Jangan Mau Kalah Sebelum Bertanding, Nisa

Di bawah ini adalah berita yang saya ambil dari koran Suara Merdeka edisi Juni 2007. Setelah membaca perasaan saya bercampur antara bangga dan geram. Bangga karena dari desa kecil yang sulit ditemukan letaknya di peta, telah lahir generasi muda yang begitu cemerlang sekaligus geram membaca berita yang mau tidak mau harus diakui sebagai indikasi pemerintah tidak peduli dengan prestasi warganya.

Bayangin bisa menang di sebuah ajang kompetisi di universitas bergengsi di Indonesia setelah mengalahkan puluhan kandidat lainnya. Saya bisa membayangkan capaian Nisa sangat luar biasa. Apalagi 2 tahun terakhir saya banyak bergaul dengan siswa-siswi SMA peserta atau juara olimpiade dan lomba-lomba penelitian internasional. Dari mereka saya tahu betapa berat perjuangan yang harus ditempuh.

Saya mengenal baik Pak Rudi pembimbing peneliti SMA 6 Yogya, Agnes, peneliti muda yang sudah mendapat paten atas karyanya dan Dina peneliti sma 3 Semarang yang meraih first step to nobel Fisika. dan banyak lagi peneliti-peneliti muda yang dengan perjuangan luar biasa saat berusaha mewujudkan impiannya.

Karena itu saya bisa membayangkan sebelum mengikuti lomba, Nisa (tentu saja dengan dukungan guru dan orang tuanya) pasti telah meluangkan banyak sekali energi untuk sesuatu yang sulit diukur hasilnya. Terlebih saingannya adalah pelajar sekolah-sekolah bergengsi seperti SMA 6 Yogya atau SMA 3 Semarang yang langganan meraih juara penelitian tingkat nasional dan internasional yang didukung fasilitas.

Saya memang tidak tahu bagaimana kondisi SMA Sulang. Tapi, percayalah fasilitas di sana tidak lebih baik dari SMA N 1 Rembang tempatku sekolah dulu. Toh dari sana bisa berkembang bakat luar biasa. Kuncinya adalah tidak takut bermimpi. Saya idak tahu mimpi Nisa atau Pak Eko. Tapi saya tahu, mereka punya mimpi dan berani mewujudkannya. Tanpa harus ada pemutaran film Gie di Sulang, Nisa dan Pak Eko telah berani menghadapi masalahnya.

Salut untuk Nisa dan Pak Eko. Dan, kalau sampai pejabat atau wakil rakyat Rembang masih juga hanya sibuk berwacana untuk memberangkatkan Nisa ke Korea tapi tidak segera membiayai persiapan dan keberangkatannya, (maaf) semoga mereka tidak pernah terpilih lagi di pemilu mendatang.

Untuk Nisa dan Pak Eko, saya kesulitan mendapat kontak Anda berdua. Tetapi saya akan “menghimpun kekuatan” warga Rembang dan pihak-pihak lain untuk mendukung Anda. Jika ada yang bisa kami bantu, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kami di desa.sulang@gmail.com.

 Ayo, Nisa, jangan mau kalah sebelum kamu memulai pertandingan ini.

 Salam hangat

 s

 

 

Nisaul Fahmi, Juara Nasional Kontes Geologi

“Mengambil Piala Kemenangan Tak Punya Dana”

 

NISAUL Fahmi (17), siswi kelas XI-2 SMA Negeri 1 Sulang memang belum pernah datang dan menyaksikan pusat semburan lumpur panas di Kecamatan Porong Sidoarjo. Keterbatasan waktu dan pendanaan membuat putri kedua pasangan Abdul Aziz (almarhum) dengan Sri Suprapti itu tidak bisa datang ke sana.

Namun, warga Desa Pomahan, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang itu memiliki keingintahuan sangat besar untuk mengetahui gejala fisika dan kimia yang terkandung di dalam lumpur tersebut.

Ketika salah seorang gurunya membawa sampel lumpur Sidoarjo beberapa bulan lalu, gadis berkacamata minus itu langsung memintanya sedikit untuk diteliti.

Hasil penelitian atas lumpur Sidoarjo itu, oleh Nisa -begitu sapaan akrabnya- kemudian dirangkum dalam karya ilmiah berjudul “Identifikasi Karakter Fisika dan Kimia Lumpur Sidoarjo”.

Pada 15 Mei lalu, hasil penelitian Juara VIII Olimpiade Fisika Tingkat Jateng itu dinyatakan sebagai juara nasional dalam Student Geology Contest yang diadakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia menyisihkan tak kurang dari 43 karya ilmiah lain dari seluruh Indonesia.

Penelitian Nisa yang menang di kontes nasional itu, oleh UGM juga akan diajukan ke kontes serupa tingkat Asia yang akan diadakan di Korea Selatan, September mendatang.

“Namun untuk ke Korea tentu memakan biaya yang sangat besar, ya Mas?” tanyanya saat ditemui Suara Merdeka di sekolahnya, kemarin.

Pendanaan

Nisa yang kemarin didampingi Eko Suhartono, guru Fisika SMA Negeri 1 Sulang, mengaku berkecil hati jika memikirkan biaya ke Korea. Pasalnya, hingga kemarin dia belum memiliki dana menyewa mobil untuk mengambil piala yang dimenanginya di ajang Student Geologi Contest.

“Piala yang dimenangi Nisa itu besar dan perlu angkutan khusus. Kami tidak memiliki dana untuk mengambilnya. Bahkan kemarin saat mengikuti paparan di UGM, kami juga terpaksa nabrak sana-sini agar bisa berlaga di Yogyakarta selama seminggu,” tutur Eko.

Meski terkendala dana, Nisa mengaku tidak patah arang untuk terus belajar dan mempersiapkan diri untuk kontes di Korea. Setiap Rabu dan Sabtu, dia bersama guru pembimbingnya mengadakan serangkaian tes baru tentang lumpur Lapindo. Selain itu, dia juga terus menggali berbagai referensi mengenai geologi.

“Terus terang, saya lebih suka fisika dan matematika,” ujarnya sembari mengembangkan senyum.

Dia juga mengungkapkan, pada Juli nanti akan datang tim UGM yang akan membimbingnya sebagai persiapan untuk berangkat ke Korea.

“Katanya tim dari UGM itu juga akan mengajak saya untuk meneliti kandungan mineral dan geologi di Kabupaten Rembang. Kesempatan ini akan saya gunakan dengan sebaik-baiknya,” tekad Nisa yang bercita-cita ingin menjadi guru itu.

Anggota DPRD Rembang Komisi D dokter Sugeng Ibrahim, menanggapi hal itu mengemukakan, “Siap membantu, kapan pun waktunya. Insya Allah, akan kami carikan dana.”(Mulyanto Ari Wibowo-69)

17 thoughts on “Jangan Mau Kalah Sebelum Bertanding, Nisa

  1. namnun pandangan dari para guru harus adil, jangan menganggap bahwa jurusan ini paling baik tau jurusan itu paling punya masa depan. Yang saya alami dulu moga tak terulang, dimana kami hanya dianggap sebelah mata oleh guru tertentu. Percayalah setiap kita lahir punya bakat dan minat tertentu tugas kita adalah memupuk benih2 itu untuk menjadi tanaman yang menghasilkan, bermanfaat untuk lingkungan. Kepandaian bukan lah segala-galanya, yang pandai dan yang pintar belum tentu bermanfaat/berguna, jadikanlah anak didik menjadi orang yang bermanfaat dan berguna, berfikir kreatif dan sistematis jangan berorientasi pada kebendaan dan harta. percayalah manusia adalah mahluk yang paling sempurna..

  2. Saya mungkin trlambt bwat ucapkan slamat buat Dik Nisa yg tlah mendatpt medali perunggu di korea tpi itu bukanlah mslah bgiku,perasaan bangga dan haru brcampur,sbagai alumni smu sulang tak mungkin terelakkan.Mungkin tak ada yg aku banggakan bwat prestasi yg aku berikan bwt smu n sulang tercinta tpi aku punya satu kebanggaan pribadi. Krna aku adalah anak smu n sulang pertama tinggl kelas yang tk pindah mski harus mengulang krna mengulang bukanlah suatu kebanggaan tpi jga bukan suatu yg hina krna kita menimba ilmu bukanya mencari ijasah smata, buktix setelah aku banyak ank yg tinggl kelas yg tdk pindah dan harus mengulang smoga sdikit coretan ini bsa direnungkan oleh adik2 smu n sulang bahwa mengulang bukanlah kegagalan melainkan wktux kita untuk introspeksi dri agar belajar lebih dr yg sudh.Skali lagi slamat bwat dik Nisa, trims kmu sudah membuat aku sebagai alumnus Smu N 1 Sulang,.Slam bwat alumnus IPS 3 99 /00′ dan lulusan Th 2000 trimakash jga Bpk/Ibu guru aku akan slalu mencintaimu.

  3. Saya, sebagai alumni, turut bangga atas prestasi yang telah dicapai oleh SMU Sulang, khususnya Dek Nisa’. Ayo… tetaplah terus berkarya, dunia menanti peran aktif kita semua. Untuk info Pak eko dan dek Nisa, kebetulan saya sering contact. Sekarang pak Eko d MST UGM. Saya juga sangat termotivasi oleh nasehat-nasehat Beliau.
    OK deh, sukses selalu buat semua

  4. Selamat ya Dek Nisa, yang turut mengharumkan nama SMA Sulang. Semoga akan menjadi nilai tambah dan mengangkat reputasi SMA Sulang bagi orang tua yang akan menyekolahkan anaknya di bagku SMA.

  5. Selamat ya buat Nisa. semoga prestasinya bisa jadi spirit buat adek2 yang lain.
    Kita tunggu nisa-nisa yang laen, yang berprestasi, yang bisa mengharumkan almamater.
    Walaupun saya bukan alumni SMU Sulang, ikut bangga juga lho!
    Sekali lagi Selamat ya
    SEMANGAT!!!😉

  6. perkembangan terbaru neh!Nisa dapat medali perunggu di Korea, dibawah Taiwan dan tuan rumah Korea sendiri. saya sendiri sebagai alumnuis SMA Sulang ngerasa bangga bangeet punya adik kelas yang mendunia!kebetulan juga saya juga pernah di bimbing pak Eko Suhartono (Guru Pembimbing Nisa )waktu ikut olimpiade Fisika pada zaman saya sekolah dulu. beruntung banget aku di bimbing tangan dingin beliau walau tidak sampai ke tingkat dunia (mewakili Rembang dan kalah di tingkat Jawa Tengah) aku meraa kalau anak sulang berusaha dengan sungguh-sungguh pasti Sulang dapat diandalkan dan segalanya dapat diraih. hidup Nisa, hidup pak Eko!

  7. Wah, hebat ya SMU Sulang.Saluuut.ngomong-ngomong gimana perkembangan kabar dek Nisa?sukses berlaga di Korea?

  8. SAYA TERHARU DAN SENANG DAN BAHAGIA BACA BERITA INI… WALAUPUN KOTA KITA REMBANG SELALU KESULITAN DITIAP MUSIM KEMARAU TAPI..TIBA ADA BIDADARI DARI SULANG YANG BISA SEDIKIT MEMBERIKAN KESEJUKAN HATI KARENA PRESTASINYA… TAPI KARENA SAYA BUKAN PEJABAT MUNGKIN JUGA TIDAK BISA MEMBANTU DANA..TAPI HANYA DOA YANG BISA SAYA BERIKAN DENGAN TULUS.. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR ADA RATUSAN RIBU PEDUDUK REMBANG DAN KHUSUSNYA SULANG YANG BERSAMAMU.. DAN SEMOGA SUKSES DIKOREA (SAYA GAK TAU ACARANYA SUDAH APA BELUM).. TAPI GAK TAHU PARA PEJABATNYA BANTU APA NGGAK, (SEMOGA TERKETUK HATI MEREKA)… AYO PAK SALIM BANTU PAHLAWAN KITA!!!! PLISSSSSSSSSSSSS…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s