Borok di Masa Lalu

Teks: Yudil arif

Menurut wikipediaBorok adalah luka yang terbuka pada kulit, mata atau membran mukosa yang sering disebabkan oleh peradangan, infeksi, kankerhipertensidiabetes, dan lain-lain. Penyebab lain borok pada kulit termasuk tekanan dari berbagai sumber.  Berikut laporan Cah Pasar tentang petualangan borok di Sulang di masa silam. Sebuah dokumentasi kesehatan yang menarik untuk disimak. Ed.


Di era the one and only-nya TVRI satu-satunya stasion tv yang terpaksa atau tidak terpaksa ditonton (belum musim yang namanya rating), kita anak-anak jaman dulu (jadul) hanya bisa pasrah dikasih jatah acara  beberapa jam sehari berisi film kartun, si unyil, ayo menyanyi-Ibu kasur dan acara menggambarnya Pak Tino Sidin. Selebihnya  untuk segmen remaja dan dewasa yang belum tentu memudengkan.

Di luar jam-jam jatah nonton itu tadi kita anak-anak akan kembali ke dunianya yaitu dunia permainan. Jangan dibayangkan permainan itu semodern jaman sekarang yang cuma nglesot pencat-pencet (PS, game online, dkk.), waktu itu permainan masih sederhana dan lebih banyak melibatkan aktifitas fisik. Yang sempat booming adalah jompretan, betengan, benthik, kasti, dan ada satu lagi permainan yang konon berasal dari UK yang bernama go back trough the door (yang lalu rusak karena lidah jowo menjadi gobaksodor). Maka tidak mengherankan tubuh anak-anak jadul itu mrengkel atos tidak seperti anak sekarang yang cendrung menderita obesitas, lha wong mainnya cuma nglesot pencat-pencet.

Karena permainan yang sangat aktif tersebut tidak sedikit menimbulkan insiden yang membuat cedera luka walaupun tidak begitu serius misalnya tabrakan antarteman kepleset sampai nyungsep di kalen. Cidera luka itu akan meninggalkan bekas di kaki, tangan bahkan wajah.

Tapi jangan harap proses dari luka sampai sembuh dan  meninggalkan bekas itu cuma butuh waktu yang sebentar seperti jaman sekarang yang setelah terluka besoknya luka itu mengering dengan sendirinya. Waktu itu anak-anak jadul kalo lagi apes mendapat luka  terpaksa rela memulai prosesnya  menjadi borok yang kadang untuk benar-benar sembuh dibutuhkan  waktu sampai mingguan bahkan bulanan, mungkin  faktor penanganan setelah terjadi luka itu yang kurang baik, karena umumnya luka itu hanya dicuci air lalu dibiarkan terbuka begitu saja dan akhirnya dibantai oleh sekelompok laler. Maka jangan heran kalo borok di masa lalu itu lama-lama jadi semakin lebar dan dalam. Kalo sudah seperti itu harus dikasih obat yang dulu terkenal untuk menyembuh kan borok yaitu kapsul Dumex caranya dengan membuka kapsul tersebut lalu isinya ditaburkan pada borok, jangan ditanya betapa syaeton sakit dan perihnya akibat dumex itu dan biasanya dengan dikipasi akan mengurangi beban penderitaan.

Di era informasi sekarang masyarakat sudah lebih tahu dari pada masyarakat jaman dulu, juga dalam hal kesehatan khususnya  penanganan luka secara modern, yang sebetulnya sedehana sekali yaitu sesegera mungkin mencuci luka menggunakan  air hangat lalu cuci lagi dengan alkohol 90% untuk yang satu ini akan merasakan sakit dan perih sekaligus bernostalgia tentang borok di masa lalu yang ditaburi isi kapsul dumex dan sekali lagi dengan dikipasi akan mengurangi beban penderitaan.

Yang jadi pertanyaan sekarang ini adalah mengapa  borok itu  tidak menampakkan diri lagi, apakah mikroorganisme yang mengantarkan luka menjadi borok itu telah punah karena pemanasan global (global warming) yang membuat luka-luka tempat hidup mereka itu jadi lebih cepat kering dari biasanya, yang kemudian mikroorganisme itu  memutuskan untuk alih profesi saja sebagai pendaur ulang sampah menjadi semacam kompos? Aatau mungkin mereka itu  sekedar mudik ke kampung halamannya lalu suatu saat akan kembali? Hai anak-anak jadul waspadalah!..waspadalah!…

19 thoughts on “Borok di Masa Lalu

  1. campurkan isi kapsul sedikit dengan minyak goreng sedikit(agar tidak menimbulkan rasa sakit yang luar biasa) masih manjur untuk sembuhkan borok

  2. Betul sekali, nggak cuman jaman dulu, sekarang ya masih uptodit koq, kata koran-koran borok sekarang itu kan cuman niru-niru borok yang dulu-dulu. Tapi yang jelas Cah Pasar, Dusone, Gobang dan lain-lain saat ini kan nggak boroken to?????

  3. wah pak kidhal mulai mbikin isu politik,lha kalo jaman orba sudah dituduh anggota organisasi tanpa bentuk .dulu istilah itu ngetren lho pak.

  4. hahahahaha masalalu yang membekas di hati
    arep gawe clono anyarrrr bodo kurang 4 dino kebledosan merconnnn
    wahhhhhh iki gawe sing seruuuwis panassss
    listrik mati manehhhh wahhhhhhh ampunnnn
    ojo maneh wis yud
    hehehehehehehehehehhehehe nang dokter syarat yang di paksa karena kondisi yang ga bisa apa apa
    opsi yang tidak bisa di tolak karena merasa salahhhh hehehehehehehe

  5. halah gobang i apa….. nyatane kebeledosan mercon yo moro dokter…. ngono… wedi nek ora gelem nambani karo dokter alesane kobong bar dolanan geni…. nek gak salah ngono yo bang…. apa keliru….

  6. hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaahha
    ora olehhh rupik yoooooo hahahahahahaha
    obat borok yo mlanding di mamahhhh drus di teplokno nang borok e
    hahahahahahhaa iku kerennnn

  7. Halah, lali meneh..biase nek luka trus golek godong mlanding/lamtoro..dikunyah2 sampe lembut, trus diteplokno sg luka..rada perih..

  8. Saya lebih tertarik tulisan “borok di masa lalu” dengan cetak tebal. Ini mesti Cah Pasar punya maksud multi dimensional. Leser, eh….. leres nopo mboten, Mas Duiiiiiiiii

  9. beleken : kalo kita sering licet…eh nggak deng,klo sering licet jadinya timbilen.klo beleken mata mo sakit.nggak diobati jadinya bloloken.

  10. ini pengalaman kolektif,mengenalkan penyakit jaman dulu bagi generasi dibawah sy,selain borok ada lagi lho yaitu blerengen….jaman dulu ngetren itu.yang mbikin heran kok jaman sekarang nggak ada,apa betul punah?

  11. kalo yang ini pengalaman pribadinya mas youdil ya…?
    Eh mas youdil pernah boroken ya ….. sekarang bukan boroken mas youdil istilahe sdh diganti dengan broken…. ada broken heart, broken home, dll……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s