orang Cina campa, apalagi Lasem yang dikenal sebagai small china town, barangkali bisa menambah data agar lebih empirik.
    Ditambah kalo ada Arkeolog yang mau mampir ke Sulang…siapa tau ada situs2 kerajaan yang masih tertinggal…yang bisa menjawab rasa penasaran kita…

  7. yayayaya

    cuman yang berat duz

    di sulang tuh orang2 nya tuh nangggung

    maksud aku nanggung
    tuh
    mereka semua berpndidikan

    cuman yang masih saya pikirkan polapikir mereka masih banyak yang instan

    padahal di mana 2 yang instan tidak awet lama

    jadi di ajak memulai yang berat amatlah susah

    gmana ya bikin kemajuan sulang dengan merubah sikap yang sperti ini

    mereka yang di pikirkan kayak di tipi2

    padahal kita ko tidak bisa menganalisa dengan cermat tipi bisa mendoktrin kita dari sedikit

    makanya masalah memajukan sulang ini sungguh komplek duz

    survey study kelayakan usaha harus di lakukan di sana \

  8. Wuih ! tumben Duz,sudah browsing. Wah aku wadul you bahwa PendexNett sekarang agak payah nggaleyah. Abiz gimana, dia lha koq tambah eror ini dicariken solusi apa ya, Duz? Saya koq tambah kuwatir.
    Tentang akronim Sulang (tradisional) sementara ada tiga versi, antara lain : (1) Sulang = Kesusu ilang (ada legendanya), (2) Sulang = Asune ilang (ada legendanya), (3) Sulang = Nepsune ilang (legenda baru digali). Maaf, saya cuman sekedar ithik-thik bloger yang lain biar tambah powernya. Nuwun.

  9. (manthuk-manthuk tanda setuju)

    bung edi,’menurut kamus bhs jawa,sulang berarti tunas tebu yg kedua’..bisa d tambah..ocre

  10. It’s verry good …. good …. good …. Saya angkat topi buat Dusone. Untuk itu mari kita respon ide yang cukup brilian ini. Sulang ke depan nanti harus punya jejak rekam sejarah yang cukup representatf. Insyaalloh saya akan coba dukung semampunya. Ndilalah saya juga punya beberapa kenalan yang tergabung dalam komunitas FOKMAS (Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah) Rembang. Dan (ini tidak sekedar obsesi) sekalian kita rintis pendirian FOKMAS Sulang. Kalau rekan-rekan bloger mendukung, FOKMAS kita ini underbow-nya Sulang Online.
    Buat Cah Pasar yang di Dayeuh Bandung, saya setuju banget kalau Situs Tapaan Sulang dijadikan fokus awal objek penelitian. Namun sebenarnya kita di sini sudah mulai kerja awal untuk sejarah Sulang itu sendiri, termasuk cikal bakal pendirian Blog kita ini. Tampak jelas pada substansi Tagline Sulang Online: “MENGENANG TIDAK BERARTI MEMBEKU DI MASA LALU, NAMUN BERTINDAK DAN BERJUANG UNTUKNYA”. Holobis kuntul baris. Oceeeee?!?!?!
    What will be to comment, Prof ?

    Sendiko dhawuh, Ustadz. Apa yang baik menurut Ustadz saya yakin baik untuk kita semua. Omong-omong, kok Mas War-two tidak komentar ya. Soalnya dia yang selama ini paling yakin bahwa tanah tertua adalah tanah kelahirannya; Mbanyurowo. U

  11. Mas Dus. Pak Mat udah bikin konsep (namun) ringkas tentang sejarah Sulang, ada juga disebutkan pergerakan SI ( Sarekat Islam ), Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo ( yg notabene bukan nama seorang saja melainkan tiga orang). Kemarin saya sempat ketemu m Minhad dan di ceritani sedikit tentang Sulang masa lalu. Isi ceritane mirip konsep yang di tulis Pak Mat. Masalahnya, Pak Mat musti di ithik ithik agar segera di buat rulisan. Bukan begitu Pak Kidhal ? Eh, mas Dus ?

  12. aku kurang tau tapi cba aku tanya to temen2 yang di sana cba tanya aja langsunggg

    bokap selalu terbuka untuk semua orang

  13. maka dari itu bagi siapa saja yang punya info bisa kasi masukan, biar nanti bisa d susun jadi ‘puzzle’ yg lengkap

  14. kalo miturut cerita beredar yang entah berasal dari siapa khususnya di wilayah brang kulon dari jaman dulu bahwa asal muasal sulang itu berhubungan dengan keberadaan situs Tapaan yang berlokasi di brang kulon,mengenai valid tidaknya ya tanyakan saja pada sesepuh wilayah tersebut…

  15. Saat ini saya sedang menjalin komunikasi dg ‘seseorang’ yg dari tanggapan beliau yg pertama sepertinya bisa memberikan info tentang sejarah sulang..mudah2n ada hasilnya…

  16. Wow. Riset keren Mas. Saya jadi terkaget-kaget dengan temuan Anda ini. Dari data yang berhasil Anda kumpulkan ternyata kata “sulang” terkait erat dengan aktivitas minum yang tentu saja berhubungan dengan air. Apakah para leluhur ingin menunjukkan bahwa di Sulang, tempat yang kita cintai ini, dulu terkandung air dalam jumlah besar? Jika benar, lalu apa yang sebenarnya terjadi sehingga kita sekarang nyaris selalu kekeringan? Bagaimana Ustadz Kidal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s