Sampe Jumpa Lebaran Tahun Depan

foto n text by dwiyoga n

Lebaran udah selesai nih keceriaan telah berlalu. Pengalaman apa yang paling menarik atau membuat kita jadi terkenang masa kecil dahulu. Pasti Jajan Bodho… hayoo ngaku! Loh jangan kaku kaku dong…

Lanjutannya klikMasih ingat Khong Guan biscuit? Satu kaleng isinya macem-macem bentuk dan rasa. Di kalengnya ada gambar sebuah keluarga lagi mencicipi roti, seorang ibu menuang teh dan dua anak laki-perempuan berambut pirang sedang menikmati kue di atas plate kecil, nationality mereka mungkin Inggris (dilihat dari kultur makan kue dan minum teh). Yang jadi pertanyaan dalam hati saya? Apakah Ibu yang nuang teh itu seorang janda ? hayoo punya jawaban nggak?

He he he…selain biscuit janda (Khong Guan) itu, ada juga kue yang lain yang di paket dalam kaleng, biscuit gambar orang naik sepeda (Nissin Wafer), biscuit gambar pagoda (Nissin Lemonade), kue gambar orang main drumband (Monde biscuit), atau biscuit gambar anak bermain (lupa namanya…) Ada juga penganan lain yang disugohno waku lebaran. Sepert Kacang Licin, Madu Mongso, roti semprong, keciput, kaoya, kuping tikus, nastart, cat tongue, putrid salju dan laen laen. Ditambah minuman special lebaran Wedang Setrup, Es Sitrun, Sirup Prambos dan banyak lagi. Biarpun gara-gara lebaran kadang kita jadi sakit perut karena makan macem–macem, kayaknya gak ada kapok kapoknya. Dan dua minggu setelah lebaran biasanya jajan bodho masih tersisa walau hanya remah-remah saja.

Sampe sekarang rasanya masih terngiang-ngiang kalo denger suara takbir, nuansa bahwa besok bakal pake baju baru dan sholat Ied. Semoga kita ketemu lagi lebaran tahun depan. Maaf lahir bathin ya buat semua.

6 thoughts on “Sampe Jumpa Lebaran Tahun Depan

  1. Eh bener juga Pak Mas Jup (kdhalang) nek perlu didata dari sekarang siapa2 yang harus dijajakke/ditraktir ben tertib waktu pelaksanaanya, ya semacem kayak BLT ala mas gobang…pripun danane sampun siap dereng mas gobang…ni bukan dari aku aja lho.., tapi suara hati nurani rakyat…betul?

  2. eh, aku pas malem takbiran ditraktir gobang lho……bakso solo….
    eh, sing mbayar gobang opo tongkik yo? (kukur-kukur sirah…bingung)

  3. Interupsi! Sok nek Gus Gobang mudik ke Sulang, kita suruh nraktir di Sulang kuliner center depan Kantor Kecamatan. Biar tahu dia, bahwa Sulang udah ada trotoarnya. Setujuuuuuuuuuuu…………..

  4. specially kagem mas gobang :
    Tolong ritual jajan, mangan bareng2 jangan dihilangkan, sampeyan selaku sponsor tungggal dalam kurun waktu 3 tahun terakhir semenjak mas Aang tidak aktip lagi harus tetap eksis, bener kan kan mas wowod?tolong diperhatikan hehehe, kalau bisa ditingkatkan, njajane sing rodho’ laranglah , senengane kok bakso karo mie ayam, wis ora relevan cah…, matur nuwun mas agus atas perhatianya….sampai jumpa lebaran tahun depan…

  5. He-eh Mas Dwi, bener. Tapi Bagi saya, setiap lebaran pasti situasinya ada dua hal yang kontradiktif, yaitu antara harapan dan duka. Satu sisi kita tuggu-tunggu, sisi yang lain minta ampun. Ngabisin enerji. Namun budaya Bakdo/Lebaran/Mudik Syawalan biar ngabisin dana sak mblanggentak, namun budaya ini tetap ada nilai positifnya, yaitu penyambung tali silaturahim (jare Mas Bahak) Halo, Mas Bahak si calon politikus. How are you? Thank’s.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s