Kilasan Sejarah Seni Pertunjukan di Sulang

text by : dwiyoga

Sampai sekarang banyak yang bilang Sulang kurang hiburan, belum tentu setiap bulan ada tontonan seperti Dangdut, Kethoprak, Orjen tunggal, apalagi beskop atau layar tancap.

Dulu banget Sulang sering kedatangan grup pertunjukan dari luar daerah, Mereka berminggu-minggu lamanya singgah di Sulang dan menyuguhkan pertunjukan. Saya ingat waktu itu medio ’80 di lapangan Sulang kedatangan grup Ludruk dari Jawa Timur kalo gak salah nama grupnya Kelompok Ludruk Warna Warni. Hampir sebulan mereka singgah di Sulang dan menampilkan Ludruk setiap malamnya, harga tiket masuk Rp. 200,- kita bisa menikmati berbagai lakon. Lakon yang masih saya ingat antara lain, Renternir, Tukang Kredit, Ratapan Anak Tiri dan ah… masih buanyak lagi. Selain Ludruk ada juga Kethoprak (Wahyu Budoyo, Siswo Budoyo), teruss..Dangdut (Kalingga Jaya, Ken Arok, Ken Dedes). Selain Live Enternainment di Sulang juga sering kedatangan layar tancep gratis dari perusahaan luar kota misal Bodrex–Bodrexin, Rokok Sukun, Gudang Garam, Jambu Bol, Djarum dan ada juga Jamu jago (ada crew cebolnya ) dan laen laen.

Namun, jaman telah berubah, tekhnologi telah berganti. Pertunjukan Kethoprak Sudah mulai kurang di iniati, Ludruk sudah kehilangan gengsi, layar tancep udah kehilangan visi. Semua digelontor oleh datangnya teknologi pemutar cakram bening. Visidi Pleyer alias VCD Player.

“Orang Sulang modern” enggan mengantri beli karcis Ludruk, apalagi harus berdesak desakkan nonton Kethoprak. Semua di ijoli dengan satu sentuhan tombol remot kontrol buat menyetel cakram magnetik itu. Tinggal mak thul, langsung bisa nonton Palapa, Monata, Sera, de-el-el. Extremely Changed!!

Dari paragraf kedua, lantas, berarti Sulang gak punya jiwa self-entertaint alias tidak punya komoditi untuk menghibur warga sendiri!! Mungkin itu benar tapi bahkan bisa saja itu salah besar. Anda yang besar di Sulang sekitar tahun ‘60-’70 tentu masih ingat dengan nama SENDARATAMA (Seni Drama Tunas Muda) sebuah grup semacam gambus dari timur tengah pertunjukan berupa melodrama, musik yang diselingi dengan lelakon cerita yang keseluruhan hampir mirip Lenong. Pertunjukan diawali dengan lagu lagu populer waktu itu diiringi alat musik sederhana seperti Bas, Gitar, mungkin Rhytm, dan Kendang yang dicangklong kayak musisi Sujud Kendang karena Drum set masih langka. Sendratama adalah satu dari beberapa grup entertainer di Sulang. Sebenarnya ada beberapa namun yang paling sering di sebut orang adalah nama itu. Grup itu digawangi beberapa anak muda asli Sulang dan beberapa kawan lain dari sekitar Sulang. Personelnya antara lain:

Kalapun ada yang belum tersebut di sini mungkin keterbatasan ingatan dari narasumber yang saya temui, maklum beliau kini udah berusia lumayan. Bagi temen 2 lain yang punya sumber lebih, mbok aku lanjuk lutung alias minta tolong untuk bisa menambahi.

Sampai kini Sulang tetep memiliki komoditas penghiburan. Ingat dengan Keroncong ‘Senandung Pantai‘ bikinan pak Sapar Daryono dan kawan2? Ada Juga “Tupas Band” buatan temen2 Sulang Tengah dan Tegalgede. Ada Juga “Guansa” yang nyaris Juara lomba Thetek. Orkes Batara (Betah Lara), ada juga grup Hadroh yang menyebar di hampir tiap RW. Tidak mau ketinggalan seni shalawatan ‘Rodad’ Banyurowo yang hanya satu satunya di Rembang dan sekarang masih ada, dan siap tampil kapanpun anda mau. Wes pokoknya gak muat kalo di ler di sini.

Menurut pengamatan saya, ternyata Sulang tuh buanyak buanget potensinya, namun seolah olah kurang di argai (diapresiasi ) oleh kita sendiri. Monggo temen-temen kita tidak usah malu untuk menikmati hiburan ala desa kita sendiri. Nggih napa Nggih?

23 thoughts on “Kilasan Sejarah Seni Pertunjukan di Sulang

  1. iyo, batre…sing tangan kiwo, sing tengen kan nyekeli sodo..

    halah, ngaku gene leh..
    genah iku sodoku mbok royok ngono o’

  2. aku eling,
    nek pas MC-ne ngomong “ludruk warna warni” langsung mercon’e muni “DHHUUAARRR”

    iyo po gak?

  3. eit, jangan lupa….

    pernah ada juga “VIRGIN” yang disponsori oleh mas Kithut, anggotanya bercho-licco(sapi)-tongQ-andy-alex(kecik)-siska(?), yang pernah ikut festival musik alternatif se karesidenan PATI. waktu itu mendapat juara III dan gitaris terbaik (andy), itu sekitar 10an tahun yang lalu…

  4. tadi malam saya bermimpi
    ada suatu acara yang digelar selama kurang lebih selama 3 hari di lapangan kridanggo karanganyar sulang. acara tersebut terdiri dari berbagai macam gelaran, saya menyebutnya festival, yaitu :
    1) festival permainan tradisi, yang menyuguhkan aneka macam jenis permainan tradisional (non digital) dari mulai nekeran, benthik, betengan, sepongan, dsb, serta diadakan pula eksibisi pertandingan betengan beregu.
    2) festival makanan tradisi, yang menyajikan berbagai macam masakan/ makanan khas daerah untuk dinikmati secara gratis oleh seluruh warga yang hadir. makanan tersebut antara lain adalah jongkong, gemblong+blondo, grontol, dumbeg, kucur, serabi, dll.
    3) gelaran diakhiri dengan festival seni/ budaya yang menampilkan parade musik (tradisi maupun modern) dan puncaknya adalah tanggapan wayang kulit semalam suntuk.
    dalam mimpi saya, acara ini diprovokatori oleh ‘oknum-oknum’ FGMS dan aktivis ‘SulangBlog’, tentunya juga atas seijin dari para tokoh masyarakat serta pemerintah setempat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s