Mercon #1

Fasting de Sulang. Awas Mercoooooooonn !!!

Teks oleh : Dwiyoga Nugroho

Bulan puasa udah hampir separuhnya berlalu, rasanya nuansa puasa di Sulang tidak pernah terlupakan. Hampir setiap kita pasti punya cerita yang hampir sama tentang kenangan puasa waktu kecil, mulai dari rasanya keplongor ( High density dehidration, we’eh cah..), atau aroma mercon dengan asap yang membubunng tinggi. Atau mungkin ritme tetek atau tong tong lek yang nyaris tidak pernah berubah sampai th 2000-an, setelah era dangdut koplo terkenal baru deh beat dan ritme pukulan tong tong lek berubah dengan adanya fill in thok-thok thok-thok joss….Selain itu tentu kita tidak pernah melewatkan acara mlaku mlaku setelah sholat Subuh menyusuri jalan jalan Sulang. Rute jalan jalan yang paling ramai salah satunya adalah jalur nuju Pomahan, jalur hijau penuh lanskap sawah dan dingin embun pagi di pucuk rumpun padi.

Wah mumpung inget, acara jalan jalan biasanya diisi dengan ngeceng ala anak anak diiringi atraksi nyumet mercon. Ngomong – ngomomng tentang mercon, ada beberapa jenis mercon yang pasti masih kita ingat ;

Mercon Bumbung

Dibuat dari bambu, sistem kerja seperti meriem jaman VOC. Amunisi karbit campur air, peluru dari gombal mukiyo atau rumput jalar yang di remas remas. Tingkat bahaya 60 %*

Mercon Bantingan

Wah ini granat namanya. Ada batu krikil di dalamnya. Bunyinya lumayan keras walau hanya berlapis kertas tissue. Meletus kalau kena tekanan keras dan mendadak. Tingkat bahayanya 50 %*

Mercon Ruji

Amunisi pentol korek jres, mekanik dari potongan ruji sepeda, dan paku yang di tumpulkan. Cara pakai kayak orang pakai palu alias ganden. Resiko bahaya 30 %*

Mercon Busi / Gombyok

Amunisi juga dari korek jres, konsumsi koreknya lebih boros karena lobanya lebih gede. Bahan utamanya busi sepeda motor atau mobil setelah bagian ujung pemantiknya di hancurkan, prinsip kerjanya mirip mercon ruji, tapi caranya di lempar keatas – menukik kebawah – meledak di tanah – busi mental ke atas lagi – dan jatuh. tingkat bahayanya 55 %*

Dubis

Tinggal beli di toko, seperti pita yang sudah di isi semacam bahan untuk korek jres. Anak kecil boleh maen. Resiko 20 %*

Mercon Uceng

Nah…inilah cikal bakal mengapa mercon di larang pulisi. Siapa bisa membuat mercon jenis ini pasti dia sudah punya track record mbeling pada waktu kecil, he he he. Selain buatnya susah, perlu juga tempat persembunyian untuk membuatnya, biaya potasium yang mahal dan explosive effect nya yang besar membuat mercon ini adalah mercon yang tidak di rekomendasikan untuk anak baik baik. FOR NAUGHTY BOYS USE ONLY. Hanya untuk penyundut yang mahir. Bayangin aja mercon uceng yang berdiameter 4 cm aja udah bisa dipakai buat nyempalke blukang. Bagemana kalo yang diameternya lebih dari 15 Cm ( Stt………mercon diameter segini dulu pernah di buat Muh Gowok berang Kulon, di ledakkan di depan pasar. Kemudian Muh Gowok nyalain satu lagi mercon dari Om Bari Pak Pos, di ledakkan di lapangan kawedanan )

Saya sendiri pernah berdiri jarak 6 meter dari mercon diameter 5 cm yang meledak, dada ini rasanya mau pecah. Tapi seneng, karena setelah mercon meledak pasti ada serpihan kertas yang bertebaran ke angkasa. Mercon ini kelas forbidden. Bahaya sekali. 85-100 % *

Sossss Dor

Sejenis Kembang api ( Fire Works ), bisa meledak di udara bahkan di dalam air. Risk degree 45 %*

Jemplingan

Bunyinya terdengar pedas di telinga, satu bungkus berisi sepuluh batang, tapi kalau dinyalain semua rata rata hanya 7 batang yang bisa meletus sempurna, yang lain melempem, mejen alias busung. Resiko bahaya 30 %*

Tulup

Eh….emang ini mercon ??

Dengan adanya larangan dari pemerintah bagi masyarakat yang tidak mempunyai ijin penyimpan, merakit ataupun memilik bahan atau atau semacamnya yang berhubungan dengan ledakan besar yang cenderung merusak, berimbas langsung dengan kemeriahan puasa di desa Sulang. Boro boro punya mercon uceng, punya mercon jemplingan aja udah di peliliki pulisi. Yo disisi lain hal kayak gini disetujui banyak pihak, menggunakan harta untuk kepentingan yang tidak terlalu penting kayaknya sudah tidak tepat lagi, kesannya hambur hambur duit.

Okelah, gimana kalo di tilik dari segi kemeriahan, kayaknya kurang meriah ya Puasa tanpa Petasan, seperti makan gak ada sambelnya. Tapi yang namanya Ramadhan kan waktu untuk men – detoksitasi jiwa raga kita, waktu untuk mensucikan bathin dan lahir kita, sudah selayaknya kita isi Ramadhan ini dengan hal yang baik baik saja.

Kalo pengen meriah ya adain lomba Tadarus atau Hadroh saja, eh atau sesudah itu kita bikin pesta mercon dengan Ijin Kepolisian dan Motto Khusus. “DENGAN MENYALAKAN MERCON KITA PERKUAT IMAN DAN TAQWA”. Piye, wani ? Nek Aku Ra Wani……!!!

*data diatas berdasarkan pengalaman pribadi, bisa saja berbeda dengan apresiasi saudara.

2 thoughts on “Mercon #1

  1. Sip banget, Du, spontan ngingetken jaman kecilan saya (jebul saya juga termasuk komunitas”the gang of mercons maniac). Lepas dari plus minusnya, saya yakin bahwa nyanyian rock’n roll mercon akan terus mengumandang, biarpun malaikat ikut2an nglarang. Dan …. rasa kogat kaget itu ya termasuk klangenan juga ya, Du?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s