Wo Ai Ni, Su Lang !!! (Pluralitas yang indah ada di Sulang)

Text: Dwiyoga Nugroho

Judul sengaja saya buat demikian untuk membangun suasana tulisan ini.

Sulang bukan daerah pesisir seperti Rembang atau Lasem, bukan pula daerah kawasan niaga. Sulang jauh dari pelabuhan atau jalan raya pendukung perdagangan dengan dunia luar. Sulang adalah desa pada umumnya, namun mengapa di Sulang bisa ditemui beberapa klan Tiong Hwa (baca: Cina. Ed.)? Katakanlah bahwa di Sulang ada beberapa warga keturunan Tiong Hwa.

Baca lanjutannya klik
Ciri anatomi Tiong Hwa Sulang sama juga seperti yang ada di tempat lain, kulit putih, mata sipit, dan logat bicara yang khas “Wah ndak isa nek sak mene legane!” kebanyakan mereka juga berbadan subur karena bisa dibilang nasib mereka lumayan mujur. Kenapa dibilang mujur? Paling enggak mereka punya tempat usaha sendiri (minimal kios kelontong).

Kalau boleh jujur kehadiran mereka menciptakan nuansa yang berbeda untuk Sulang, Pluralitas yang indah ada di Sulang.

Berikut Beberapa Nama warga atau ex warga desa Sulang yang kerununan Tiong Hwa, data berikut di kutip dari pembicaraan saya dengan seorang warga Sulang yang belum mau di sebut namanya:

 

Yang Chang: Sesepuh orientalis di Sulang, suka srawung dan dermawan. Dulu sekali beliau jualan layangan dan permen, kalau ada yang nyuri permennya bisa di kethepil, kemampuannya bermain kethepil sangat luar biasa (titis).

Lim Siang Che, Orangnya tampan dan duitnya buanyak.

Liem Kim Swi: Juragan yang satu ini punya Perusahaan Otobis “Subur Jaya”. Tahun 90-an beliau hijrah ke Rembang untuk mengembangkan bisnisnya.

Nonik Mbarepnya Pak Kiem Swi. Kira-kira lulusan SMAnya tahun 1991an. Seingatku dulu penggemar lagu-lagunya Endang S Taurina. (Ed.)

Kenang: Anak Liem Kim Swi

Ari (a.k.a Nggace): Anak Liem Kim Swi

Cik Kok: Istri Liem Kim Swi, sampe sekarang beliau masih setia usaha di Sulang, Menempati los sembako di Pasar Sulang.

Nio Giok Lan/Nyah Lan/Siti Laniyati Tubuhnya tambun banget, punya kios kelontong dan jual balok es, bisa juga kita beli obat gendar atau karet gelang di sana.

Bah Kim. Ciri khasnya pakai celana pijama bergaris kayak longsong guling dan kaos putih, hobi mengkoleksi lampu Petromax. Gemar bersepeda kumbang.

Lie Tiong Bun (Mbun) Seingat saya beliau orangnya sudah sepuh, berjalan agak bongkok.

Ncus Siapa yang gak kenal anak yang satu itu, badannya extra bongsor dan subur.

Heri Lopez: Oom yang satu ini masa mudanya sangat nyentrik, gaya rambutnya kayak orang Meksiko yang gondrong di belakang, orangnya nyedulur, njawani, bahkan pernah juara lomba Ngibing dangdut, waktu itu lagunya “Terbayang bayang di Mata” ciptaan Ona Sutra. Punya aliran Break Dance dan Stachato dalam berjoged. Beliau sekarang hijrah ke Surabaya. Anak Lim Siang Che.

Sugeng Juragan barang pecah belah dan alat rumah tangga dari plastik

I Tiang Mbo ( Koh Mbo ) akrab di sebut Papi, dulu beliau rajanya took kelontong di pasar Sulang, Butuh Pat Phoo obat kaget, Pia Hong, Mbo Leong, Poo Long, Tay Pin San sampai cat semprot berbagai merk ada di sana, sayang karena beliau semakin berumur sekarang usahanya mengalami kemunduran dan usaha di Sulang tutup.

Yang jadi pertanyaan, dari manakah dan mulai kapankah mereka menjadi warga desa Sulang? Mari berbagi kenangan, silahkan tulis dan kirim ke desa.sulang@gmail.com.

19 thoughts on “Wo Ai Ni, Su Lang !!! (Pluralitas yang indah ada di Sulang)

  1. SANGAR PIYE? dulu kalo mau nonton, hanya orang/ teman tertentu yag boleh masuk rumahnya kenang, coz gerbangnya dgembok

  2. zaman dulu kala, kami/ aku sering nonton video vhs yang kasetnya sak boto-boto di rumahnya bos kenang,,,filem’e wektu iku bangsane,,,google v, voltus, tapi sing paling sip yo megaloman….

    MEGALOMAN FIRE!!!

  3. Wah,wah,wah, Mas Dwi pancen Indonesia banget. Sebab dengan alasan apapun juga, satu etnis yang ini juga ikut membawa kemajuan gaya perniagaan di seantero Indonesia, termasuk Sulang tercinta, ya khan?! Tak tambahi dikit ya, dulu ada cikal bakal chines di desa Sulang ini, tapi saya belum sempat telusuri.

    Pada jaman penjajahan Londo sudah ada satu marga chines di Sulang Nama she nya Leang. Orang-orang Sulang tempo dulu cuma nyebut Babah Leang. Dulu termasuk seorang tuan tanah. kabarnya tanah mulai dari kidul pasar sampai prempatan itu hak milik marga Leang. Rumah asli (tapi sekarang sudah dimodif) yaitu sekarang milik keluarga Ibu Nikmatun (almarhum Pak Wahab, bapaknya Mas Okid)

    Yok mas Dwi diterusin penggaliannya, siapa tahu kita ketemu nenek moyang kita yang sebenarnya. Tapi yang jelas kita pasti tidak keturunan negro koq (ah ! maaf keblanjur rasialis, maaf, maaf)

  4. Koh Ho/Cho Ho, Kok gak disebut suami mbak Kis dulu juragan tempe trus pindah ke rembang, anak 2 Eko & Edi, Yang Dulu banget ada lagi sekarang bekas rumahnya dipake buat bengkel cah pondok namanya Ho Gin, istrinya namanya Cik Ing…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s