Ngangsu/Ngasu

Oleh: Dwi Yoga Nugroho

Ya lebih popular di sebut Ngangsu (Ya! Ngangsu). Kalo Ngasu (tanpa tambahan ”ng” di tengahnya) memang masih sering di ucapkan, tapi ini ambigu atau istilah enggresnya cenderung distinctive meaning, nek sampeyan menyebut ’Ngasu’ ini hampir sama artinya dengan meng-animalisasi sesorang ”Menjadi Asu”. Mangkanya hati-hati membedakan dua kata ini. Yo wis iku gak penting.

Sebentar lagi desa sulang akan diramaikan dengan budaya baru beberapa tahun terakhir, orang hilir mudik bawa jerigen di sepeda atau diangkut songkro. Cari air buat kebutuhan harian. Beberapa tempat yang masih jadi tumpuan pujaan para sedherek yang Ngangsu ini ada di lokasi Banyurowo, beberapa sumur di sana masih ada airnya walo sudah masuk kemarau. Bagi sodara yang sekarang tidak berada di Sulang silakan bersyukur tidak kesusahan air. Tapi (semoga menjadi kenyataan) sebentar lagi Sulang alan mempunyai alat distribusi air bersih dengan memanfaatkan air Telaga Sambongan. Diperkirakan alat ini untuk sementara bisa menjangkau sampai dengan Sulang bagian Utara (Brang Lor). Nek Sulang iso dijangkau alat kuwi kabeh lha terus mata pencahariane Kang Empet piye?

3 thoughts on “Ngangsu/Ngasu

  1. Enggih Mas Wildan (Mas Wahyu?) inilah nuansa Sulang di musim kemarau. Namun kita ndak perlu terpaku dlm kesedihan. Kita musti ingat, bhw dlm situasi kejepit biasanya menumbuhkan kreativitas untuk mengatasi atau setidak-tidaknya beradaptasi thd kondisi/masalah yg dihadapi. Saya salut, Mas Dwi.

  2. iyo mas mesakke le’ empet, tp jo salah le’ eempet lg ssbuk golek bojo maneh..hua..ha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s