Hiburan #3 Bal-balan

Tidak berbeda dengan olahraga anak-anak dengan yang jauh dari fasilitas modern, olahraga paling populer di Sulang ya bal-balan (sepak bola). Hampir setiap anak kecil di Sulang pasti dan pernah memainkannya. Minimal nontonlah. Di halaman sekolah, kawedanan, kecamatan, lapangan, pokoknya di mana ada lahan kosong, di situlah kami main bal-balan.

Mungkin sekarang banyak atlet jago bal-balan di Sulang. Tapi 15-an tahun lalu setahuku jagoan bal-balan yang sering diomongin teman-teman itu Bah Dowo (Pak Darno). Orangnya cukup tinggi dan besar untuk ukuran warga Sulang. Kalau tidak salah ingat dia itu salah satu penjaga gawang PSIR [atau Krida?] waktu menjadi juara perserikatan. Tapi sebenarnya ada juga pemain tingkat nasional yang berasal dari Sulang (kecamatan). Ada Joko Sutrisno (dari Landoh) pernah malang melintang di Galatama (Liga sepakbola Utama) membela tim BPD Jateng. Lalu ada juga Hadi Surento (dari Seren) yang pernah langganan tim nasional. Sayang dia mengalami cedera fatal ketika membela Arema Malang  Deltras. Sekarang setelah sembuh kembali merumput dan menjadi tulang punggung PSIR di Ligina Divisi I. Dan diam-diam, ada juga tulang punggung PSIR dan pemain nasional angkatan Bonggo Pribadi – I Made Pasek Wijaya dkk. yang kemudian menjadi warga Sulang. Namanya Max (Bambang Handoyo). Coba dia mau terlibat membenahi sepak bola Sulang, kayaknya bakal maju tuh. Apalagi kalau tidak salah dia tinggal hanya 50 meter dari stadion olah raga kebanggaan Sulang: Lapangan. Ayo, Mas Max, mbok cah-cah Sulang ki tok ajari bal-balan sing tenanan.

Sedangkan klub sepak bola kebanggaan Sulang bernama Buana. Belakangan Buana tidak pernah dimunculkan lagi yang ada klub Cakra Birawa. Tapi tetap saja pemainnya para atlet-atlet terbaik Sulang. Home base mereka di stadion Lapangan (baca lebih lengkap tulisan ini untuk tahu stadion-stadion di Sulang).

Tempat-tempat yang biasa dipakai bal-balan:

Stadion Lapangan

Secara administratif terletak di wilayah Karanganyar RW VII. Merupakan lapangan bola paling representatif di Sulang. Dulu waktu juara nasional perserikatan PSIR pernah bermain di lapangan ini melawan Buana. Karena letaknya agak jauh dari rumahku dulu saya jarang main di sana. Dan lagi biasanya lapangan ini lebih banyak dipakai latihan oleh timnas Sulang. Stadion ini sudah ada gawang dan garis standar sepak bola. Cuma belum ada lampunya. Dulu pernah pertandingan final Piala Agustusan timnas Sulang vs timnas Landoh. Lantaran skornya imbang maka pertandingan digelar sampai malam. Tapi ketika harus adu pinalti panitia penyelenggara memutuskan pertandingan dihentikan lantaran tidak ada lampunya. Keesokan harinya pertandingan dilanjutkan dan hanya memainkan adu pinalti. Entah siapa juaranya waktu itu ya?

Lokasi: Karanganyar (RW VII)

Luas: kira-kira 200 m x 100 m

Fasilitas: gawang, garis lapangan.

Kapasitas penonton: 6.000 orang s.d. tak terbatas kalau mau nonton dari tegalan di selatan stadion.

Pengelola: pemerintah desa Sulang

Kegiatan lain: upacara HUT RI, kemah pramuka, layar tancep.

 

Stadion Sinderan

Ini adalah lapangan di komplek Perhutani di Gaplokan. Saya tidak bisa cerita banyak karena juga termasuk jarang main di sana. Berbeda dengan stadion Lapangan yang sudah dilengkapi dengan atribut standar pertandingan internasional😀, stadion Sinderan ini belum memiliki perangkat yang standar. Karena seingatku gawangnya juga masih terbuat dari tumpukan sandal atau baju pemain.

Lokasi: Sinderan (RW IV)

Luas: kira-kira 100 m x 50 m

Fasilitas: pemandangan sunset di balik pohon-pohon siwalan (semacam aren).

Kapasitas penonton: 600 orang

Pengelola/pemilik: Perhutani

Kegiatan lain: tempat main anak.

 

Stadion Kecamatan

Sesungguhnya ini adalah 2 stadion outdoor lapangan voli yang ada di halaman kantor kecamatan. Tapi bila tidak dipakai voli, ya paling banyak dipakai bal-balan. Sama dengan di stadion Tanjung, gawang yang dipakai juga terbuat dari tumpukan sandal atau baju pemain. Hanya kalau di stadion Lapangan dan Tanjung pemainnya sudah memakai bal kompan (bola untuk sepak bola beneran), maka atlet di stadion ini tidak memusingkan apakah mereka memakai bal kompan atau bal plastik (bola dari platik). Seingat saya, paling sering kami pakai bal plastik. Durasi pakainya ya paling lama 2 pertandingan. Karena kami bermain sangat semangat yang penuh dengan tackling-tackling keras sehingga biasanya belum sampai 15 menit bal plastik itu sudah peyok. Saya paling sering main di stadion ini karena hanya berjarak 200 meter dari rumah. Atlet-atletnya berbakat berasal dari kulon pasar, brangtengah, dan nggalgedhe.

Lokasi: depan kantor kecamatan Brangtengah (RW II)

Luas: kira-kira 50 m x 80 m

Fasilitas: 2 set lapangan voli, tiang bendera, pinggir jalan besar.

Kapasitas penonton: 300 orang

Pengelola/pemilik: kecamatan

Kegiatan lain: upacara HUT RI, tempat momong anak

 

Stadion Klopo-kloponan

Lokasi stadion ini berdekatan dengan stadion Kecamatan. Tepatnya di timur kantor kecamatan. Diberi nama klopo-kloponan karena sebenarnya ini kebun kelapa yang milik kantor Kawedanan (pembantu bupati jaman dulu). Selain harus mengatasi permukaan lapangan yang tidak rata atlet di sini juga harus hati-hati agar tidak menabrak pohon-pohon kelapa yang berjarak 4 meteran. Saya juga sering main di sini.

Lokasi: Timur kantor kecamatan

Luas: kira-kira 100 m x 100 m

Fasilitas: 2 set lapangan voli, tiang bendera, pinggir jalan besar.

Kapasitas penonton: 1.000 orang

Pengelola/pemilik: kawedanan

Kegiatan lain: latian silat SHT, olahraga anak-anak SD I dan SD II.

 

Stadion Branglord

Sepertinya stadion yang terletak di negara bagian Branglor (RW I) ini sudah dipugar dan dialihfungsikan menjadi areal hunian dan perkebunan. Tapi dulu saya juga sering main ke sana tapi jarang untuk bal-balan. Sebab selain yang main atlet-atlet senior, atlet junior Branglor pothok-pothok juga. Stereotypenya mereka tuh gares (tulang kaki) dan gaprekannya (tackling) keras-keras.

Lokasi: lapangan di halaman SD IV (RW I)

Luas: kira-kira 100 m x 200 m

Fasilitas: gawang dari bambu.

Kapasitas penonton: 300 orang

Pengelola/pemilik: SD IV

Kegiatan lain: upacara HUT RI, tempat momong anak

 

Selain stadion-stadion di atas ada juga stadion yang dikelola amatir dan kecil-kecil tersebar di Sulang. Sayang pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha memiliki sebuah fasilitas olahraga yang representatif untuk kemajuan prestasi atlet-atlet sulang. Tapi, apa memang harus nunggu dari inisiatif pemerintah desa atau kecamatan yang pasti juga hanya akan menuding pemerintah di atasnya? Apa tidak sebaiknya kita bersama-sama mulai inisiatif menyusun rencana-rencana yang realistis untuk dikerjakan demi peningkatan kebugaran dan prestasi olah raga warga Sulang? Ayo, sumbangkan pikiran Anda.

14 thoughts on “Hiburan #3 Bal-balan

  1. sorry mas eko, ini cuma tulisannya cah ndeso yang bangga akan desanya….ga ada maksud menjerumuskan…thanx udah mampir.. :D:

  2. kalau saya dulu sering maen di stadion kecamatan depan rumah meskipun kecil tapi rata tanahnya rumput halus, kalau dlihat dari jauh mirip rumput sintetis di stadion higbury milik klub arsenal jaman dulu, jangan salah di situ dulu lahir pesebakbola multitalenta seangkatan saya yang jarang diekspos dia adalah MAS MBOT (Nanang Hermanto) skill diatas rata rata macam Andrey Sevchenko waktu muda, wis pokoknya dulu kalau Roman Abramovich(pemilik Chelsea) tau, aku yakin pasti dia direkrut, bener aku gak bohong…

  3. Sekali lagi bal2an is the best of Sulang’s entertainment. Minggu, 7 Desember ’08, Perses Sulang memberi pelajaran PSIR U-17 dg score 3 – 0 (terbukti Perses belum abiiiz)
    Gimana, Gus Gobang dah ngantuk? Ongkrik, wisotomoyo kita finish di pos ini. Next esok pagi. Nuwun …..

  4. innalillahi wainnailaihi rojiun
    telah tiada untuk selamaa-lamanya, salah satu stadion kebanggaan kita di bumi sulang tercinta…
    stadion Blanglord. stadion yang menjadi kuburan para pemain dengan skill individu yang tinggi karena tebasan maut para jagal lapangan hijau kini telah menjadi suatu area pendidikan anak usia dini. entah siapa yang punya ide mengganti area olahraga itu menjadi…… sudahlah. Sutiyoso aja ga ada yang berani negur pas mbongkar stadion menteng apalagi cuma stadion branglord yang diilangi dari peta desa sulang

  5. stadion kawedanan, tempat dulu saya pernah ikut berpartisipasi bermain bola di situ, sekarang sudah berubah fungsi.

    sebagian masih berupa tanah tegalan yang digarap oleh pak madjid(tetangga sebelah rumah saya), sebagian lagi digarap mas sumed(pegawai pam), didirikan rumah oleh pak bakro, berdiri puskesmas rawat inap sulang.

    saya ingat, waktu saya masih main dulu, ada salah seorang teman yang harus berhenti bermain karena waktu mundur menghadang bola, dia menabrak pohon kelapa sehingga mengakibatkan kepalanya mengalami sedikit gegar otak. sejak itu, stadion tidak lagi ramai, apalagi setelah ditanami jagung dan tanaman lain.

    bicara sepakbola, uhm, sepertinya sepi prestasi deh, maaf kalo saya skeptis,,,

  6. mas ku pe upload profil Sulang FC, klub bal2an masa kini desa sulang, py carane?
    sih sederhana sih tapi lmyan bikin rame …..
    mohon do;a restu, Sulang FC akhir bulan Nov (kira2) pe terjun di turnamen Sulang Syawalan Cup VIII, soale babar blas ra tau menang (padal maine ng suang dewe lho!)
    Trims

  7. Mas ko’ daerahku ndak pernah dibahas?aku lahir di tegalsari, aku juga termasuk warga sulang lho mas……mbok yo ojo kompleks kawedanan thok sing dibahas !? blognya bagus dan lucu banget, aku nilai sembilan mas blognya, pokoke mati urip sulang forever………….

  8. lupakanlah masa lalu tentang sepakbola Agustusan di Sulang.anggaplah cerita-cerita kekalahan dan kemenangan suatu memori yang indah.Walupun sepakbola agustusan udah nggak ada kan masih ada yang namanya Syawalan Cup.Semoga dengan adanya Syawalan Cup ini bibit-bibit baru muncul sehingga sepakbola di Kecamatan Sulang di segani di seluruh antero Rembang.Saya berharap ada pemain PSIR yang dari asli Sulang.Hidup Sulang..Hidup PSIR…

  9. ———-Dulu pernah pertandingan final Piala Agustusan timnas Sulang vs timnas Landoh. Lantaran skornya imbang maka pertandingan digelar sampai malam. Tapi ketika harus adu pinalti panitia penyelenggara memutuskan pertandingan dihentikan lantaran tidak ada lampunya. Keesokan harinya pertandingan dilanjutkan dan hanya memainkan adu pinalti. Entah siapa juaranya waktu itu ya?————–

    Timnas Landoh kalah… karena dicurangi…
    kebetulan saya yang jadi pejaga gawangnya……. dan kayaknya sepakbola Sulang gak akan maju kalau masih ada bau-bau ketidakadilan disetiap pertandingan…. maturnuwun, BRAVO DESA LANDOH + KECAMATAN SULANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s