17an di Sulang

Teks: Mochammad Wahyudi

Ada sedikit berita dan cerita dari acara malam resepsi 17 an RI ke 63. Kalau boleh aku memberikan tema untuk 17 an kali ini sebaiknya diberi tema “MENDADAK 17 AN”. Kenapa? Tidak karena persiapan panitia yang memang serba mendadak, dan kurangnya dukungan dari beberapa personil dari generasi sebelumnya. Memang dari komposisi kepanitiaan saat ini banyak dari kalangan muda (regenerasi katanya). Meski saya nggak ikut lagi dari daftar kepanitiaan tapi saya juga ikut banyak membantu lhooo… (he….he….he…)
Karena sedikitnya waktu maka lomba yang diadakan pun hanya Sepak bola dan Bola Volley. tapi cukup menghibur masyarakat juga…

Kasihan Ketua Panitianya Si Keplek (Roni anake Pak Darno) yang sering amuk-amukan dengan sekretarisnya Hulud (Wawan anake pak Mijan)… kelihatanya ini menjadi sebuah pembelajaran bagi keduanya … tentang bagaimana berorganisasi dan bermasyarakat… untungnya masih ada Hux (Kukuh sekarang anggota BPD dari Perwakilan Pemuda) yang ikut membantu … ada juga Risma, Ndho, Ana, Keju, Mukri, dll…

Sedikit mengenai bermusic…
Ternyata jiwa bermusic anak lusang memang belum hilang…
Ini terbukti dari waktu acara 17 an kemarin yang diadakan setelah 10 hari berlalunya tanggal 17. walaupun tidak banyak yang tampil di acara tersebut, ada Angga, Mandut bersaudara, Yudhi, Dwik, Mukri, Apris, dan teman-teman yg lain (sory gak apal) membawakan lagu-lagu masa sekarang. Dan ada Pak Puji Kempul, Kithut, Ajay, wephi, membawakan lagu-lagu tua KoesPlus….

Tapi kelihatannya itu merupakan cermin generasi bermusic di Sulang.
Acaranya memang meriah… apalagi dengan dukungan panggung dan alat music yang lebih layak
dari yang pernah ada di pentas sulang (saya kira). Dan juga ditambah lagi dengan diundangnya
group dangdhutnya Kithut (Mas Totok) “Bintang Remaja” yang kini tinggal di Pati.
“Oh ya perlu saya kilas balik sedikit tentang Kithut, Mas kithut ini termasuk salah satu pelopor bermusic rock n roll anak muda sulang, dengan beberapa temannya mas Kithut ini telah nekat membuat drum sendiri dengan menggunakan tong bekas…(kreatif ya), meski gak sama persis tapi cukup bisa untuk latihan band-band nan.
Tapi kelihatannya mas Kithut sekarang telah meninggalkan idealisme bermusic nya dan memilih dangdhut atau music-music lawas seperti KoesPlus.”

Dari pentas seni 17 Agustusan tersebut saya melihat kalau bermusic anak muda sulang belum ada perbedaan dengan yang sudah-sudah mesti sudah didukung dengan alat dan panggung yang memadai (maaf bukan mengkritik tapi mengoreksi). Dilihat dari kematangan dan materi pemainnya seharusnya lebih baik dari yang sebelumnya, mungkin karena kurang persiapan dan kurang latihan…. Kelihatannya dari Group band muda-muda ini perlu belajar lebih lagi dari yang tua-tua. Tapi saya salut dengan anak band di Sulang.
HIDUPPP SULANGGGG..!!!

Free Web Hosting with Website Builder

12 thoughts on “17an di Sulang

  1. Mas yudiiiikkk…..salut bgt bwt kawula mda slg yg ttp smgt wlu dgn ktrbtn materiil&spiritual(koyo meh merdukun ae),tp stu yg bkin agk krg JOZzzz..!vokalis qta adik jemblong wkt nynyi kok membokongi pnntn yah..
    Tpi te2p salute dah
    Stu lg, yg penting Goyangnya brow dr St.12 alias entong

  2. jangan yang bagusnya thok yang diberitakan, jeleknya juga, biar kita bis berbenah (waktu pentas musik ada tawuran tho ?)

  3. di ambil sisi positifnya aja sapa tahu ini bisa menjadi pemicu anak-anak sulang biar lebih kreatif …….. (perut maju pantat mundur buat keplek (bajul)

  4. dari segi non teknis manggung hrs diperhatikan siapa audien-nya, lha kalo 70%para dangdut mania gmn?catatannya jangan memaksakan idealisme ,cukuplah nyari lagu yang temponya rada cepat dan ngebeat dan audien familier dgn lagu tsb.lalu segi teknisnya tentu saja alat ,jangan maksa main lagu yang sound nya susah dikejar sama alat yang tersedia,kalo audien kuping nya udah pada canggih bisa dilempar batu,kedua skill kita gmn? terutama penguasaan lagu,cttannya do not ever on stage kalo blm apal lagu ,blm apal not lagu ,yang lbh parah jarang ketemu ,jarang latihan .lha kalo skil kita sdh pada tingkat baik , jamsession diatas panggung tanpa latihan kayaknya bisa ok,thanx bro

  5. bener bro,
    aku isin
    lha, sing maen wis tuwek@ kok tetep ae kaya lagek ajaran ngeband,
    gelo rasane nek eling mbiyen usung@ salon karo ampli, gawe efek gitar dewe(gayane!), latihan ning omahe pak yon….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s