Mercon #2

The Memorial of Mercon

Waktu itu ketika Ramadhan menjelang usai, beberapa hari lagi lebaran, akan datang satu musim yang datangnya cuma setahun sekali yaitu musim mercon.

Teks Yudil @rif

Mercon akan dianggap salah satu cabang mainan yang diproduksi secara besar-besaran baik untuk stok sendiri (untuk didengarkan ledakannya sendirian/individualis), stok umum(untuk didengar secara beramai-ramai/sosialis) maupun untuk keperluan bisnis (dijual/kapitalis).

Mercon juga termasuk seni yang bertahan cukup lama yang memadukan  antara seni suara (sound effeck) dan seni kerajinan tangan (handy craft),bagi yang sudah berpengalaman akan tahu bagaimana membuat mercon yang sesuai volume suara ledakan yang diinginkan(bass/treble),hal ini tentu sudah ada rumus tersendiri dari jaman kejaman dan belum dipatenkan(disayangkan).

Cukup tersedianya bahan baku mercon yaitu potasium dan kertas membuat stok mercon makin melimpah menjelang hari h,konon pembuatan mercon ini ada donaturnya,yaitu para perantau yang rindu suara ledakan mercon.Mereka dengan rela mengeluarkan dana besar.

Biasanya mercon tersebut dibuat beramai-ramai,yang belum berpengalaman  cuma disuruh gunting kertas (divisi 3), lalu yang lumayan pengalamannya disuruh  membuat gulungan kertasnya (divisi 2), dan yang sudah sangat berpengalaman tugasnya mengisi potasium ke dalam gulungan kertas dan memasang uceng(divisi 1). Divisi satu inilah yang sangat menentukan suara ledakan mercon di samping itu bertindak sebagai quality control.

Mungkin ada pertanyaan bagaimana mereka rela dan mau berhari-hari membuat mercon tanpa dibayar, setelah mengorek beberapa sumber yang tidak mau disebut namanya  ternyata disamping sukarela demi terwujudnya pesta mercon nanti, juga ada yang mau dan terpaksa membuat mercon karena diancam tidak boleh dengerin ledakan mercon waktu malam lebaran, mungkin takut juga membayangkan malam Takbiran tanpa mercon (bisa bete kalee).

Setelah tahun 2000-an tradisi mercon terancam hilang dari musim tahunan, hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan potasium, kalaupun ada itupun harganya mahal (kayak minyak tanah sekarang) inilah yang membuat pengrajin mercon pensiun.

Kelangkaan bahan baku mercon tersebut akibat gencarnya polisi merazia segala yang berbau mercon sejak menjelang bulan puasa. Alasannya di samping mercon berbahaya juga karena mengganggu kekhusukan ibadah dibulan suci ramadhan. Kalau dipikir bener juga kata pak pol, soalnya sudah  banyak korban berjatuhan, sebagian besar cedera bakar dan kehilangan jari tangan.

Peristiwa 11 September semakin memperburuk masa depan mercon, di samping peristiwa bom Bali. Mungkin pembuat mercon dulu tak membayangkan tujuan mercon dibuat hanya untuk meramaikan malam Takbiran berubah jadi alat pembunuh. Sama kagetnya dengan Albert Einstin waktu teori relatifitasnya dibikin bom atom untuk memusnahkan dua kota diJepang (Heroshima/Nagasaki).

Mercon sekarang telah menjadi barang haram (Nggak beda sama narkoba) dan telah berubah nama menjadi low explosive disaster (ide ne sopo?) yang membuat wajah mercon semakin hitam pekat. Sementara itu Polisi selalu berhasil menyita mercon di beberapa daerah. Mercon sudah punah, satu musim yang hilang …

Artikel ini disupport oleh:

Free Domain

Free Web Hosting with Website Builder

19 thoughts on “Mercon #2

  1. mercon dilarang pak pol…..udah gak bisa rame2 kyak dulu(masih kecil)….ngangeni bget…..

  2. Mercon…jadi inget perang mercon di depan pasar sulang jaman SD dulu..seru dan ngangeni. Dari jenis mercon pake kertas tanggalan, mercon bantingan, mercon ses dor keluar semua, mercon bumbung sing nggak ono

  3. apakah itu mercon? kok kayak meriam tapi kok dari bambu pa gak berbahaya kalo bambunya pecah. makasih
    wasalam

  4. Lha iya itu, apa lagi yang namanya si Dewi Potasiuminingtyas itu kan makin ngebor goyangnya, sampe nggoncangkan langit (-langit). He he he.

  5. “Benci Tapi Rindu” ini barang kali judul yg mungkin layak buat makhluk yg satu ini “mercon”. Barangkali “NJUMBUL-NJUBULAN” itu juga itu romantis. Dan makhluk mercon itu ndak bakalan punah lho, Du, lha piye nyatanya dianya ya terus berkembang biak koyo ngono. Betul gitu, Cah???

  6. menurut kabar burung, entah burung gagak atau cucak rowo, di rembang sekarang ini sudah ada yang jualan atau dodolan obat mercon, jadi buat para pegemar mercon dan bala-balanya, tidak perlu kebingungan lagi dengan hilangnya pesta mercon pas malam lebaran.

  7. mercon adalah bagian dari sejarah sayang telah punah. O iya kalo ada mercon yang bisa bass / treble, aku mau dong yang ada equalizer nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s