Glosari Sulang

Bahasa yang hidup adalah bahasa yang berkembang. Untuk berkomunikasi sehari-hari warga Sulang menggunakan bahasa Jawa. Barangkali letak geografis Sulang, yang berada di antara hutan-hutan jati Blora dan laut utara Jawa, yang membuat karakter komunikasi warga Sulang sedikit berbeda dengan warga berbahasa Jawa yang lain. Misalnya, cara berbicara dengan intonasi tinggi (baca: ngegas) yang, bagi orang yang pertama kali datang ke Sulang akan terkejut mendengar percakapan antarwarga karena kadang-kadang mirip orang yang sedang bersitegang.

Selain kosakata yang unik, tahun 80-an juga sempat beredar bahasa walikan di kalangan anak-anak mudanya. Bahasa walikan ini agak berbeda dengan bahasa walikan gaya Malang yang ekstrim membaca kata dari belakang, misal madura menjadi arudam atau markas menjadi sakram. Kaidahnya nyaris tidak konsisten. Tergantung kesepakatan umum dan yang lazim digunakan. Misal untuk aku dibalik uka, tetapi untuk kowe malah menjadi woke, atau ora menjadi oar bukan aro. Tapi justru itu yang membuat bahasa walikan Sulang unik dan menjadi bahasa lokal.

Selain bahasa walikan verbal yang unik, ada bahasa komunikasi yang unik juga yang menjadi penanda bagi warga Sulang untuk sesamanya ketika di luar Sulang. Namanya Suwitan. Tekniknya bersiul terbalik yakni bukan mengeluarkan udara tapi menghisap udara dengan kecepatan tinggi yang menghasilkan bunyi “suiii….t”. Kalau di Sulang anak-anak muda menggunakannya untuk memanggil temannya yang berada di dalam rumah untuk keluar. Tetapi ketika di luar Sulang, misalnya di kerumunan orang, di mal, terminal, stasiun, pasar, atau bahkan di masjid, orang Sulang menggunakan suwitan ini dan terbukti sungguh sakti untuk menguji apakah ada orang Sulang lain yang berada di tempat itu. Saya juga sering memakainya ketika melihat orang Sulang di suatu tempat di luar Sulang tapi ragu-ragu untuk menyapanya. Langsung saja saya suwiti, kalau nengok berarti benar. Tapi kalau tidak saya jadi tidak malu. Begitu, kan?

Berikut beberapa contoh kosakata yang masih sering dipakai warga Sulang. Buat Sulangers, tolong dikoreksi dan tambahi ya.

Keterangan:

(m) ini bunyi tambahan di kata-kata yang berawalan huruf B. Misal Blora diucapkan Mblora.

(w) bahasa walikan.

(s) bahasa slang atau plesetan.

Anggak sombong atau angkuh.
(m)Bangeti sifat seseorang atau keadaan di luar batas kewajaran.
Bel telepon. Contoh: coba sing dho nduwe XL mbok aku dibel, artinya coba Anda-Anda yang anunya berukuran XL, mbok saya ditelepon. Hi…hi…hi…
Bento edan. Gila.
Bluron mandi di kali.
Booj (w) bojo, suami/isteri.
Buuk (w) buku.
Cangkruk beberapa orang berkumpul dan ngobrol ngalor ngidul di ujung jalan, pos ronda, atau di pinggir jalan.
Capar (w) pacar.
Ebes bapak.
-em kata ganti milik orang kedua. Misal, “omahem” berarti “omahmu”.
Emes ibu.
Gigu perasaan jijik atau gilo (bukan gila, lho).
Glege’en sendawa (bhs. Indonesia), keluarnya udara dari perut melalui mulut.
Guur (w) guru.
Heled (s) aduh… rasah dijelaske wae ya. Rapenak le ngetik. Nek butuh ngerti tenan takok Mas Tongkik atau Mas Apin wae.😛
Itreng (w) ngerti, mengerti.
Jos sip. Oke.
Koplak bodoh.
Lab-lapan (w) bal-balan. Sepak bola.
Lail (w) lali, lupa.
Licet (s) nginceng, mengintip.
Ligut sip atau top.
Linyeh (w) nyileh. Pinjam.
Lumeh (w) muleh, pulang.
Mbengkayang senep.
Munget (w) mudeng, faham.
Neng id (w) neng ndi, di mana.
Ngino menghina.
Ngorong sama dengan keplongor. Situasi haus tingkat tinggi. Misalnya perasaan haus yang melanda orang-orang yang menjalankan puasa di siang hari.
Oar (w) ora.
Oblo halah… saru.
Oker oke.
Oop opo. Apa.
Ora podi tidak oke. (dipopulerkan oleh Slamet a.k.a. Wik a.k.a Iyok)
Oyi (w) iyo.
Poliis (w) polisi.
Poyer (s) cumbuan. Konotasinya agak negatif. Pokoknya don’t try this till married, deh.
Rasung (w) sarung.
Rebes beres.
Rusoh kotor.
Sam (w) mas. Panggilan untuk orang yang lebih tua beberapa tahun di atasnya.
Sapar pasar, bisa juga bulan Jawa setelah suro.
Sepead (w) sepeda.
Siod (w) sido. Jadi.
Soop (w) sopo. Siapa atau kadang-kadang puasa (dari kata poso).
Suker kotor/risih.
Uka (w) aku.
Uklam-uklam (w) mlaku-mlaku, jalan-jalan.
Wakin (w) kawin. Nikah.
Weket (w) cewek.
Wudit (w) dhuwit. Uang.
Wunde (w) nduwe. Punya.

7 thoughts on “Glosari Sulang

  1. he..he..
    bahasa slengean ini klo diperhatikan merangsek ke dunia per-Jeneng-an lho!
    ga percaya?
    Huk = kuh = kukuh
    wowod = wiwid (putrane pak jup)
    ndura = ndaru (yo putrane pak jup)
    apir = arip
    dll
    ONGAR LUSANG TEBO KAHEB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s