Sejarah Seni Pertunjukan di Sulang (IV)

Teks: Yudhie Dusone Yarcho a.k.a Bercho

Kisaran ’96-’97-an, waktu itu lagi ngetop-ngetopnya genre ‘grunge‘ (=baca granch) dengan band-band seperti Nirvana, Pearl Jam, Soundgarden, dsb. Anak-anak muda di sekitar Tugu Payung mulai mengenal permainan gitar. Karena pada saat itu yang mempunyai dan bisa memainkan gitar baru satu orang, yaitu Hani Bandhot, maka kami belajar gitar secara bergiliran. Lagu wajib yang dinyanyikan untuk latihan adalah lagu ‘Nothing else Matter’nya Metallica, tidak utuh seluruh lagu, tapi cukup intro-nya saja. Bisa memainkan dengan lancar intro lagu itu saja, wuih, senangnya sudah tidak ketulungan lagi. Keren, kalau menggunakan bahasa jaman sekarang.

Pada acara Agustus-an di Balai Desa, anak-anak muda Tegalgedhe (Hendri Cemplon, Kak Lulus, Yudi P, Gayok, Iir Meong, Mbah Alim) ikut manggung, dengan memainkan musik yang bisa dikatakan sebagai ‘musik semi etnik’ dengan menggunakan alat-alat yang sederhana. Botol sprite, sendok garpu dan gitar. Ketika itu mereka memainkan lagu ‘Hio’nya Swami dan lagu dangdut ‘Sekuntum Mawar Merah’ yang sudah digubah syairnya menjadi bertema kemerdekaan, dan sebuah lagu barat ( judule good time bad time milik Eddy …. sopo yo ?) yang aransement akhirnya dibuat dangdud dengan vokalis kak Lulus dan Gayok (pendeks says-red). Itulah gairah awal dalam bermusik di sekitar Tugu Payung.

Sekitar ’96-an, Andik yang kuliah di Semarang pulang dengan membawa ‘oleh-oleh’ sebuah gitar listrik, lalu setelah kumpul-kumpul dengan beberapa teman yang se-penderita-an, kami mulai latihan musik di rumahnya pak Yon, bapaknya Kecik/Alex. Ketika itu alat yang ada di rumah kecik hanyalah gitar bolong, drum tanpa simbal, bass, serta salon dan amplinya, sedangkan untuk menggebuk drum kami menggunakan tiang bendera (biasanya untuk ditaruh di meja guru) yang kami peroleh dengan minta kepada Pak Mad (Achmad Anom, matur nuwun, Pak).

Ditambah gitar dari Andik, lengkap sudah alasan untuk membentuk sebuah band. Maka berdirilah Tupas (singkatan dari tugu payung dan sekitarnya, ide nama dari yudi pendek) dengan personil sebagai berikut : Yudi pendek (bass), Andik (gitar), Yudhie Bercho (gitar/vokal), Hook (gitar/vokal), Dilla Komplong (vokal), Alex/Kecik (drum) dan Benu (baking vokal/ kru). Kami lalu mulai latihan dengan intens, menyanyikan lagu-lagu dari Boomerang,/rif, Bunga, Netral, Redhotchillipeppers, dsb, karena (untungnya) referensi musik kami lumayan lengkap untuk saat itu.

Dengan inisiatif sendiri, kami lalu membuat efek gitar. Yang kami ingat, tiap kali mau latihan harus gotongan alat dari rumah untuk dibawa ke rumahnya Alex, atau kadang Hook, dan pernah juga latihan di ‘Pendopo’ rumahnya Bp Jupriyanto (Ki Dhalang). Oh ya, kadang-kadang pada waktu kami latihan, Pak Yon ikut nimbrung dengan menggunakan keyboardnya, yang ternyata tanpa kami sadari itu adalah sebagai bentuk dukungan dan bimbingannya terhadap gairah bermusik kami (matur nuwun, Pak). Terima kasih untuk warga sekitar rumah Alex yang telah merelakan telinganya dengan ikhlas untuk mendengarkan betapa berisiknya kami berlatih musik.

Pentas pertama kali tahun 1998, pada waktu ada acara perpisahan di SMA sulang (waktu itu kepala sekolahnya Pak Kus). dan layaknya sebuah band profesional, kami lalu merancang loga band dengan menggunakan program ‘paint’ di windows 98, dan membuat proposal untuk bisa tampil di acara tersebut dengan mengajukan anggaran sebesar RP 50.000 sebagai ganti biaya latihan, dan dikabulkan.

Pentas dimulai, membawakan lagunya /rif, Boomerang, dan lagu-lagu lain. dengan segala action yang kami bisa, kami bergaya karena difoto oleh Benu, akan tetapi (inilah kenangan yang tak terlupakan!), setelah hasil foto dicetak ternyata semua tidak ada gambarnya, alias kobong.

Sejak itu, secara rutin kami manggung di acara 17-an di Balai Desa, dengan personel yang semakin menyusut seiring dengan kesibukan masing-masing (Hook gantung gitar, sedangkan Komplong gantung mik), jadilah tinggal kami berempat (kecik, pendek, andik, bercho) yang melanjutkan perjalanan tupas.

Selain manggung di 17-an, pernah juga manggung di acara kemah pembauran tingkat kabupaten Rembang di Sulang tanggal 12 agustus 2000-an, dengan bintang tamu Tonkik.

Dan akhirnya, (kembali) karena kesibukan masing-masing (Andik kerja di Semarang, kecik menjadi guru, pendek berkutat dengan dunia it-nya, Bercho kerja di Jepara), Tupas menjadi ‘tidur’ untuk sekian lama, dan sampai sekarang belum terdengar lagi kabar beritanya. dan mengenai kiprah personil Tupas di band-band lain, sudah pernah saya bahas di tulisan saya sebelumnya, baik yang berjudul ‘Scene Musik di Sulang’ maupun ‘Tupas: Rebirth’

>>21.10.08 11:04 pm
Ditulis oleh yudhie dusone yarcho aka bercho
Gitar/vokal tupas
Sekarang bekerja dan tinggal di jepara
//dusone.wordpress.com

27 thoughts on “Sejarah Seni Pertunjukan di Sulang (IV)

  1. Mau ngasih komen itu sudah suatu usaha untuk membangkitkan semangat berblogeria. Tanpa kehadiran komentator-komentator, saya rasa blog kita ya kurang meriah. Mudah-mudahan blogger Sulang Online yang lain mau kembali ikut rame-rame, Sulang ben tambah rukun gitu lho, Bang ? Setuju ?

  2. ngupil le paling kid
    wahhhh dadi ga penak aku kok ngisi komen keterusn
    tak meneng maneh wisssssssssssssssssssssssss

  3. Yang tuwa-tuwa ya perlu disebut, lho, sebehnya Kecik, Aleks, dan Arie juga gitaris all round koq, sejak musik jabang bayi , sampai musik kematian semuanya beliau bisa lho, Dus. Lha kalok saya, nggak disebut ya nggak masallllaaaah………..lha bisanya cuman krip gar gem, koq……huwaaakakakakaaaak……

  4. Sulang punya drumer legendaris ‘pak bondo’, juga ada vokalis dg oktaf tinggi ‘bang ed tonga’, kemudian gitaris top pada jamannya ‘ilal gombleh’..siapa punya referensi dan bisa kasi info tentang mereka?

  5. Bang Gobang, tolong kalok you nggak sibuk hubungi Om Suyat di UMM, suruh dianya ngeblog di Sulang Online, sekalian nulis sejarah group musik dia. Ini No. Hp-nya 085230226389.thanks.

  6. ndek tulung tahune di edit meneh….aku jek rada lali, tapi emang kaya’e sekitaran 96-97an….iyo pora?

  7. Bravo TUPAS Group, bravo Dusone, Yudhi P, Komplong, Andik and Gang of Tupas………….
    I love you, Sir………………

  8. berkoooooooooo….. trenyuhhhh aku krungu critaku dewe……. jan lebih dari yang saya bayangkan……………. luwih menyentuh……….
    kapan rene kooooo……. tak gratisi internetan wisssss……. sing liyane uwissss koe sing urung dewe….. ha…ha….ha….

  9. wik duwik,,,,,
    tulung editke tulisanku …sing bagian “pentas pertama tahun 1996 ganti 1998” terus sing “windows 95 di ganti windows 98” oke?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s