Oleh: Editor | 3 November 2009

Salam Jumpa ( suwe ra ketemu )

Salam Rukun Sulang

Setelah lama tidak menulis di Blog ini rasanya ada sesuatu yang hilang dari kecintaan saya. Setidaknya sebulan lebih sedikit tidak meng update blog ini. Mohon maaf kepada rekan rekan SO. Terima kasih telah setia hadir menengok blog tentang desa kita tercinta Sulang. Beberapa kabar penting terakhir yang terjadi di desa Sulang sempat terlewat dari halaman blog selama beberapa minggu terakhir. Kabar yang paling hangat ya tentang kemarau yang masih ramah hadir di desa kita, walau dengan adanya sistem sanitasi baru ‘ Rawa Sambongan’ telah membantu pengadaan air bersih di desa kita rupanya tak cukup menghapus nuansa ketigo dari bumi Sulang. Kang Empet masih setia dengan gerobak berisi jerigen air pesanan para pelanggan, edisi berikutnya akanbercerita tentang Kang Empet, semoga terlaksana. Baca Lanjutannya…

Oleh: Editor | 1 Oktober 2009

Warga Sulang Turut Berduka Gempa Padang

Untuk saudara-saudara di Padang dan sekitarnya, kami atas nama warga Sulang menyampaikan simpati yang sedalam-dalamnya atas Bencana gempa bumi yang melanda di sana. Semoga para korban segera mendapat penanganan sebaik mungkin. Semoga ini adalah cara Allah untuk meninggikan derajat saudara-saudara yang ada di Padang dan sekitarnya.

Untuk teman-teman warga Sulang di seluruh penjuru dunia, kami mendorong untuk memberikan support dalam bentuk apapun.  Hotline gempa Sumbar yang dapat Anda hubungi 0751-9824971 s.d 9824980 ada 10 nomor FREE CALL di Padang.

Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana bencana alam itu tiba. Tetapi percayalah, bahwa apa yang terjadi di Padang dan sekitarnya pun adalah pesan Yang Maha Kuasa untuk kita dan harus kita sikapi bersama-sama.

Semoga Allah memberi kekuatan untuk saudara-saudara kami di Padang dan sekitarnya. Amien.

Mohon bantu sebarkan. no telp hotline gempa sumbar 0751-9824971 s.d 9824980 ada 10 nomor FREE CALL di Padang

Oleh: Editor | 19 September 2009

Reuni SMA Sulang 24 September 2009

salaman2

Kabar ini diforward langsung dari Panitia Reuni SMU N 1 Sulang angkatan 97-98-99, Coach Cahyo Nugroho.

Acara reuni ex siswa SMU Sulang angkatan 97-99 bakal di helat 24 September 2009 di SMU N Sulang.

Info Lebih lengkap hubungi Cahyo Nugroho di 0878 3314 2010

Oleh: Editor | 19 September 2009

Lair Batin Ya….

jendela maaf

Jendela kawedanan. Foto: Dwiyoga Nugraha

Saat mengucapkan selamat lebaran, jarang sekali orang Sulang menyertakan kalimat penuh bunga. Barangkali iklim yang panasnya minta ampun, telah membuat warga Sulang sedikit tidak romantis. Tapi bukan berarti tidak tulus.

Cukup dengan mengucapkan “Lair batin, ya…” sambil berjabat tangan, maka saat itu juga terjadi kesepakatan yang ikhlas bahwa masing-masing pihak telah saling memaafkan kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Semoga lebaran kali ini juga melahirkankan kembali keikhlasan sedulur-sedulur Sulang untuk saling membuka pintu dan jendela maaf di hati.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

Lair batin, ya…

Oleh: Editor | 19 September 2009

Selamat ulang tahun

Inilah yang berulang tahun di bulan ini. Mohon maaf bulan kemarin kami tidak mengeluarkan daftar yang berulang tahun karena ada sedikit masalah di database yang kami kelola. Sekarang sudah kembali beres. Selamat ya.

Mbak Azizia Freda Savana (12/9)
Mas Yudhil, (21/9)
Mbak Zuariska Vindhi Irawan, (23/9)
Ibu Siti Zulaikha, (28/9)

Selamat nggih. Semoga sehat dan lancar rejekinya. Amin.

Oleh: Editor | 4 September 2009

Selamat dehhh….

ndura

Benawa's Six Packs ?

SO mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Benawa Prabandaru, Tgl 5 September. Semoga Sukses Menyertai “Tendangan” mu. Benawa adalah Squad inti Sulang Selection yang turut menggemakan sepakbola Sulang di Dunia. Dia adalah putra ke dua dari Ki Dhalang Sulang, Blogger populer desa Sulang. Selamat !!!

Oleh: Editor | 28 Agustus 2009

Sepakbola Sulang Juara Lagi

full team

Timnas Sulang. Ayo siapa mau mencoba kehebatannya? | foto2 oleh: Dwiyoga Nugraha

pelatih cahyo dan pemain terbaik

foto oleh: Dwiyoga Nugraha

vici

foto oleh: Dwiyoga Nugraha

Bertempat di Stadion Krida Rembang, timnas Sulang berhasil menjadi runner up dalam turnamen sepakbola se Kabupaten Rembang dalam rangka Bupati Cup, Hari Jadi Rembang dan HUT RI ke 64 dan berhak mendapat hadiah sebesar Rp 2 juta.

Selain itu, gelar pemain terbaik juga jatuh pada motor utama timnas Sulang, Rendra alias Ndoyo, berhak  atas hadiah uang sebesar Rp 500 ribu.

Selamat!

Catatan: tolong dong yang tau nama-nama anggota tim Sulang Selection, merinci siapa saja dan posisinya dimana. Ya..

Oleh: Editor | 28 Agustus 2009

Thanks, Coach Cahyo!

pelatih cahyo

foto oleh: Dwiyoga Nugraha

Tangan dingin Coach Cahyo Nugroho telah mengantarkan tim sepakbola Sulang meraih juara II di turnamen sepakbola se Kabupaten Rembang dalam rangka Bpati Cup memperingati hari jadi Rembang dan HUT RI ke 64 yang digelar di Stadion Krida Rembang.

Sebagai sosok yang tumbuh dan berkembang di lingkungan stadion Sulang, sepakbola telah menjadi bagian dari kesehariannya. Selamat, Coach. Tingkatkan lagi prestasi sepakbola anak-anak muda Sulang.

Oleh: Editor | 28 Agustus 2009

Berita Duka Minggu Ini

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Awal minggu ini, ada dua berita duka untuk warga Sulang yang sampai di telinga editor Sulang Online.

Pertama, Ibu Sadimin (Istri Bapak Sadimin, Ibu teman-teman kita: Mas Didik, Mas Edi, Mas Aan, dan Mas Deni). Sebagai teman Deni saat SD, saya sering mencicipi lezatnya masakan beliau. Masih teringat jelas bagaimana hangatnya sambutan beliau pada teman-teman Deni yang bermain di rumahnya.

Kedua, adalah Bapak Kromowiyadi, ayah Bapak Sugiman yang berarti adalah Simbahnya Dwiyoga Nugroho.

Semoga almarhum dan almarhumah khusnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dan untuk keluarga Semoga diberi kesabaran dan keikhlasan. Amien.

Oleh: Editor | 14 Agustus 2009

Beda Lidah Sama Makna

gendera

teks dan foto : Dwiyoga Nugroho

Mbah Paing susah mengucapkan “Endonesa” dengan benar ( nah lo gak bisa kan !), karena bagi Mbah Paing bukan bagaimana cara mengucapkannya, toh Opung Siregar juga tau apa yang dimaksud Mbah Paing, karena mereka sudah lama hidup dalam satu rumah, mereka sudah saling memahami kebiasaan satu sama lain. Opung juga tidak pernah mengolok olok mbah Paing karena lidahnya yang terlanjur kaku. Begitu juga Cak Basuki, Daeng Maranay, Bang Amrul dan penghuni rumah lainnya. Duh indahnya rumah ini, Indonesia.

Oleh: didiksalambanu | 11 Agustus 2009

Mengenang “Kakek Bangsa”, Mbah Surip

Oleh: Didik Salambanu

Saat berkutat dengan angka-angka di meja, ditemani nyala TV yang sayup-sayup mendendangkan lagu “Tak Gendong”, tiba-tiba mata ini terbelalak saat melirik layar kaca. Entah siapa yang manteng saluran Trans TV sejak pagi, yang jelas saat itu sedang live in concert “Insert” (meski infotainment bagiku adalah slot sampah), memberikan tagname acaranya “In Memoriam Mbah Surip”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Editor | 28 Juli 2009

Berita Duka

mbah jalil
Foto dan Teks : Dwiyoga N
Diambil 24 April 2009 ” Mbah Jalil dan Bedugnya “

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiuun

Seorang tokoh Rodad Sulang telah berpulang ke Haribaan Illahi. Biasa di panggil dengan sebutan Mbah Jalil, bertempat inggal di dusun Tegalsari Sulang, beliau meninggal pada hari Selasa 28 Juli 2009 dikarenakan sakit. Posisi beliau dalam paguyuban Rodad Santren Sulang adalah sebagai penabuh Bedug. Diusia yang sudah termasuk sepuh beliau masih eksis menabuh bedug untuk menjaga ritme tetabuhan pengiring Rodad.

Semoga Amal ibadah Mbah Jalil selalu mendapatkan ridlo Allah SWT.

Selamat Jalan Mbah Jalil.

Oleh: Editor | 24 Juli 2009

Mushola Kami Sedang Diperbaiki

musola alamin

Assalamualaikum Wr Wb

Sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, gak aneh lagi kalau intesitas kegiatan di Mushola dan Masjid bakalan meningkat. Sholat Tarawih berjamaah, Tadarus Al Quran dll. Ramadhan di Sulang tahun ini kayaknya bebarengan dengan datangnya musim kemarau. Panas jadinya deh..

Bukan sebuah kendala berarti bagi Muslim sejati, mau Ramadhan panasnya minta ampun Insya Allah bisa di tunaikan. Amin.

Persiapan menyambut datangnya bulan seribu bulan ini sudah mulai kentara di beberap sudut Desa Sulang, salah satunya di Dusun Karanganyar ( RW 7 Sulang ). Salah satu tempat ibadah ( Mushola / Langgar ) tengah direnovasi, bukan semata mata karena mau puasa lantas Mushola dibenerin, bukan itu.

Warga sekitar Mushola yang didirikan 20 tahunan silam ini mempunyai niatan untuk memperindah Rumah Allah ini dari iuran rutin tiap bulan. Alhamdulillah sudah terkumpul dana untuk memperbaiki Mushalla yang di beri nama Al-Amin ini. Dana yang terkumpul memang tidak banyak, namun Insya Allah dengan bantuan beberapa dermawan, perbaikan ini diharapkan akan lancar.

Mushola Al Amin berada di belakang Ex SD Sulang 3, tepatnya di pinggir jalan jurusan Gunem. Selain untuk Sholat berjamaah, Mushalla Al Amin secara rutin digunakan untuk kajian agama bagi ibu ibu setiap hari selasa sore dan berlatih Hadroh ( Sholawatan diiringi Rebana ). Walau sederhana, di serambi mushola ini saya sering melihat beberapa pedagang keliling tengah mampir untuk sholat dzuhur dan melepas lelah setelah muter muter cari rejeki. Duh alangkah di Mushalla itu tempat yang indah, sangat indah, menaungi hati dan raga setiap yang mampir di sana. Baca Lanjutannya…

Oleh: Editor | 23 Juli 2009

Selamatkan Istia Rizky Ramadhani!

Tadi pagi baca Kompas ada pengumuman siswa SMP Sulang sudah 1 minggu ini tidak pulang ke rumah.

Namanya Istia Rizky Ramadhani kelas 3. Menurut berita Kompas, berdasar pengakuan orangtua dan sejumlah saksi, terakhir kali terlihat Rizky mengenakan seragam pramuka. Ia hilang saat pulang sekolah.

“Orangtua Rizky menduga Rizky digendam karena tidak mungkin ia mau dilarikan atau diajak pergi Sujayat yang sudah dua kali menikah itu,” kata Ajun Komisaris Pak Narmin, kepada Kompas.com.

Oleh: Editor | 12 Juli 2009

Kabar Duka

images

Innalillahi W Inna Ilaihi Rajiun.

Telah berpulang ke Rahmatullah. Seorang tokoh pendidikan, sejarah, dan Kepanduan desa Sulang, Bp. Minhad bin Kusrin. Beliau adalah ayahanda dari Bp. Achmad Anom. Meninggal pada hari Jumat pukul 04.00 WIB dan dimakamkan pada hari yang sama pukul 14.00 di pemakaman umum Tegalsari Sulang. Beliau meninggalkan seorang istri dan 4 orang putra dan 7 orang cucu.

Segenap warga Sulang Online mengucapkan belasungkawa sebesar besarnya, semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT. Amin.

Oleh: Editor | 11 Juli 2009

Sega Berkat, Ngangeni tur Maregi.

Teks dan Foto : Dwiyoga Nugroho

“Mangke ba’dal Maghrib diaturi Kajatan ting redaksi Sulang Online!”

Berkat (1)a

Rasanya gak mungkin melupakan suasana desa Sulang tercinta ya, baik itu warganya, makanannya, maupun kulturnya. Gak bakalan lupa deh dengan yang namanya Ater-ater, budaya saling berkirim makanan memaknai sebuah hajat yang sedang di helat sang pengirim makanan. Biasanya diawali dengan memasak makanan special, lebih special dengan menyembelih ayam atau kambing bahkan sapi. Ada beberapa varian lauk, sayur dan tumisan yang melengkapi menu untuk kiriman, tergantung kemampuan ekonomi sang empunya hajat, kemudian diikuti berkirim makanan ke sanak saudara yang biasa di sebut kegiatan Ater-ater. Malam harinya di tutup dengan Sholawatan atau Tahlilan memanjatkan doa syukur pada Allah SWT. Seremoni Tahlilan di desa Sulang terkenal dengan sebutan Kajatan mungkin ini berasal dari kata Hajatan, acara ini diadakan di rumah yang punya hajat, doa bersama dipimpin seorang Modin atau tetua agama, dalam acara itu juga telah dipersiapkan bungkusan makanan yang biasa disebut Berkat sinonim dari Berkah atau Barokah, bisa jadi ini sebuah berkah dari Allah bagi setiap wakil dari keluarga yang diundang bakal kebagian nasi lengkap dengan lauknya, untuk dibawa pulang. Baca Lanjutannya…

Oleh: Editor | 6 Juli 2009

Idola Cah Maderasah itu Kini Telah Tiada

Mbak KhodFoto dan Teks : Duiyoga N

Foto diambil awal 2008 di dekat SD Sulang 2, mbak Khod dan dagangannya.

Tiada bisa menghapuskan kenangan masa lalu kita waktu njajan Mie Sambel ( yang biasa di sebut mie umbel ), atau kolak telo rambat. Itulah masa indah waktu Ngaji di Madrasah Santren Tegalsari. Namun kini kita tak bisa lagi bernostalgia mencicipi pecel tabur Krip Krip atau Mamie. Hanya bisa mengenang saja sosok seorang penjual yang menggelar semua jajanannya pada sebuah mbale bambu, ada es temu lawak, ada potongan tebu yang  mulai memerah terbungkus plastik yang sudah berkeringat didalamnya, atau makanan kecil beragam nama dan rasa yang terbungkus plastik mengembung dengan cetakan yang sudah mulai luntur. Atau beberapa dari kita memaklumi Mbak Khot mencapurkan kuah kolak pada sambel pecelnya karna Udin, anaknya, tak kunjung datang mengambilkan air matang buat campuran sambel pecel., karena bisa dibilang apapun yang tersaji dari tangan mbak Khot, kita tak bisa memungkiri, pasti nikmat dan menyenangkan. Ah semuanya itu kini tinggal kenangan.

Tokoh penjual jajanan itu kini telah pergi dan tak mungkin kembali. Mbak Khot telah tiada, hari ini Senin 06 Juli 2009 beliau tutup usia, walau beliau belum terbilang tua namun penyakit kanker payudara menjadi kisah terakhir hidupnya.

Jenazah Mbak Khot rencananya akan dimakamkan besok 07 Juli 2009 di pemakaman umum Tegalsari.

Mbak Khot telah menorehkan kenangan indah bagi kita, menyediakan tempat bersosialisasi antar kita kecil, bercengkrama dan mengasah potensi niaga.

Semoga Mbak Khot menjadi umat tersayang.

Selamat jalan Mbak Khot.

Oleh: Editor | 29 Juni 2009

Gentora, sisi lain penghiburan di Sulang.

DSC04250

Teks dan Foto : Duitor, SO.

Masihkah rekan Sulang ingat dengan Gentora? Ya, itu sebutan lain dari pengeras suara yang berbentuk corong, sampai sekarang pengeras suara seperti itu masih bisa jumpai di masjid atau mushala di seputar Sulang. Dahulu gentora punya fungsi lain, selain untuk pengeras suara Muadzin atau Mubaligh, gentora dipergunakan untuk memeriahkan sebuah acara Nduwe Gawe warga desa kita. Hajat yang digelar seperti nikahan dan sunatan wajib menggunakan gentora sebagai penanda jika yang memasang gentora itu sedang punya hajat.

Gentora diikat pada pucuk sebatang bambu atau diatas pohon di dekat rumah yang punya hajat, tidak lupa mealalui Tip Deck ( Desk Tape ) diputar lagu lagu yang sedang disukai pada waktu itu. Seingat saya lagu milik Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, Mansyur S, Evi Tamala, Caca Handika, Leo Waldy paling sering di puter, seolah menjadi lagu wajib sang operator. Walau suaranya tidak sebagus audio set muthakir, bahkan cenderung sangat cempreng, keberadaan gentora bisa jadi hiburan tersendiri bagi warga, terlebih jika operator memutar serial Ketoprak, bisa dipastikan warga yang kebetulan sedang angon kambing di tegalan serasa mendapat hiburan dari langit, bayangkan saja suara gentora bisa terdengar pada radius 2 km. Walau yang punya hajat di Banyurawa orang Tegalsari bisa ikut liyer liyer mendengar sayup lagu Selamat Malam nya Evi Tamala.

Di Sulang ada beberapa orang yang punya profesi persewaan Gentora dan perangkat audio lainnya. Sebut saja Mbah Karno, rumahnya di belakang pasar Sulang, tepatnya di dukuh Berangkulon. Saking terkenalnya mbah Karno ini dengan perangkat Audio Tape Recorder, beliau biasa di panggil dengan sebutan Karno Tip, wajahnya mirip Sam D’lloyd vokalis grup band D’lloyd yang terkenal era 70-an di negeri ini. Selain mbah Karno Tip ada juga Mbah Sarwi, Kang Mathori dan Kang Harno di Banyurowo, Selain menyewakan perangkat audio biasanya mereka juga menyediakan perangkat penerangan, lampu TL dan generator bahkan lampu Petromax juga disediakan. Corong gentora yang mereka pilih rata rata berwarna biru tua dan bermerk sama, TOA, dengan alasan awet dan tahan cuaca, corong tersebut masih bisa beroperasi walau kuping corongnya sudah penyok penyok.

Lain duru lain kini, teknologi diciptakan untuk memenuhi selera manusia yang semakin bertambah, dentuman Bass dan desiran Treble menjadi tolok ukur indahnya suara Audio Set di acara hajatan, namun kenangan indah suara gentora tidak pernah bisa mudah terlupakan, terngiang ngiang selalu dalam benak kita.

Ada tips buat yang ingin mendengarkan suara audio berkualitas gentora, pada Equalizer tempatkan panel bass dan treble pada level paling bawah, sedang panel paling tengah diposisikan ke peak tertinggi sehingga membentuk pola gunung, pastikan speaker yang anda gunakan tidak berkualitas bagus apalagi terkoneksi dengan Subwoofer, memang suaranya sangat cempreng tapi begitulah kiranya suara sebuah gentora. Orang Sulang bilang Kemlunthung.

Oleh: Editor | 21 Juni 2009

Sepasar Manten

benu ijab 1

Foto : Dwiyoga “Duitor” Nugroho

Tanggal 14 Juni 2009 lalu Ibnu Hadi Subeno atau terkenal dengan sebutan Benu melepas masa lajangnya. Didampingi Puji Astutik, asal kota Blora bersumpah janji di depan Penghulu memasuki babak baru kehidupan, menikah.

Berarti minggu ini adalah sepasar mantennya Benu dong. Btw semoga keluarga Benu dan Tutik selalu diberi limpahan berka Allah SWT. Amin.

Oleh: Editor | 15 Juni 2009

SMS Bahagia

Apa Sulang sedang cuci gudang stock perjakanya ya? Mungkin SMS yang datang Minggu sore kemarin ini menjadi salah satu jawabnya:

“Assalamu’alaikum. Selamat malam. Piye kabar? O iya mohon doa restunya, insyaallah Rabu (17/6?), saya akan melangsungkan pernikahan. Semoga dapat sakinah mawaddah dan rohmah. Maturnuwun.”

Alhamdulillah. Meski sempat bingung (wong menikah kok masih mengharapkan dapat Mbak Sakinah, Mbak Mawadah, dan Mbak Rohmah) tapi saya bersyukur juga akhirnya Gus Wartwo menikah juga. (Ning karo sapa ta, jane?)

Semoga ini bisa berdampak pada kondisi Sulang agar lebih tenteram, khususnya para mbak, dari godaan Gus Wartwo yang memang menghanyutkan.

Eh, piye nek dheke didandani kaya Bang Haji Oma Irama?

Oleh: Editor | 11 Juni 2009

Sulang Online untuk Prita Mulyasari

Photobucket

Oleh: Editor | 10 Juni 2009

Sulang dan NKRI

Sulang adalah saksi bisu dalam perjalanan sejarah NKRI. Pujangga besar kita, Pramoedya Ananta Toer, mencatat pernah terjadi pertempuran yang hebat antara Tentara Siliwangi dan Pasukan Merah di Sulang.

Catatan itu tertuang di salah satu cerita pendek di buku Cerita Dari Blora. Setidaknya Pram menyebut Sulang, yang berjarak tiga puluh kilometer dari Blora, sebanyak 3 kali. Settingnya sekitar tahun 49-50. Kira-kira ketika agresi Belanda ke 2 di Indonesia. Saat itu ada sebuah bangunan Belanda (sekolahan) yang digunakan warga Sulang untuk menahan pasukan Merah yang kocar-kacir diserang Siliwangi. Tahanan di gedung itu kemudian dibebaskan oleh pasukan Merah dari Rembang sebelum kemudian diserbu kembali oleh Siliwangi.

Bahwa, menurut Pram, Sulang pernah dikuasai Merah. Jika itu fakta sejarah maka tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah agar siapapun yang pernah terlibat konflik di masa lalu itu bisa melakukan rekonsiliasi. Juga agar kita tidak terus menerus hidup dalam suasana yang curiga atau syak wasangka.

Adakah kira-kira para sesepuh di Sulang yang bisa kita minta menuturkan pengalamannya? Barangkali peristiwa itu traumatik bagi para pelakunya. Tetapi saya pikir jangan sampai kita tidak tahu perjalanan sejarah yang pernah terjadi di sekitar kita sendiri. Sekali lagi tidak dalam rangka menguak luka lama dan “mengadili” orang-orang yang dianggap bersalah waktu itu.

Karenanya teman-teman yang berniat untuk menelusuri kisah-kisah semacam itu dari para sesepuh di Sulang harap menahan diri dan jangan terburu-buru dalam mendapatkan informasi.

Semoga ada yang tertarik dengan lontaran ini.

Oleh: Editor | 6 Juni 2009

CERITA BAHAGIA HARI INI

manuk

Oleh : Dwiyoga N

Ketika hati sudah tertambat pada dermaga yang tenang dan semburat sinar surya  membelai kalbu di suatu sore, terbayang begitu menenangkan.

Betapa bahagia rasa hati dermaga itu kini berada di pelupuk mata, setiap hari bisa disinggahi, setiap waktu setia menemani.

Blogger Yudhie “Dusone” Yarcho menikah hari ini,  Nevi Novita adalah istrinya sekarang. Akad Nikah 6 Juni 2009 Pukul 09.00 WIB di Jepara.

Selamat Bro,  Mas, Gus, Dus, Duz, Birko …..Selamat meninggalkan masa sendiri. Jelanglah mentari di timur esok, dengan penuh harap dan do’a dari kami semua.

NB : Kalo tidak salah tgl 13 Juni 2009, mempelai mau diboyong ke Tegalgede.

Oleh: Editor | 5 Juni 2009

Yang Ulang Tahun Bulan Ini. Selamat, ya

Bulan Juni sudah satu minggu kita lewati. Tercatat di data SO, ada bapak/om/pakde dan kawan kita yang ulang tahun di bulan ini. Semoga selalu mendapat limpahan rejeki, kesehatan dan senantiasa Rukun. Berikut daftar yang bisa teman-teman tagih traktirannya:
1. Bapak Djupriyanto Ki Dhalang Sulang tercinta (tanggal 26/6).
2. Mas Wahyu Wibowo (27/6).
3. Mas Fajar Risa DS (26/6).
4. Mas Subha (22/6).

Sementara itu dulu. Kalau ada teman/saudara/tetangga kita yang lagi ada apa-apa, kabari kita semua ya.

Sekali lagi, selamat ulang tahun untuk guru kita dan teman-teman kita ini. Semoga tidak pernah lelah membimbing kita.

fcbook

Othok-othok-othok…Tokeeek…

Facebook haram… Tokeeek… halal…
Tokeeek… haram… Tok tok tok …keeek… ha…laaal…

Ditulis oleh: Ki Dhalang Sulang

Amenangi jaman edan
Ewuhaya ing pambudi
Melu edan ora tahan
Yen tan melu anglakoni
Boya keduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilalah kersa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada

Tulisan Sebelumnya »

Kategori