Komentar (ya semacam surat pembaca gitu)

Ini adalah komentar dari panjenengan yang sudah kersa pinarak di blog Sulang. Seru ternyata ya. Terima kasih. Tapi apa tidak tertarik untuk ngerjain bersama, nih. Mbok yang masih banyak waktu buat nulis itu bikin cerita-cerita apa saja.

Terus terang, membaca banyak sekali komentar-komentar njenengan semua ini saya tidak bisa menahan tawa. Bukan lantaran semata-mata lucu. Sebenarnya ada banyak rasa yang tiba-tiba bercampur menjadi satu. Ada haru, bahagia, geli, sedih, kangen, dan lain sebagainya menjadi satu. Bagaimana tidak? Komentar-komentar njenengan semua ini –saya kok percaya– pasti membuat yang tinggal atau minimal pernah kenal Sulang membayangkan betapa susahnya cari air di sana, atau teringat guru, sahabat, orang-orang yang pernah kita sayangi dan menemani hari-hari kita dulu, atau juga musuh-musuh kita waktu dulu (seingatku musuhku ada satu: Tarom. Soalnya dia selalu ngeledek tubuhku yang tidak makin tinggi. Puas, Gus?!), atau entah apa lagi. Tetapi karena saya sekarang lagi di warnet, menghadapi serbuan berragam rasa ini mosok saya trus nangis, kan enggak lucu. Makanya saya ketawa saja untuk merayakannya. Mumpung ketawa juga nggak disuruh mbayar sama yang jaga. (yang jaga warnet saya ini boleh juga, lho. Rambutnya oke, hidungnya mancung, berat badan seimbang, pakai gelang logam, wangi, dari tadi lirak-lirik saya terus. Cuma sayang dia punya kumis dan kayaknya saya lagi males kalau harus coba-coba menyukai cowok. :p).

Ups sori ngelantur. Oke Bayangan saya sih, melalui blog ini kita bisa merintis pendokumentasian Sulang. Misalnya nih, kita itu siapa (maksud saya nama, tanggal lahir, dst.) tetangga kita, tahun ini siapa saja warga baru desa kita, siapa saja tetangga kita, yang menikah, yang meninggal, tempat-tempat penting di Sulang, guyonan ala Sulang, bahasa, dll. Memang ini tidak bisa kita petik hasilnya dalam waktu singkat. Tapi percayalah, ini bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga di beberapa waktu mendatang.

Tapi anyway, barangkali itu semua butuh persiapan yang lebih matang. Kapan-kapan kita buat pertemuan bersama gimana? Offline boleh online juga oke.

O iya, makasih sekali lagi atas kunjungannya. Jangan kapok, ya.

Salam hangat

S

silahkan sms ke 0818469457.

***
didik Says: November 27, 2007 at 10:00 am Masih ada kok tempat buat bluron, datang aja ke rawa sambongan. Ga pernah kering tuh airnya. Tapi ingat, mesti ijin dulu sama danyangnya!

didik Says: November 27, 2007 at 9:55 am Selamat ya Dek Nisa, yang turut mengharumkan nama SMA Sulang. Semoga akan menjadi nilai tambah dan mengangkat reputasi SMA Sulang bagi orang tua yang akan menyekolahkan anaknya di bangku SMA.

Sururi Says: November 19, 2007 at 6:04 pm Aku dapat info blog ini dari seseorang, tetapi aku benar-benar senang, karena meski aku sudah lama meninggalkan (merantau dari_sulang) sejak lulus smp, tetapi aku lahir dan besar di sana. Artinya ada jaringan lain di luar desa yang sering kalau aku pulang sudah tidak (jarang) bertemu dengan sebayaku (aku tetangga sebelah kithut). Kepada adik-adik (aku yakin….pas dipanggil demikian) untuk mengembangkan blog ini. Kapan-kapan aku kirim. atau kunjungi di http://sangperantau.myblog.com. atau tulisan-tulisan saya diblog yang sudah terpasang. yah….kita tuker-tukeran blog donk..

Sururi Says: November 19, 2007 at 6:17 pm wah ini…pemangku blog adike hakim ta? Mbak Anis??? hehe salam dari aku ya. fi fs, ruriarumbani@yahoo.com.

Ruri Says: November 19, 2007 at 5:46 am Juga lahir dari Sulang.

siwi Says: November 19, 2007 at 3:06 pm innalillahi wainnailaihi rojiun telah tiada untuk selamaa-lamanya, salah satu stadion kebanggaan kita di bumi sulang tercinta… stadion Blanglord. stadion yang menjadi kuburan para pemain dengan skill individu yang tinggi karena tebasan maut para jagal lapangan hijau kini telah menjadi suatu area pendidikan anak usia dini. entah siapa yang punya ide mengganti area olahraga itu menjadi…… sudahlah. Sutiyoso aja ga ada yang berani negur pas mbongkar stadion menteng apalagi cuma stadion branglord yang diilangi dari peta desa sulangijun putune mbah pangi Says: November 16, 2007 at 4:31 pm aku juga pernah nguncalke sarung di depan layar.
kalo dilapangan mesti ketemu karo duwik bagong. sambil udud ndelik. he he..

ijun putune mbah pangi Says: November 16, 2007 at 3:49 pm to: ika: jangan lupa sebutin tokoh pahlawan nasionalnya sulang: pak gik (selamat pagi, pak gik!), empet, blethik (lik juri), lik jimin (es osrok, skrng hijrah jadi es dawet), lik jumini, mbak kot, mbah siatun, de el el.. ndak kualat nanti

ijun putune mbah pangi Says: November 16, 2007 at 4:34 pm aku juga pernah udud pake rokok: crystal, staff dan rokok klobot, beli ditempatnya kok beng dulu deket warung es batunya lik sun yang dibungkus pake godhong jati dan ditali rafia warna item, setahuku dan setahu duwik bagong tidak ada warna selain itu.

ijun putune mbah pangi 2 Says: November 16, 2007 at 4:27 pm juga ada permainan delikan sodo (menyembunyikan patahan sapu lidi). aku setuju usul wowot: kupas tuntas “rel sepur sport center”karena semua olah raga berkumpulnya ndek sana.

ijun putune mbah pangi Says: November 16, 2007 at 3:44 pm sarapan.. sarapan.. aku masih ingat, mbahku penjual nasi pecel digebyur sayur lodeh tahudibawak pohon randu, cuman satu2nya disekitar jalan itu.tepatnya didepan rumah cak oni, suaminya bak lastri, asli kaliombo, anaknya mbak mutik. konon mbah mutik adalah penjual karet gelang. dijual per ons.
terkadang juga jual permen jahe, kacang arab (kapri ijo ditaburi garam) maknyos!

meskipun aku dibesarkan dari keluarga penjual nasi pinggir jalan aku tidak pernah malu. bahkan dikeluargaku diajari cara bertoleransi. buktinya aku sering beli makan ditempatnya mbah tadi. masih ingat? kalo beli pasti dibedakan piringnya, tergantung harganya. kalo mahal pake piring beling, kalo uangnya pas-pasan pake piring plastik salam..

dusone Says: November 12, 2007 at 9:08 am thanks semoga kita bisa menghargai masa lalu meski tak semua indah

ika Says: November 9, 2007 at 8:13 am Selamat ya buat Nisa. semoga prestasinya bisa jadi spirit buat adek2 yang lain.Kita tunggu nisa-nisa yang laen, yang berprestasi, yang bisa mengharumkan almamater. Walaupun saya bukan alumni SMU Sulang, ikut bangga juga lho! Sekali lagi Selamat yaSEMANGAT!!! ;)

gus Says: November 8, 2007 at 6:09 am aire dadi air mata. rebutan karo tonggo

gus Says:November 8, 2007 at 6:02 am omahku ra ketok soko nggonmu, tapi omahmu kadang dadi omahku (nunut turu)

gus Says:November 8, 2007 at 6:05 am saiki nisa’ enthuk medali perunggu soko IESO Korsel.

gus Says:November 8, 2007 at 5:56 am Karto suwiryo biyen nek dino jumat kungkum neng kali kedung, mangkane sulang dadi jos

TOMPO Says: November 6, 2007 at 5:24 am perkembangan terbaru neh!Nisa dapat medali perunggu di Korea, dibawah Taiwan dan tuan rumah Korea sendiri. saya sendiri sebagai alumnuis SMA Sulang ngerasa bangga bangeet punya adik kelas yang mendunia!kebetulan juga saya juga pernah di bimbing pak Eko Suhartono (Guru Pembimbing Nisa )waktu ikut olimpiade Fisika pada zaman saya sekolah dulu. beruntung banget aku di bimbing tangan dingin beliau walau tidak sampai ke tingkat dunia (mewakili Rembang dan kalah di tingkat Jawa Tengah) aku meraa kalau anak sulang berusaha dengan sungguh-sungguh pasti Sulang dapat diandalkan dan segalanya dapat diraih. hidup Nisa, hidup pak Eko!

dusone Says: November 4, 2007 at 7:28 am stadion kawedanan, tempat dulu saya pernah ikut berpartisipasi bermain bola di situ, sekarang sudah berubah fungsi. sebagian masih berupa tanah tegalan yang digarap oleh pak madjid(tetangga sebelah rumah saya), sebagian lagi digarap mas sumed(pegawai pam), didirikan rumah oleh pak bakro, berdiri puskesmas rawat inap sulang. saya ingat, waktu saya masih main dulu, ada salah seorang teman yang harus berhenti bermain karena waktu mundur menghadang bola, dia menabrak pohon kelapa sehingga mengakibatkan kepalanya mengalami sedikit gegar otak. sejak itu, stadion tidak lagi ramai, apalagi setelah ditanami jagung dan tanaman lain. bicara sepakbola, uhm, sepertinya sepi prestasi deh, maaf kalo saya skeptis,,,

dusone Says: November 4, 2007 at 7:34 am nostalgia jaman kecil dulu,,, sampai sma aku tinggal di sulang, tetanggaan ma bungkik, temen se-angkatan yus, diduk, ndandung, wawang, peny, kenang dll….dulu waktu sd, suka nonton video megaloman dan google v di rumahnya kenang, terus menginjak smp, ada cewek yang menjadi semacam ‘idola’ yaitu retno(anik) dan puji…

dusone Says: November 2, 2007 at 9:40 am

air,,air,,air,,air

mau mandi aja mahalnya minta ampun,,

wowot Says: November 1, 2007 at 4:09 am Buat mas pemangku sulang,saya juga merasa sedih dengan perkembangan kesenian dan budaya yang ada di sulang ini.generasi penerus yang sekarang ini tahunya hanya musik modern,tarian disco dan yang berbau kebarat-baratan.mana tarian gambyong, merak,bambangan cakil yang biasa ditarikan dulu oleh anak2 SD pada waktu 17an?mana generasi penerusnya Bu Harsi,ataupun Pak Jup satu-satunya dhalang di Sulang yang sekarang juga baru “Vacum of Power”. Saya harapkan mas pemangku sulang ataupun temen2 yang sengaja ataupun tidak sengaja membuka website ini dapat memberikan saran ataupun solusi agar seni dan budaya di sulang tidak mati tertelan jaman. Oh ya mas, saya kemarin janji mo memberikan foto-foto sulang masa lampau yang saya punya….kapan ya?

ika Says: November 1, 2007 at 6:59 am nambahi dikit, sponsore dulu rokok jarum ya?terus sebelum bioskop dimulai ada acara undian (tapi aku g mudeng detailnya),. ada yang dapet jam,payung etc.biasnya aku nonton sama mbah kini almarhumah samnil maem kacang goreng wedhi dagangane.lucu banget kalo inget tempo dulu

ika Says: November 1, 2007 at 6:05 am Air rupanya jadi topik hangat ya?! tapi ini dah masuk nopember, artinya hujan 1,2 dah mulai turun.Gimana Sulang?dah dapet jatah air dari langit kan?beli air jeligen atau budaya ngangsu dah mulai berkurang to?Alhamdulillah Jatim dah muali lho.
kalau semuanya lancar, bendungan growongan insyaalloh bisa jadi pengharapan warga Sulang (sulang tengah khususnya).tapi itu-pun menurut informasi masih 2-3 tahun lagi.walaupun demikian,melestarikan sumber kehidupan warga Sulang yaitu sumur dibanyurawa (BR) yg jadi tempat langganan ngangsu adeku kalo pulang kampung, g ada salah and ruginya.Sempet usul ke babe, mbok ya-o disekitar sumur ditanami pohon2n pengikat air seperti Beringin atau Trembesi.toh itu tanah bengkok.kalo untuk kemaslahatan umat pak kades masak g ikhlas sih?kalo bukab kita yang menikmati, paling tidak kita sudah berinvestasi buatanak cucu.tapi nanti kalo pohonnya sudah guede jangan dipake u/ hal-hal yang dilarang agama lho ya.tapi ini masih angan2…..

ika Says: November 1, 2007 at 6:21 am Kalo saya, lahir dan besar (sampai SMU) di RW II RT 01, sekitar 50 m sebelah Barat tugu Payung.Sebeleh Timur rumah adalh rumah temen sebayaku Weppy, sebelah Baratku rumah Mbah Kini almarhumah, sedang Selatan rumahku adalah rumah pakdhe Pik. waktu kecil dulu, depan rumahku kalo pas musim hujan dujadikan sawah (tadah hujan) tapi sekarang gak peduli mau musim hujan or kemarau tebuuuu sepanjang tahun.mungkin selain praktis,gak butuh perawatan banyak, juga ketersediaan air yang sudah tidak memadai.secara klimatologis, Sulang mungkin sudah masuk kategori bertipe iklim E. kebetulan di RW II banyak dihuni anak-anak yang umurnya sepantaran, dengan selisih usia yang tidak begitu jauh. ada weppy, dwi, ida, arip, wig, yuli, siti, umi, ariea, muis, ndaru, yusa, anjar, edy (pindah rembang). 2-5 tahun di atasku ada endri, heni, wowot, atik, siti, dila, aduh siapa lagi ya? maklum, saya termasuk golongan kuper dan gak gaul.ada yang mau nambahi?

ika Says: October 29, 2007 at 8:52 am Wah, hebat ya SMU Sulang.Saluuut.ngomong-ngomong gimana perkembangan kabar dek Nisa?sukses berlaga di Korea?ika Says: October 29, 2007 at 8:45 am salam tepang ugi. jan-jane kulo nggih penasaran, sinten to pemangkune sulang menika,salut buat pemangku sulang, kreatif. kemarin pas lebaran wahyu (adek) sempet mendokumentasikan sekelumit pojok sulang. saya tunggu-tunggu kok belum nongol juga ya? lare-lare sulang menapa sampun kathah ingkang pirso komunitas menika?

siwi Says: October 26, 2007 at 3:01 am walah2! sebagai geneerasi muda sulang yang selalu ingat sulang yang terkenang akan Perses sulang yang pernah melegenda di dunia persepakbolaan rembang agak nyinyir memandang keramaian agustusan kemaren tanpa ada satupun lomba bal2an antar RW yang biasa rame. mgkin dah beberapa tahun lalu sejak ribut antara RW VII (lapangan) dan RW VIII (Banyurowo) membuat para petinggi di desa ogah mengambil resiko mengadakan bal2an. ini jadi agak sepi n sulit mencapai klimaks agustusan di desa sulang karena sepakbola di sulang sudah mulai bangkit dari sepi/vacumnya Perses. semoga dengan terppilihnya kades baru dari orang bola (Sukijan) pada tahun2 besok bisa diadakan acara ini lagi. salam kenal!!!!

siwi Says: October 26, 2007 at 3:27 am sitik nambahi juga, kalo ada pagelaran yang rada gede di lapangan ato kawedanan pemilik warung yang punya omzet gede seperti mak Pi, mbah Siatun ato warung mie ayam depan mesjid itu sapa namane (lali aku!!) juga sering mremo lho!!!

TOMPO Says: October 26, 2007 at 2:31 am Mas ko’ daerahku ndak pernah dibahas?aku lahir di tegalsari, aku juga termasuk warga sulang lho mas……mbok yo ojo kompleks kawedanan thok sing dibahas !? blognya bagus dan lucu banget, aku nilai sembilan mas blognya, pokoke mati urip sulang forever …

siwi Says: October 26, 2007 at 3:30 am mas ku pe upload profil Sulang FC, klub bal2an masa kini desa sulang, py carane?
sih sederhana sih tapi lmyan bikin rame ….. mohon do;a restu, Sulang FC akhir bulan Nov (kira2) pe terjun di turnamen Sulang Syawalan Cup VIII, soale babar blas ra tau menang (padal maine ng suang dewe lho!) Trims

siwi Says: October 26, 2007 at 3:38 am weleh3, cah lapangan iku llho! sombonge nemen, sebelum dikau merasakan nikmatnya ngangsu ato damainya tumbas banyu jeligenan, mending dari sekarang mulai aja nimbun banyu sak akeh2e, spa ngerti besok anak cucumu merasakan apa yang dialami warga sulang sebagian besar!kan lumayan dah ada cageran!
mas yen wani tak tunggu ng prapatn sulang, besok hari sabtu malam 27 oktbr 2007, kita bertanding secara jujur dan fair play, kalah mbayari di PSane Targo! wani ra? kw ga ngapel to?

ika Says: October 22, 2007 at 5:16 am Semoga bendungan yang lagi dibangun (growongan ya?) bener2 bakal jadi angin segar buat orang sulang. Amiiiin. Biar ada semangat pas ada acara “hari pulang kampung” ;)

ika Says: October 22, 2007 at 5:28 am Buat pemangkunya Sulang, kok ya berhenti jadi muridnya iku-ku tuh kenapa?
apa seni tari itu cuman punya perempuan tok? wah, gender donk. pantesan beliau pernah rasan-rasae, katanya cari penari laki-laki susahe minta ampun. Behubung sekarang bu harsi sudah kena osteoarthritis, sudah tidak bisa lagi aktif didunia seni tari. padahal masih ada keinginan buat bikin sendratari (walaupun menurtku terlalu muluk2 sih). Buat penerus- penerus bu harsi (banyak lho!), monngo dipun uri-uri supados lestari.

cah lapangan Says: October 16, 2007 at 3:04 pm Sudah manda : ada Dendeng Ireng, Dendeng Puteh, Nyawah, Mithong, Goyang, Nyaplok, Byok, Nyelengi, Jempol ( Gacu nyaris menyentuh garis ). Paling bagus pake gacu enternit yang di remuk remuk, sebab gacu varian ini mempunyai traksi lebih luas terhadap bidang sudahmanda, sehingga gacu ini lebih nepak ( langsung berheni di posisi lemparan, tidak mengalami slip sehingga bablas dari posisi lemparan ). Tapi Gacu dari bahan enternit kurang bagus untuk lapangan tanah ( gacu terlalu lekat pada tanah dan handling kurang bagus). Ukuran luas tiap kolom sudahmanda biasanya 3 petak ubin kali 3 petak ubin. tapi untuk kolom 4 dan 5 biasanya berukuran 3 petak ubin kali 6 petak ubin. Eh..ngono po yo ? Di Lapangan yang jago sudahmanda bernama Mbak Pah. Siapa berani lawan ?

cah lapangan Says: October 16, 2007 at 3:54 pm Disela gelisahnya warga sulang yang sedang kekurangan air air karena jatuh musim kemarau, ada sesuatu yang mungkin logis untuk di pertanyakan. Walah !!!
Begini lho, Setiap datang musim kemarau Sulang selalu kekurangan aer. Betul karena (mungkin) akibat tak langsung dari gundulnya hutan, dan lain sebagainya. Ada satu daerah yang ALHAMDULILLAH BANGET tidak terlalu merasakan dampak musim kemarau, yaitu Karanganyar (KA) dan Banyurowo (BR). Bukan untuk mamer mameri tapi kenapa bisa begitu? Apakah karena kondidi geografis KA dan BR atau karena KA dan BR dulu termasuk daerah yang mempunyai banyak pohon besar di pinggir jalan sehingga terbentuk sumur alamiah di bawah tanah yang diwarisi oleh pohon2 tersebut? Lha nek sumure wis entek banyune piye? Rak Ngangsu..Ngangsu ning ndi ? Sambongan ? Walah aduhe !!

cah lapangan Says: October 16, 2007 at 2:34 pm kali yang tidak pernah kering yo kuwi kali Pace. Mbanyurowo, Tapi ada gowoknya. Dulu jarenya ada api Kelep tidak bisa di tulungi ( jare lho ya !! ). Gimana Kalo kita ganti acara bluron dengan Bungy Jumping di treteg lapangan. Lokasinya strategis, tidak angker karena wit mindhiknya sudah di tegor ( di senso ).

cah lapangan Says: October 16, 2007 at 4:11 pm Nambahi nggih Mas!……Siapa saja yang mremo ( jualan ) kalo ada layar tancep ? Ingat mbah Sabar ? beliau tinggal di Tegalgede, rekan-rekan yang suka berkerumun di depan dagangan mbah sabar pasti tidak lupa dengan kaca mata 3D buataan mbah Sabar. Frame-nya dibuat dari bambu, dengan kaca buatan dari kertas minyak warna merah atau biru. Yah kurang lebih kayak kacamata milik Elton John. Ada juga Lik Jumini, Mbah Suliyah, dan Lik Pahing.

wowot Says: October 4, 2007 at 3:09 am Saya juga sependapat mas,sayapun merasa sedih melihat sulang sekarang yang setiap tahun pasti dilanda kekeringan. Setiap kali saya pulang kerumah yang saya lihat cuma panas, kegersangan, sungai yang kering, hutan yang gundul dll yang menunjukkan bahwa desa Sulang merupakan desa yang “Miskin”. Mana tempatku bluron dulu, mana tempatku mancing dulu dan mana tempatku ‘ngindrin” dulu. Tapi maaf bukan saya yang ngundrin lho, saya cuma ikut ngambil ikan yang di indrin he..he..Ya saya cuma berharap gimana “PEMDA” sulang dapat membangun sulang kembali minimal seperti waktu saya kecil dulu.Semoga dengan pak Lurah yang baru sulang dapat berada pada jalur yang benar…..

wowot Says: October 4, 2007 at 2:46 am lupakanlah masa lalu tentang sepakbola Agustusan di Sulang.anggaplah cerita-cerita kekalahan dan kemenangan suatu memori yang indah.Walupun sepakbola agustusan udah nggak ada kan masih ada yang namanya Syawalan Cup.Semoga dengan adanya Syawalan Cup ini bibit-bibit baru muncul sehingga sepakbola di Kecamatan Sulang di segani di seluruh antero Rembang.Saya berharap ada pemain PSIR yang dari asli Sulang.Hidup Sulang..Hidup PSIR…

wowot Says: October 4, 2007 at 3:33 am wah bener-bener mengingatkanku pada masa lalu mas. mungkin ada lagi permainan yang dimainkan di Sulang antara lain nekeran, tembak-tembakan (bedhilnya terbuat dari bambu kecil yang dibentuk sedemikian rupa dan pelurunya dari kertas), Layangan dan mungkin masih ada lagi.Untuk permainan yang terakhir ini saya masih ingat sering main di dekat rel sepur di belakang rumah njenengan.Tapi sekarang nggak tahu Sulang masih ada rel sepur nggak ya?

Darman Says: September 10, 2007 at 6:23 am SAYA TERHARU DAN SENANG DAN BAHAGIA BACA BERITA INI… WALAUPUN KOTA KITA REMBANG SELALU KESULITAN DITIAP MUSIM KEMARAU TAPI..TIBA ADA BIDADARI DARI SULANG YANG BISA SEDIKIT MEMBERIKAN KESEJUKAN HATI KARENA PRESTASINYA… TAPI KARENA SAYA BUKAN PEJABAT MUNGKIN JUGA TIDAK BISA MEMBANTU DANA..TAPI HANYA DOA YANG BISA SAYA BERIKAN DENGAN TULUS.. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR ADA RATUSAN RIBU PEDUDUK REMBANG DAN KHUSUSNYA SULANG YANG BERSAMAMU.. DAN SEMOGA SUKSES DIKOREA (SAYA GAK TAU ACARANYA SUDAH APA BELUM).. TAPI GAK TAHU PARA PEJABATNYA BANTU APA NGGAK, (SEMOGA TERKETUK HATI MEREKA)… AYO PAK SALIM BANTU PAHLAWAN KITA!!!! PLISSSSSSSSSSSSS…

Darman Says: September 10, 2007 at 6:09 am Dulu pernah pertandingan final Piala Agustusan timnas Sulang vs timnas Landoh. Lantaran skornya imbang maka pertandingan digelar sampai malam. Tapi ketika harus adu pinalti panitia penyelenggara memutuskan pertandingan dihentikan lantaran tidak ada lampunya. Keesokan harinya pertandingan dilanjutkan dan hanya memainkan adu pinalti. Entah siapa juaranya waktu itu ya?

Timnas Landoh kalah… karena dicurangi…kebetulan saya yang jadi pejaga gawangnya……. dan kayaknya sepakbola Sulang gak akan maju kalau masih ada bau-bau ketidakadilan disetiap pertandingan…. maturnuwun, BRAVO DESA LANDOH + KECAMATAN SULANG

wahyu Says:August 31, 2007 at 7:21 am mas, ni cuma mau mbenerin.tu yang guru tari namanya BU HARSI. (tu ibuku mas..he..)

wahyu Says: August 27, 2007 at 12:18 pm Seperti biasanya, pada bulan Agustus kaum muda sulang sibuk dengan sendirinya.
Pada tahun ini. 17 Agustus 2007 kaum muda sulang mengadakan acara berangkai. Rangkaian pertama kegiatan yang diadakan adalah perlombaan. Untuk janis perlombaan ada dua yaitu lomba untuk anak-anak dan lomba untuk dewasa tingkat RW. Untuk acara kedua yaitu sepeda hias. dan acara puncak yaitu PENSI. Acara PENSI digelar pada tgl 20 Agustus 2007 di halaman Balai desa Sulang. Acra diikuti oleh berbagai kalangan, dari anak-anak kecil sampai orang tua. Acara yang dimulai pukul 18.30 WIB, dan ditutup dengan lagu-lagu tempoe duloe sangat meriah sekali.

agung Says:August 1, 2007 at 1:38 am assalamualaikum wr. wb. keren mas… explore daerah biar bisa ikut dikenang para pembaca…:)TOP tnan…mas nek boleh usul…ketika tak lihat, tak baca, terus tak rasakan menurutku kok sepertinya ada sing kurang srek, kurang mak nyus…1. Judulnya itu lho…kok sepertinya “menurunkan”, ngapurane mas nek misal diganti menjadi Sulang GoinBlog piye?ato mungkin bisa yang lainnya2. Poto-potone alias gambar-gambare kok belum tak temukan ya?itu aja dulu… sukses ya…

r3cyclebin Says: July 6, 2007 at 9:14 pm aku sd tahun 1986 (kelas 5). saban jum’at ada perpustakaan keliling. madrasah pas libur, akhirnya kami (yus, nanang, ndandung, wawang, dkk.) pinjem buku/komik. sambil nunggu bis perling (perpustakaan keliling) kami mencari asem londo bercanda sampai puas. tandon air di selatan pak dokter (rumah dinas?) depannya pak pos (ingat, ini tahun 1986) dipakai untuk nongkrong. tentunya sambil menirukan dan menceritakan adegan-adegan di “lima sekawan”, “sapta siaga” (karangan enyd blyton) atau lucky luke, dan asterix-obelix. oh,… sulang yang indah! sekarang, semua sudah berubah, tapi bisa jadi lebih indah, kok. kalau nggak percaya, aku siap membantu. (timuk/mituk/bungkik/gendhut/muda’i)

6 thoughts on “Komentar (ya semacam surat pembaca gitu)

  1. Inut anake pak Yoto Sulang Lor cedak SMP

    Seneng bener aku menemukan Blog ini,aku ikutan ya…mbok menowo iso gawe roso kangenku karo Sulang dan sekitarnya terobati, maklum wes suwe ra ngambah Kampung Halaman..
    Cilik cenger lair nang Sulang, TK Rimbani..kancane Dwi,Masku Pekchenk,Fitri cah Galsari, Nanung anake Pak Zahli….gurune Bu Jumidah…galake rek…Trus SD nang SD I, Gurune P. Darmin, P. MAt Anom,etc Kepala Sekolahe Mbah Mino….( Mbahe Chenk )…SMp…nang sebelah omah..gurune pak Moksan, Pak Rudi….wah nek disebutke karakter siji2 aku kok yo ngekek dewe….SMA nang Rembang nyambi nyambut gawe nang Double Sierra FM…Inut Verona, Anit Shangrila, Imel, Lilian Thuram Jambojay…Diduk, Oping, Lek Sopyan, Seruling Asmara…Wepy….wah kae radione piye yo…aspirasi masy Sulang masihkah diurusi disana….?. Kopi lelet ” PILU ” sebelah mbah gatut kae esih beredar ra?tempat nongkrone bapakku kae…ben rodo gaul…ning tambah ngenomi….

    Matur nuwun…nek ono opo call wae nang 085292099898/91809489
    Inut

  2. sulang adalah bagian terindah dari masa kecil saya. ngene lho terus terang aq terharu ketika moco tulisan tulisan adik-adikku iki. teknologi telah mempersatukan jiwa – jiwa yang jauh. jiwa – jiwa yang telah mengelana lama untuk hidup dan menghidupi raga. blog ini salah satu anugrah buat saya, ternyata saya punya tambatan untuk memeluk sulang. Jiwa yang menjadi seperti sekarang ini (saya) dibangun dari masa lalu. Dan masa lalu yang paling saya cintai adalah sulang. Great Blog !!
    r3cylebin alias bungkik alias timuk, hai …. teman sejati ku diantara beberapa yang lain seperti nanang alias Didug, Brando alias Ndandung, Wawang dll.. karena kowe aq dipaksa untuk menulis oleh istriku. hehehe……silaturahmi katanya. Aq wis punya anak satu saiki dan bermukim di cimahi.
    mungkin ga banyak informasi soal aq. 26 tahun yang lalu aq tak lebih dari seorang yang pendiam dan cenderung menutup diri atau maksain diri hehehe…sulit mbedainnya, rambut “ngacrak” atasnya doang, lebih suka ga pake sendal kalo sekolah madrasah, gembeng hehehe…., ga gaul, trus…suka ngintir nek kali banjir tapi ampe sekarang ga bisa renang..ampuuun. trus ..wah banyak deh kejelekanku ampe ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tapi menginjak SMP kolaborasi r3cyclebin yang saat itu masih pake MCJAY (nama samaran di mading skul) dan MCJOYS (nama samaranku) menjadi awal kesamaan hobi nulis. Meski tentu saja r3cyclebin lebih jago dari saya, soalnya doi paling banyak referensinya dan doyan baca ketimbang aku.
    Masing inget kalo kita sering nyontek gaya bahasanya arswendo, udah gitu sekali-kali ngikut gayanya lupus yang saat itu yang paling mirip adalah LISIN anaknya pak taqin, meskipun saya niru gaya lupus..kayak..sampai2 bela-belain beli tas terpal beg panjang heheh..jadi malu nyritainnya. Udah berusaha keras tuh…alhasil ga mirip-mirip, bener-bener nasib. Oiya kita juga suka ngumpulin cerita kriminal dari intisari trus…novelnya sydney seldon..apalagi ya… oiya nempelin tulisan kita hingga menyerupai majalah terus kita foto copy trus diedarin gratis ke temen2 …..
    sementara itu dulu curhat qu, eh..yang mbaurekso blog ini syapa seeeeeeh….knalan dong. Tengkyu ya panggonane……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s