“Essay Merdeka” tentang Komunitas Sulang Online

Oleh: Ki Dhalang Sulang (Bp. Jupriyanto)

Pendahuluan

Esai ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan stimulus kepada seluruh interneter Sulang. Angkahnya, setelah membaca esei ini seluruh komunitas Sulang Online dapat lebih eksis, kreatif, komunikatif, bijak, cerdas, dan tak lupa juga humoris. Dengan demikian blog yang dirintis oleh Sang Pemangku Sulang Online ini dapat membawa manfaat yang optimal sebagai wadah curah ungkapan, idealisme, pengalaman, uneg-uneg, trasformasi iptek, dan lain-lain, yang akhirnya dapat menjadi salah satu faktor yang menunjang kemajuan ipoleksosbud masyarakat Sulang dan sekitarnya … (weleh-weleh … keta-keteeeeee, Pen.).

Subjek Pengamatan

Essay ini mengamati seluruh komentar pada Surat Pembaca di Sulang Online on About. Edisi komentar mulai komentar perdana tanggal 22 Oktober 2007 s/d 14 Oktober 2008 (periode masa: 385 hari atawa satu tahun lebih 25 hari).

Metodologi

Metode yang dipilih adalah “FREEDOMS METHODS” atau Metode Gatholoco alias Metode Bebas alias Metode Merdeka alias Metode Tidak Begitu Ilmiah.

Hasil Pengamatan

1. Jumlah komentar pada periode di atas = 96 buah.

2. Personal komentator = 29 orang, antara lain : Ika, Dusone, Field Boy, Ijun, Didik, Kuntop, Rusidi, Gobang, Yoedi P, TongQ, Mr. Blekek, Dwiyoga (Duitor), Shasa Balik, Intaninut, Wildan, Yunan Ardi, vemOmday, Ki Dhalang Sulang, Uud (Sang Pemangku), Eonk Mahameru, Ndura, Wowot, Gibonzales, Cah Pasar, Henry Gombel Sapi (Wephi?), Akuhayu, Didik Pe Ye, dan Wa2ng.

3. Jenis topik yang ditulis = 10 macam, antara lain: Masalah air di Sulang, dukungan untuk Sulang Online, rindu kampung halaman, rindu teman/persahatan, estafet kepemimpinan desa Sulang, motivasi untuk kaum muda Sulang, motivasi untuk kalangan tua Sulang, argumentasi, sekedar info, dan sekedar iseng.

Deskripsi Pengamatan

Topik yang paling mendominasi adalah “Rindu teman/persahabatan (24 buah = 25%).

Topik lain yang cukup banyak jadi pilihan adalah : masalah air = 16 buah ( 16,60%) ; sekedar iseng = 15 buah (15,60%}.

Sedangkan topik yang lain :

Dukungan moral untuk Sulang Online = 7 buah (7,25%)

Rindu Kampung halaman = 5 buah (5,20%)

Estafet kepemimpinan desa Sulang = 3 buah (3,60%)

Motivasi untuk kaum muda = 7 buah (7,30%)

Motivasi untuk kalangan tua = 6 buah 6,25%)

Seni budaya = 3 buah (3,60%)

Argumentasi = 3 buah (3,60%)

Refleksi

Dari hasil pengamatan dan analisis cethek-cethekan, Komentator perdana pada Blog ini adalah Sdr. Ika (tanggal 22 Oktober 2007). Oleh sebab itu pengamat mengusulkan kepada Sang Pemangku agar Ika diberi gelar “Queen of Blog Sulang Online” (ini hanya usul-usulan tidak resmi koq, pen.).

Sedang bloger yang paling produktif adalah Sdr. Gobang (lebih dari 20 komentar). Dan oleh sebab itu pengamat juga mengusulkan kepada Sang Pemangku agar Sdr. Gobang diberi gelar “King of Blog Sulang Online” (ini juga usulan iseng, karena Sdr. Gobang memangnya suka iseng, siapa tahu ketemu jodoh Raja ketemu Ratu, oke? guyon guyon, ojo nesu Mas Gobang. pen.)

Sedangkan bloger-bloger lainnya atas partisipasinya, pengamat mengusulkan kepada Pemangku agar diberikan Piagam Penghargaan Partisipan (ini juga usulan guyon lho Mas Uud, gak sah dipaelu, oce).

Rekomendasi

1. Ayo kita semarakkan Blog Sulang Online demi pengembangan kreativitas kita.

2. Ayo kita gali potensi yang positif untuk Sulang Desa Tercinta.

3. Ayo kita tingkatkan keakraban wong Sulang, baik yang di luar maupun yang di dalam kota.

4. Ayo podho internetan.

5. Ayo podho sholat.

Penutup

Demikianlah esei merdeka telah ditayangkan dan berakhir sampai di sini saja. Mudah-mudahan ada faedahnya bagi kita semua. Kalau ada yang tersanjung maupun yang tersinggung, pengamat mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan akhirnya esei merdeka ini pengamat mohon agar diberikan tanggapan. Tanggapan yang positif matur nuwun, tanggapan yang negatif sembah nuwun. Trima kasiiiiiiih.

66 thoughts on ““Essay Merdeka” tentang Komunitas Sulang Online

  1. wah.. hebat .. aku lewat sulang mben dino.. eeeeeeeeeee tadi pagi moco korang // koyo pegawai ae ???!!! lho ternyata sulang punya penulis kondang . selama ini yang terbayang kalu ngomong penulis rembang ya ada namanya sendang maulana.. piyantun sendang ….. pamotan. eh ternya sulang juga punya . oke salut pak….

  2. Alhamdulillah, grumbul web Sulang Online makin meriah, kontributor makin eksis, Editor makin ngeSu nhaLe ngatur entri yang makin antri. Halo Gobang, Dusone,Cah Pasar, Sapi, Duitor, dan lain-lain : yok kita joretan lagi. Mumpung saya sudah keluar rumah menuju ke kota, lho (abiz gimana, Pendek sekarang banyak erornyanya, je. Kudune kan ngejar setoran kanggo ijabe di internet, lha koq malah angkringe ditutup terus). Yah ….. kita doakan saja, semoga dia tambah rejekinya…, biar segera mberesi akad nikahnya…, biar saya nggak nglajo Rembang-Sulang untuk sekedar komen-komenan. Oceeeeeee ……

  3. Alhamdulillah, grumbul web Sulang Online makin meriah, kontributor makin eksis, Editor makin ngeSu ndhaLe ngatur entri yang makin antri. Halo Gobang, Dusone,Cah Pasar, Sapi, Duitor, dan lain-lain : yok kita joretan lagi. Mumpung saya sudah keluar rumah menuju ke kota, lho (abiz gimana, Pendek sekarang banyak erornya, je. Kudune kan ngejar setoran kanggo ijabe di internet, lha koq malah angkringe ditutup terus). Yah ….. kita doakan saja, semoga dia tambah rejekinya…. biar segera mberesi akad nikahnya…. biar saya nggak nglajo Rembang-Sulang untuk sekedar komen-komenan. Oceeeeeee ……

  4. Assalaamu ‘alaikum para blogger Sulang Online, khususnya sobat saya Gus Gobang, Daswan, Cah Pasar, dan satu lagi wajah baru si Mucry Tegalsari, dan lan-lain. Sambil adu kreativitas en atack-mengatack. Permainan Gobag Sodor Maya kita mulai dari entri ini. Ayo Baaaaang !!!!! Gobaaaaaaang !!!!!! Duuuuuuussss !!!!! Cah Pasaaaaarrrr !!!!! Kita Hom pim pah duluuuuu !!!!!! (wis ben, ketularan Gobang kabeh kiye )

  5. nggih pak,kayaknya blog ini perlu kontributor cewek, biar tambah nampak berwarna.sehari-hari dilihat di blog sulang ini kok cowok semua termasuk pak kidhal (cowok setengah baya)….lha kalo sy termasuk cowok baik-baik pak..

  6. Mbak Inu, tak kandhani yo ? Eyang Anda yang bernama Eyang Sasmito Mihardjo (mohon dikoreksi kalo saya salah nyebut) adalah salah satu tokoh penting juga di Sulang. Beliau telah ikut berjuang “minterke” bocah-bocah Sulang tempo doeloe (Jaman Londo). Anda pasti punya cerita dan riwayat yang menarik dari Eyang Anda. Tolong deh ditulis di blog ini, ya! Sembah nuwun…. (Wis, Gus Gobang ndang komenno, oce?)

  7. Sebelumnya saya mohon maaf untuk sahabatku yang di Jogja. Ini sekalian untuk try out barang kali ada kasus tentang editing commmet, biar nggak kaget lagi. Sorry ya, Boy…. nek memang arep ndukani ya monggo-monggo kemawon kok. (Weleh..Cah Pasar, Dusone, danGobang ngguya-ngguyu… amaaan).

  8. Miss Inu, ini nggak sekedar mbombong, tapi mbimbing (kalok boleh). Ingatlah ! (wah.. sajake koyok iyak-iyak-o, wis men, mumpung lagi mambu dhegleng). You ini termasuk keturunan dari seorang tokoh priyayi Ngayogyakarto Hadiningrat yang berkolaborasi dengan priyayi Surokarto Hadiningrat. Eyang Anda yang berasma Eyang Sasmito Mihardjo (mohon di replease kalo saya salah nyebut) adalah salah satu dari sekian pinisepuh Sulang yang saya kagumi. Tolong, barang kali Miss Inu yang merupakan turunan langsung dari beliau pasti banyak cerita dan riwayat yang menarik dari perjalanan hidup beliau dalam ikut “minterke” wong Sulang tempo doeloe. Pripun, Jeng….menarik to? Saya punya sedikit kesan terhadap beliau. Pengin tahu? Baca laman berikutnya….wis… dho bosen yo wis ben… kadhung gregeten koq..

  9. Makasih banget atas kehadiran Sang Ratu Blog kembali. Sembah nuwun untuk responnya buat aku (we-eh… gayane…. koyo Muri Asprilico nek lagi nggaya). Dan responnya untuk Dusone, Cah Pasar, Editor and Duitor, serta nyang laen-laen di blog ini. Semoga semangkin menambah haemoglobin kita semua untuk semangkin aktif, kreatif, criwis, dan humoris di sini. Terus… aku punya dikit masukan buat Anda, Miss Inu! (bersambung… laman berikutnya0

  10. Setujuuuuuuu!!! How are you Miss Inu? (Gus Gobang diem sebentar ya! tapi nanti setelah ini ya segera nyambung lagi). Saya tak nginterpiu anak wedok yang seneng mbothok ini, lho! Ojo dho cemburu lho cah? oke (bersambung…….laman berikutnya)

  11. jadi penikmat it’s alrait..tp kl mw nulis jg okeh..nulis apa aj..ttg ms lalu,ms kini,ms dpan…sulang perlu ide2 segar bwt kemajuanipun..

  12. Pengen banget ikut nulis.Tapi mo nulis apa ya?
    Ngiri je rasanya ngeliat mas pemangku, mas dui, Ki Dhalang, gus bahak, mas pend de el el yang biasa ngisi blog ini jadi begitu berwarna😦
    Dari pada bingung dewe, ya udah jadi penikmat ajah dech he he
    Tulisan Ki Dhalang selanjutnya kita tunggu lho…..

    NB : Mas Uud, mana kiriman dari Mbak Lina buat saya?Nanti t kirimi resep nastar deh buat barternya.Serius wal urgent wal agak mendesak je he.Jangan2 jogja lagi diguyur hujan terus ya?

  13. Alhamdulillah …..Mas Ahmad Rizaqu Muttaqi, selamat datang di blog Sulang. Wah,wah,wah…kasil rek propokasi saya….Hallo bloger Sulang online, Gobang, Dusone, Cah Pasar, Yudhi P (yang malam ini akringe tutup, kabar njobo jare lamaran????), Ndorokakung, Gelaar (masih tak sebut koq, Dus), Wowod, Ndura (yang ini karena permintaan via tilpun koq, Bang, jangan di iri lho), Editor, Duitor, dan yang lain-lain… ini ada rekan baru silakan ditanggapi, biarpun masih berani-berani harimau tak apalah, mengko suwe2 rak unjuk muka dhewe. Menurut wawancara imajiner saya bersama Sang Pemangku (sory, Mas Uut, tak silih diksinya), Mas Muttaqi ini adalah Pak Guru yang baru-baru ini berhasil bawa anak didiknya meraih juara I Nasional bidang Kerajinan… Hayo siapa yang dapat nebak tepat bakal tak kasih hadiah… cepetan… sekali lagi selamat datang buat Mas (Pak) Muttaqi Senior…..

  14. Pokokonya saya ikut tunjuk jari diarea ini , boleh maupun boleh tetap harus boleh. semoga mbah Dalang tetap sehat dan terus berkarya terutama dibidang sastra. biar yang muda atawa yunior ini ikut kena sawabnya, amiiiin.

  15. Mudah-mudahan Njeporo nggak hujan-hujan ya , Dus. Kalok hujan you pasti kalangkabut, abiz nggak bisa kemilan. Tul nggak? Enggaaaaaaaaaaak dong.

  16. Tul nggak? sesuai feelingku mudah-mudahan. Eh! Bang, Dus,Sar, nDhek, Du, dan lain-lain. Tadi pada sempat nglihat ramalan cuaca nggak, ya? Hari ini Jogja lagi panas apa hujan ya?

  17. mungkin mboten namung dipenthelengi sarasan ki dhalang, di cepaki penthung mbok menawi.
    tapi muga-muga nggih mboten…

  18. Wakakakak. Nuwun sewu, Ki Dhalang yang lucu. Saya absen untuk beberapa hari ini tidak karena dipenthelengi istri saya. Justru sebaliknya. Lha dos pundi wong 4 hari belakangan ini Yogyakarta diguyur hujan deras minta ampun. Padahal, saya masih mengemban tugas penting dari para leluhur kami untuk menyelamatkan spesies manusia. Jadi sebisa mungkin saya memanfaatkan momen romantis ini untuk melaksanakan tanggung jawab saya. Jadi (lagi) kalau saya sedikit tidak muncul akhir-akhir ini, kemungkinan besar Yogya lagi hujan. Harap maklum.

    Tapi terus terang saya kangen banget dengan komentar Ki Dhalang yang kadang-kadang nyengiti. Salam hangat dari istri saya untuk Pak Jup dan teman-teman semua.

  19. Embuh aku dhewe yo bingung koq, tapi menurut feeling saya (meneng dhisik, Bang,Gobang) Inu is Ika, Inu bukan Inut. Pokoke kalo dianya pada rumangsa, nanti rak ngaku dhewe to,Dus! Heh, Gobang, Dusone, Cah Pasar, Dui, Yudhi P tak bisiki kabeh…. saploke Mas Uud dipenthelengi Mbak Lina koq terus gak pernah komen-komen maneh yo?

  20. Sembah nuwun Mbak Ika…eh! Mbak Inu………… pangapurane sing gudhe ya, Pak Dhe gak bisa manggihi. Sugeng riyadi kagem Mba Inu sakulawarga. PiyeMbak ? isih kelingan apa ora nalikane awakmu ketemu sepisan sama sang tokoh legendaris Bapak Amin Rais di UMM? terus Mbak Inu sempet salim secara langsung? critain deh di blog ini, biar tambah gayeng gicu lho, Queen!Oyeeee………………..

  21. Nyuwun sewu Ki Dhalang
    Sak derengipun, kawula ngaturaken sugeng riyadhi, nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.Mumpung taksih wulan Syawal.
    Kala wingi, sak derengipun wangsul perantauan, kula mampir wonten dalemipun Ki Dhalang. Berhubung panjenengan waonten acara, dados mboten kepanggih.
    Kulo namung manggihi Mbah Pantes kalian Bu Dhalang.

    ehem…ehem…ika sapa y Bapak?
    he he he

  22. sugeng dalu sederek warga sulang…………………………………………
    ndura nbek wowod hayo semangat …..mosok kalah kreatif karo ki dalang sulang

  23. angger siap ono sing mbiayani pemancar dan lain sebagainnya sih ya……..
    tapi apa dah banyak yang punya komputer belumm…. soale aku belum denger i-netan pakai radio super hyterodine…. utawa radio batu 2……

  24. kagem pakde dhalang, njenengan sebagai yang di’ageng’kan mbok sesekali pak lurah enggal’e diajak ‘cangkruk’ ting mriki..mangke rak luwih gayeng..kanggo pendx,’piye nek gawe rt rw net?atw hotspot?’

  25. ga oleh ngamuk rekkkkkk….. podo2 cah sulang wong sulang kudu tetep jogo roso seduluran, energi ngamuk e di gawe liyane…. cik iso bangun sulang dadi luwih maju…
    njeh to ki dhalang

  26. Standing ovation back for Brother Uud. I am nothing comment for sementara time (ben………Elizabeth Queen ngamuk yo ben)

  27. huwakakakak. …. Nuwun sewu kalau tidak bisa menahan ketawa. Ini keakraban antara senior dan yunior yang nggawe turut bungah saja. (Ki Dhalang yang terhormat, saya tidak sedang ngalem lho ini.)

    Lha endi ana to senior dan junior kok main ancam-ancaman di internet. Nganti metu ilune leh ku ngguyu kemekelen. Trus saya benar-benar telah mengabaikan potensi ndagel yang hanya berjarak sepelemparan batu dari rumah bapak saya. Bukankah kita tahu kalau ONS itu singkatan dari one night standing (sebuah fenomena pergaulan bebas ala orang-orang yang mengklaim modern) … eh ketemu Ki Dalang cuma diplesetkan jadi one night suntuk.

    Mas Wowod, sebenarnya yang musti njenengan kawatirkan itu bukan kalau Ingkang Romo nginep di warnet, tapi jangan-jangan nanti warnetnya yang dibawa kondur sak pemilike. Lak ya malah mengancam posisi njenengan sebagai putera mahkota, to?

  28. wah…..wah…..ketinggalan kasih comment aku nih…… padahal aku juga ikut menemani Ki Dhalang berbloger lho dan juga aku sering lihat comment-comment dari teman-teman lho…. bukane nggak sempat tapi karena belum menemukan comment yang tepat kali ya….
    salut buat teman-teman dan ki dhalang….. tambah gayeng tenan ki…..

  29. selamat pagi, ki dhalang
    lakone napa ?

    hehhehehe
    setelah kedatangan ki dhalang, forum ini terasa lebih gayeng….

  30. Asalamualekom…
    Wow…..dah lama gk ke warnet ternyata Perkembangannya semakin Pesaat Jg ya…
    Wah-wah koyone lakone Lagi Ki dalang Sulang kie ya…sopo tho kuwi???Om editor di cek dhisik kuwi KTPne…nyak nyak an…he..
    tapi boleeh boleh…..Apek kok artikel2nya…Bisa jd panutan,pitutur,piwulang, kagem kito sedoyo dalam blog ini…Leres???Yeah….(gedhe Mustokone..Sesek sandangane) he…
    Weleh-weleh Keta-kete,enggla-enggle,kemaki,cemlolo Peh akeh sing Ngommeni..Cekakakakakak….

    *******************

    ssssttt Jebule Mak bedunduk….
    Kui sebehku pren…sssst jo banter2 yo…
    sory be..Hehehe….
    pareng….
    SEMANGAT….SEMANGAT……SEMANGAT……
    Hidup SULANG,,,,,
    Hidup Sebehku……
    Hidup semua…..
    Yeah…………

    Wass…..

  31. Blaiiik! Konangan saiki. Mas Uud “under ultimate of my junior-ku” Jok kuwatir, Mas! Aku mbolo njenengan koq. Aku sudah tahu pengapesane Wowod. Janji udah dikirimi dhuwit via internete Yudhi rak wis ko. dia.

  32. Lho pendek saiki yo duwe penginepan barang? Sip! Patut diteladani jiwa wirausahanya
    Eh,tp komplong thik gak inceng2 blas?

  33. kagem ki dhalang alis sebeh ku, essay nya siip beh.aku jd keget dan terharu,ternyata banyak respon dr temen2.tapi aku jg salut buat mas uut,ternyata bisa mbuatkan dolanan bapakku he…he…tapi njenengan harus tanggung jawab mas,nek sebehku nganti nginep nek warnete pendhek “mboh lho”.

  34. Masih ada yang ketinggalan dikit. Usule Nanda Dusone, purbawasesane tak serahke sang Editor, Oke?

  35. Weleh-weleh, pokoke saya nggak urusan. Mas Uud dan Mas Dui itu kan ibarat Dhalang sama sratinya, ibarat sang sutradara sama sang assinten sutradaranya, ibarat apa lagi ya? wis pokoke nggak apa-apa.Bagi saya Mas Uud dan Mas Dui itu ibarat suruh, lumah lan kurebe, tegesnya kalau dipandang agak beda, tapi kalau digigit rasanya sama.

    Makanya setiap saya coba menikmati tulisan sang editor, saya ndilalah yo kroso, tapi sangsaya nikmat. Bagai diayun-ayun ibunda di masa kecil. Lha ngendikane Mas Uud, tulisan seseorang akan menggambarkan apa ngono kae lho ( aku nek bicara filosofis kuwi gak patek wani, sebab sudah ada pakarnya. Embuh kapan metune dengan tampilan bedanya?).

    Oh,hiya “angkahnya” memang diambil dari kosa kata Jawa. Tegesnya sama dengan “karepe” . Jadi, ‘angkahe’ = ‘karepe’ (ben, tambah muleg yo ben, bicara dengan seorang pilosop kudu diubeng-ubengke pisan. Ben tambah dhegleng).

    Maaf emailnya tentang ” Hibah Seni” belum tak balas, karena sajaknya perlu perenungan meski beberapa saat. Ok Boss, salam buat sang Bidadari yang pinter masak itu, ya! Sembah nuwun.

  36. Halah, Dui ki cen rendah hati orangnya. Ibarat bis AKAP, saya memang sopir. Tapi di mana-mana sopir itu lak manut sama kondektur dan kernet. Wong jalan aja harus disuruh, “tariiik”, nanti berhenti juga musti manut, “kiri, pir!”. Whatever lah. ini kerja kita bersama-sama. Sebagus apapun editan, tulisan, foto, gambar, dan sebagainya, kalau teman-teman tidak membaca dan berkomentar, apa gunanya? Betul tidak, Du?

    Untuk Ki Dhalang, angkahnya itu artinya apa, nggih?

  37. Menaggapi pak mas jup, wah saya kok jadi lingsem begini kalau di sebut editor atau apa, lha wong saya cuma kebagian upload data saja dan itu masih di racik susun lagi oleh ipe saya, mas Uud Editor. Ibaratnya saya itu cuman kernet saja lha mas S itu yang jadi sopir. Tentang request mas dusone ya saya kembalikan ke pak mas jup saja, mungkin dengan memuat ( lagi ) karya pak Jup yang di muat di Jaya Baya atau Panjebar Semangat ke Grumbul ini bisa memberi wacana bahwa Sulang itu punya potensi besar dan sudah terbukti.

  38. Makasih koreksinya. Ya ini lho yang saya tunggu-tunggu,mumpung saya masih nangkring di angkringnya Mas Yudhi P. Gimana sang editor? Siap mereques masukan dari Mas Yarco? Silahkan! Sembah nuwun ya boy, gimana kabar kota Jepara?

  39. Kaya’e beberapa hari ini yg banyak posting ki dhalang yo leh? Aku usul,piye nek ki dhalang gawe crita sambung æ….

  40. Kagem pak dhalang, mbok nek saged rekomendasine ingkang nomer 5 diijolke dados nomer 1.dadi sg utama tetep ibadah’e.begitu,niki sekedar usul.

  41. Khusus buat anak lanang : Dwi Sang Editor

    Tarima kasih atas editingnya. Wuah! bareng disalon, koq tambah nggantheng penampilanya (maksudku sing tambah ki gak sampeyan, tapi artikele. Nek Mas Dwi ngono kan mulo-mulo wis hensam).

    Tentang akurasi data kuwi kan urusane Mas Dwi to?sebagai penjaga gawange. Makanya sudah tak antisipasi pakek gaya Kun Lun Pay. Ya harap maklum, wong ini hanya stimulus saja koq. Lebih dari itu aku gak iso ngomong, jebul segini gedhenya sambutan dari yunior-yuniorku.

    Yeaach (ben koyo Deep Purple) lha koq malah aku dhewe sing komat-kamit saka omah tekan angkringe Yudhi P ngapalke Rukun Sulang…Rukun Sulang…Rukun Sulang…..Rukun Sulang……(hem penemuan substansi yang luar biasa dari Sang Editor. Standing ovation back (maksudku kembali tepuk berdiri) untuk Mas Dwi. Makasih. Ya ini yang saya katakan sama Cah Pasar, bahwa yang tua tetep harus mau belajar sama yang muda-muda. Ben gak otoriter ngono lho! Cocooooook!

    Dan numpang buat para bloger semuanya, yok kita tindak lanjuti obsesinya mas Dwi. Nek bareng aku mecungul koq yang muda-muda tambah ewuh prekewuh, lebih baik aku ndhelik maneh wae. Piye co? Setuju????

    Mas Dwi, iki rahasia lho, ojo kondho-kondho yo? masiyo iki ning blog, tapi yo kudu tetep dirahasiakan. Ngene lho, udut jarum 76 sak eler mau bengi tak potangke lho! kapan nyaure? Tapi gak nyaur udut. Saya cuma pengin disauri kreativitase bloger-bloger Sulang. Sing udut Mas Dwi, tapi sing nyaur kudhu bareng-bareng semua bloger, oce men?! Sembah nuwun.

  42. wahhhh ta sabendino aku ngisi coment2 di sini wis ben di wenei gelar s3 ne karo pak jup…. sipppp
    kebetulan setiap hari saya ol di kantor atau di rumahhhh
    wahhhhh mugomogo aku entuk slender….

  43. Woah. Wow. Standing ovation untuk Ki Dalang Sulang. Luar biasa. Sebenarnya kalau ngersakke, Editor punya statistik yang lebih detil dan akurat tentang berapa para peronda Sulang Online, dan segala macam lainnya. Tapi, laporan riset Ki Dalang Sulang yang benar-benar mak nyus dan membuat saya kamitengengen, membuat saya bisa mengabaikan akurasi statistika wordpress.

    Bagi kami, ini bukan komentar atau hasil pengamatan biasa. Ini piwulang, pitutur, bahkan saya yakin teman-teman lebih bisa mengingat materi ini daripada khutbah Jum’at barusan. Iya toh?

    Dan kagem Ki Dalang, melalui pitutur ini, artikel Panjenengan ini mencatatkan rekor sebagai teks yang paling banyak dikunjungi dalam kurun 1 bulan sejak pemuatan sepanjang sejarah Sulang online. Selamat.

    Kalau sudah begini, apa ya teman-teman yang masih muda dan punya lebih banyak energi tega membiarkan Ki Dalang turun gunung tanpa teman? Ayo, Cah, gek dilakoni Rekomendasi yang dibuatkan oleh Ki Dalang. Jadi mulai sekarang, selain ada Rukun Iman dan Rukun Islam (untuk yang muslim) yang musti kita tegakkan, maka Ki Dalang melalui Rekomendasinya telah memberi kita Rukun Sulang. Ben Sulang tambah Rukun. Nek rukun kan ati tentrem, sinau utawa nyambut gawe ya tambah semangat, gangsar rejekine, lan lancar jodhone.

    Untuk Mas Gobang, piye kuwi tawarane Ki Dalang gang persandingan King dan Queen?

  44. wah iri saya, yang ngaplut gak di kasih apa apa, eh kemarin udah dikasi udu tujuh enam ding…makasih pak mas jup!!!

  45. jane saya sir hadiah mobilnya lho pak ,biar kemana2 ora panasan lan kudanan,tapi mboten nopo2 pak ,lha sakniki lakone nopo pak jup? kok belum muncul2?

  46. Sembah nuwun, sembah nuwun, sembah nuwun !
    Ini kali ada tiga kali sembah nuwun. Satu untuk Nanda Dusone alias Yudhiarco alias Pak Zaenuddin junior, sedangkan yang dua lagi untuk nanda Cah Pasar alias Pak Munawir Junior dari Dinasti guedhe K.H. Mahfudz (tapi ini yang siapa aku gak patiyo jelas je, ini yang Mas Ayik, atawa Mas Yus, atawa Mas Yunan, hayo ngakuwo ngakuwo ngakuwo)

    Thank’s buanget atas tanggapannnya. Tadinya saya memang agak ragu untuk njeguri grumbule cah enom kiye, sebab kawatir kalau nggak dapet respon. Ya maklumlah, Biasanya gaya mikirnya wong kuno itu mesti geseh dengan gaya mikire wong enom. Maka tak heron kalau sering terjadi konsleteng antara yang tua dengan yang muda. Ya khan? Makanya saya beranikan diri njegur ini agar saya dapat belajar banyak dengan yang muda-muda. Dengan demikian yang tua-tua ini dapat jadi tua sungguhan, tua yang bijaksana. Gitu lo Pak Zaen dan Pak Mun Junior.

    Sebaliknya, yang muda dapat kambonan pengalamane yang tua-tua (tapi ya pengalaman yang positif saja tentunya, jangan digebyah uyah lo, masiyo tua kadang-kadang kan masih banyak yang rese to?lha contoh yang negatif dihindari saja, nek biso)

    Dan yang penting, karena Anda berdua telah menyambut saya paling awal,maka anda berdua mau saya kasih hadiah, tinggal pilih asal bukan uang, rumah,mobil, cewek, mas picis rojo brono. Pokoke liyane kuwi, oce ? Sekali lagi Sembah nuwun (3 kali)

  47. wah, tidak menyangka ternyata pa djup ‘bersedia menempatkan diri sebagai pengamat blog ini’ ya…

    nyuwun saran-saran atau kritiknya pak…

    kenalaken, kula yudhie putrane pak odin galgede….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s